sudah hampir satu tahun aku berada di kelas ini. kelas jurusan ilmu pengetahuan sosial. jurusan yang sangat aku minati. awal masuk aku kira teman-teman baru ku anaknya cuek,jutek dan bermainnya pilih-pilih. tapi itu semua ternyata salah. temanku di kelas xi ini memang asyik dan menyerukan sekali tapi sayang kebanyakan dari mereka sangat nakal. bisa dibilang anak badung, terutama anak cowoknya. mereka sering kali berbuat kenakalan di kelas. entah itu ributlah, gamau dengerin guru menerangkanlah, ke kantin pada saat jam belajar lah, ngomongnya nyeletuk lah, bahkan mereka pernah ketahuan main judi di kelas. bukan cuma itu saja. kelas yang sedang aku tempatin sekarang terkenal dengan ke kotorannya. bagaimana tidak? teman-teman di kelas ku kebanyakan dari mereka malas sekali membuang sampah pada tempatnya. terutama untuk cowok. yaa... cowok lagi cowok lagi yang kena. tapi memang itu faktanya.
sering mungkin bahkan hampir setiap hari kelas aku mendapati kritikan dari setiap guru yang mengajar di kelas ku. bukan hanya kritikan saja tetapi kelas kami juga pernah di marahi oleh salah satu guru karena ke kotoran kelas kami. iyaa memang aku akui teman-teman aku yang sekarang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama bagi anak cowok. mereka sangat tidak peduli akan kenyamanan di kelas. bahkan mereka nyaman-nyaman saja belajar didalam keadaan kelas yang kotor.
aku,ketua murid dan beberapa teman ku yang lain sudah sering mengingatkan untuk terus jaga kebersihan tapi alhasil tak satu orang pun dari mereka yang mendengarkan teriakan dari mulut kami. menyedihkan memang tapi ya itu lah kenyataan yang harus aku hadapi. berada di lingkungan yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.
suatu hari ada pengumuman di sekolah. pengumuman tersebut adalah pengumuman perlombaan kebersihan dan mendekor kelas. setiap kelas wajib untuk membersihkan,menata dan mendekor kelas semenarik dan sekreatif mungkin agar bisa menjadi juara. kelas aku sudah menemukan ide untuk mendekor kelas kami sebagus mungkin. membuat pohon dengan menggunakan koran yang digulung sebagai daunnya dan batok kelapa sebagai batangnya. dan disertai dengan tulisan "save the eart save your life" hampir seminggu kami mendekor kelas tersebut dengan teman-temanku yang hanya itu itu saja. yaa... tak semua teman-teman sekelas ku ikut bekerja mendekor kelas,bahkan yang ikutan mendekor kelas bisa dihitung dengan jari. yaa dengan jari. bisa dibayangkan berapa anak yang ikutan mendekor kelas. kami membuat itu sampai sore. bagaimana capeknya kami tidak bisa dituliskan dengan kata-kata.
h-1 sebelum penilaian lomba..... kelas aku sudah selesai di dekor. hanya tinggal di bersihkan sedikit lagi untuk bisa menjadi kelas yang bersih. keesokan harinya, penilaian dilakukan saat murid-murid di sekolah aku sudah pada pulang. aku sangat cemas dan takut kalau kelasku termasuk kelas yang dibawah standar. atau bisa dibilang kelas yang mendapatkan penilaian terburuk. aku optimis tapi entah kenapa rasa optimis aku terhapuskan begitu saja dengan pandanganku yang terarah kepada kelas lain. kelas lain di dekor dengan sangat bagus dan ramai,jika dibandingkan dengan kelas ku mungkin perbandingannya jauh.
keesokan harinya...
pengumuman siapa yang juaranya pun dimulai. juara kedua ketiga sudah mulai di umumkan dan itu semua yang mendapatkan juaranya adalah kelas 12. disitu aku sudah pesimis untuk bisa menang. tapi ternyata saat guru membacakan hasil nilai dan siapa pemenangnya aku sontak terkejut dan senang. yaaa kelas ku yang menjadi juaranya. SOCIAL ONE is a WINNER!!!!!!!! juara 1?! iya kelas ku mendapatkan juara 1 untuk lomba kebersihan ini. benar-benar tidak disangka. aku yang semula pesimis untuk bisa mendapatkan juara ternyata kelas akulah pemenangnya. syukur Alhamdulillah aku ucapkan.
aku sangat senang karena dengan ini aku dan teman-temanku dapat merubah penilaian guru yang selalu menilai kelas aku dengan penilaian yang negatif.
dan dari kejadian itu aku dapat menyimpulkan "ga selamanya yang kamu lihat itu keburukan dan ga selamanya pula apa yang kami lakukan itu tidak layak untuk dipuji". kelas aku sudah mampu membuktikan kalau kami semua itu bisa berubah jadi yang lebih baik lagi. yang tidak hanya bisa mendapatkan amarah dan kritikan saja tapi kami juga bisa mendapatkan pujian sekaligus bisa menjadi pemenang di lomba kebersihan ini.
TAMAT
-NR-
