Thursday, October 23, 2014

sabtu yang kelabu

hari yang masih sama seerti kemarin dan sebelumnya. masih terbangun disapa hangat oleh mentari yang bersinar nan cantik rupawan. sungguh kuasa Allah yang tiada bandingnya. aku bersyukur masih dibuka kan kembali mataku utnuk menatap dunia. masih bisa merasakan oksigen demi oksigen.
hari yang aku jalani masih sama seperti biasanyaa. mulai dari aku terbangun sampai aku terlelap kembali. sekolah, belajar dan melakukan les tambahan adalah aktifitas rutin ku setiap hari. aktifitas yang aku jalani sejak aku duduk dibangku sekolah kelas dua belas ini. belum lagi aku harus disibukkan dengan beberapa kegiatan kelompok untuk persiapan ketika aku ujian praktek nanti.
hari sabtu adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. karena menurut kebanyakan orang hari sabtu merupakan hari terakhir melakukan aktifitas rutin. atau bisa dibilang hari libur atau wekeend. tapi tidak untukku, karena meskipun hari ini adalah hari sabtu tapi tetap saja hari sabtu masih menjadi hari terberat untukku. bagaimana tidak. hari sabtu aku masih disibukkan dengan peningkatan mutu yang diadakan oleh sekolahku. selesai peningkatan mutu, aku masih harus melakukan latihan senam, dan seusai latihan senam aku masih harus pergi ke tempat les. dan aku baru sampai dirumah pukul 18.00 WIB. itu sebabnya mengapa aku tidak sependapat dengan kebanyakan orang mengenai hari sabtu adalah hari santai. 
sabtu pagi aku sudah dibuat bete oleh kedua orang tuaku. dan ditambah lagi aku dibuat suntuk oleh kelompok senam ku. dan malamnya aku dibuat kesal oleh pegawai di tempat les ku. entah tadi malam aku bermimpi apa sampai-sampai seharian penuh aku dibuat kesal dengan orang disekelilingku.
sepulang aku dari les, aku rencananya ingin keluar bermalam minggu dengan sahabatku. dia adalah Lina. tanpa berfikir panjang aku segera mengambil ponsel genggam ku dan mengajak Lina untuk keluar denganku. namun, Lina menolak dengan alasan kalo dia sedang kelelahan. membaca balasan dari Lina aku ga bisa memaksakan kehendak ku, karena biar bagaimanapun kondisi dan suasana hatiku sekarang aku harus tetap mengutamakan sahabatku. jadi aku mengerti apa yang Lina rasakan. terlebih aku dengannya sama-sama duduk dibangku kelas dua belas.
akhirnya, aku terpaksa pulang kerumah dan menikmati malam sabtu itu bersama bantal, guling dan handphone ku yang memang tak pernah bisa lepas dari tanganku. tidak jelas apa yang aku lakukan malam itu. mungkin karema faktor suasana hatiku yang membuat aku merasa suntuk melakukan aktifitas didalam rumah.
pukul setengah sepuluh malam aku masih asyik berkutik dengan handphone ku. tak jelas sebenarnya apa yang aku lakukan. membuat pesan message, melihat ru dan kontak-kontak yang ada di kontak bbm ku. saat aku sedang melihat ru, aku melihat pesan message temanku yang bertuliskan "thanks for to night Lan,Lin,Yan". disitu aku mulai berfikir, bukannya Lina itu sedang kecapean dan menolak aku ajak keluar tapi kenapa dia malah pergi dengan teman sekelasnya. Ya, temanku juga temannya. makanya aku bisa tau "Lin" yang dimaksud dia itu siapa. mengetahui hal itu, aku tidak langsung bertanya kepada Lina. karena aku sudah cukup kecewa dan memang sangat benar-benar kecewa. kecewa bukan hanya dibohongi tapi juga karena aku dikesampingan oleh Lina. karena dia lebih memilih pergi bersama teman barunya dibandingkan aku. bertambahlah aku dibuat semakin suntuk dan kesal.
tak pernah terfikirkan olehku sebelumnya, mengenai Lina yang tega melakukan ini. aku pun tak mengerti apa yang ada didalam kepala Lina hingga dia melakukan hal itu. tapi yang pasti saat ini aku benar-benar kecewa padanya. niat baikku untuk memperbaiki hubungan aku dengan Lina yang renggang karena kesibukan kami masing-masing dikesampingkan oleh Lina.
aku ini tipikel orang yang mudah memaafkan namun sulit melupakan apa yang sudah terjadi dan bersikap seperti sedia kala saat sebelum ada masalah yang membuat moodku ancur.jadi saat Lina meminta maaf padaku, aku sudah memaafkan dia, tapi aku belum bisa bersikap seperti sedia kala sebelum aku dikecewakan. Lina sempat beberapa kali menghubungiku dan berusaha untuk menjelaskan. namun aku tidak menanggapinya. karena buatku mau seperti apapun dia menjelaskannya buat ku dia tetap salah dan tetap mengecewakanku. aku senang jika dia peka dan cepat menyadari kesalahan yang dia perbuat.
aku sadar aku juga manusia yang tidak luput dari kesalahan. aku juga bukan sahabat yang terbaik untuk Lina. tapi kesalahan apapun yang aku lakukan padanya, aku tidak pernah berbohong seperti apa yang Lina lakukan. karena menurutku, jika aku berbohong padanya cepat atau lambat kebohonganku terungkap. karena memang aku selalu berbagi cerita dengannya. jadi, tidak ada untungnya aku membohonginya. aku selalu berusaha ada untuk dia setiap saat. aku selalu berusaha untuk menjadi pendengar yang baik. dan aku selalu berusaha mengutamakan dia dibandingkan orang lain yang bukan sahabatku. namun apa yang dia lakukan padaku, cukup untuk menyimpulkan bahwa air susu dibalas air ketuba.
ini karakterku. aku memang seperti ini jika sudah dikecewakan. tidak memandang orang. dan Lina tau bagaimana karakterku tapi entah mengapa dia berani mengecewakanku.
sehari, dua hari setelah kejadian itu hubunganku dengannya belum kunjung kembali seperti sedia kala. aku bukan orang munafik jadi, jika aku masih merasa kesal dan kecewa dengan orang sikap aku tak bisa semanis gula. dan aku juga berfikir aku tidak mungkin mengorbankan persahabatan aku yang sudah hampir enam tahun aku jalin dengan Lina harus kandas begitu saja. tapi sekali lagi, inilah aku, inilah karakterku.

Wednesday, October 1, 2014

ayahku, pahlawanku

ayah...
engkau tak pernah kenal lelah mengejar matahari
engkau selalu tersenyum meski bintang tak nampak
engkau gigih dalam menggapai rembulan
engkau tak pernah hiraukan angin dan badai
karena yang engkau tau,
engkau hidup untuk kami...

ayah,
engkau bagiku adalah ibu
ibu yang menjaga dan merawatku
dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari
engkau bagiku adalah obat pelipur lara
obat yang bisa membantu aku menghapus hujan
dan obat pengganti saat badai itu datang

ayah,
engkau bagiku adalah pahlawan tanpa tanda jasa
engkau selalu ada saat aku sedang mendapatkan badai
engkau terus berusaha agar aku mendapatkan yang terbaik

ayah,
saat aku menyusahkanmu
engkau ikhlas tanpa api membara
dan saat apiku membara
engkau hadapi dengan pelangimu

ayah,
engkau adalah guru terbaikku
engkau mengajariku dari tidak tau menjadi tau
dari kecil menjadi hal besar
dari biasa menjadi luar biasa
dari pesimis menjadi optimis
dan dari airmata menjadi tawa bahagia

ayah..
tawamu adalah bahagiaku
airmatamu adalah dukaku
dan sakitmu adalah kesedihanku :'(



-NR-

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...