Wednesday, July 15, 2015

Dibalik Nama Terindah Mu

Ya Allah...
Diri ini terlalu banyak dilumpuri oleh dosa
Kesalahan demi kesalahan
Masih aku perbuat
Segala bentuk kekhilafan
Masih aku kerjakan

Ya Ghaffaar...
Pada Mu aku bersandar
Memohon ampunan Mu
Atas segala dosa
Dan segala kekhilafan
Yang masih aku lakukan

Ya Rahim...
Bantulah diri ini menjadi manusia yang lebih baik lagi
Ajarkan aku untuk melakukan taubatan nasuha
Biarkan aku berhijrah
Jagalah komitmenku
Dan bantulah aku untuk tetap istiqomah
Atas izin-Mu
Aku yakin Engkau Yang Maha Penyayang

Ya Salim...
Dalam sujudku bersimpuh
Dalam doaku terhanyut
Tak ada tempat sandaran yang terbaik
Selain sajadah-Mu
Tak ada tempat mengadu yang terbaik
Selain pada-Mu
Aku tak ingin menjadi manusia sombong
Karena tak pernah meminta pada-Mu
Namun aku tak pantas untuk menuntut dari-Mu
Meminta segala kebaikan
Sementara diri ini masih jauh dari kata baik
Aku hanya berharap
Dan harapan terbaikku aku serahkan pada-Mu
Karena aku percaya Engkau tak akan mengecewakanku
Engkau adalah dzat yang Maha Mendengar
Dan sebaik-baiknya pendengar adalah diri-Mu
Aku tak berharap banyak pada-Mu
Aku hanya ingin
Teruslah mendengar keluh kesahku
Jangan Engkau murka padaku
Atas diri ini yang masih jauh dari kata baik
Masalah kau kabulkan permintaanku atau tidak
Itu terserah pada-Mu
Engkau masih ingin mendengarkan keluh kesahku
Sudah lebih dari cukup bagiku

Ya Rabb...
Izinkan aku bangkit
Dari segala hal yang membuat diri ini jatuh
Izinkan aku meninggalkan
Dari apa yang sudah seharusnya aku tinggalkan
Izinkan aku untuk belajar
Belajar memahami dari apa yang belum aku pahami
Belajar sabar dari apa yang sudah terjadi
Belajar menerima dari hal yang bertolak belakang dengan hatiku
Dan belajar dari masalalu agar aku menjadi lebih baik
Jangan izinkan aku untuk meratapinya
Untuk menangisinya
Dan untuk menyesalinya
Karena aku tau
Bukan itu sebenarnya tujuan dari masalalu

Ya Allah....
Lindungilah diri ini dari marabahaya
Agar diri ini tetap selalu mengingatmu
Lindungilah diri ini dari bisikan-bisikan syetan
Agar diri ini tetap berada di jalan-Mu
Jagalah aku dalam istiqomahku
Biarkan aku berhijrah
Bantulah aku untuk melangkah
Jangan biarkan aku mundur
Berbalik arah kedunia kelam
Dan jangan biarkan aku mundur
Untuk menyerah karena keadaan

Dalam doaku terhanyut
Semoga Engkau mengabulkannya
Terimakasih atas segala nikmat-Mu
Karena tanpa nikmat yang Engkau beri aku takan seperti ini


-NR-

biarkan aku pergi

aku sudah cukup lama berdiam diri disini. seolah ada yg aku tunggu dengan pasti. hingga akhirnya aku tersadar dalam mimpi panjangku. bahwa ini adalah duniaku,ini adalah kenyataan yang ada. aku hanya menyayangimu tanpa berharap lebih padamu. aku hanya menyayangimu tanpa harus aku tau perasaanmu sebenarnya. maafkan jika hati ini masih mengira kau menyayangiku. namun sungguh, aku tak pernah berharap lebih lagi padamu. aku lelah dengan semua ini. aku seperti manusia bodoh yang sedang menunggu air laut menjadi manis. ketidakpastian ini yang membuatku nampak seperti orang bodoh. bodoh dan bodoh. semua tidak jelas. dan harusnya aku sadari itu sejak awal. tak perlu susah payah memikirkan jalan apa yang harus aku tempuh. menyayangimu sangat menyakitkan. bertahan dengan rasa yang bertahun-tahun bersemayam dihati,bukan perkara yang mudah. terlebih melihat sikapmu yang penuh dengan tanda tanya. hal itu yang membuat aku semakin sakit untuk menyayangimu. aku tak pernah merasakan sesakit ini menyayangi seseorang. hanya denganmu aku bisa merasakan ini. dari awal aku tak pernah berharap lebih padamu. karena aku tau, berharap padamu hanya menambah sakit ini.

jika kamu bertanya "mengapa kau menyayangiku?" 
aku akan menjawab dengan mudah "karena cinta tak butuh alasan" 
jika kamu bertanya "mengapa aku masih bertahan menyayangimu?" 
maka aku akan menjawab "karena hati ini masih ingin bertahan, kecuali jika ia meminta pergi maka aku akan pergi" 
jika kamu bertanya "mengapa kau memilihku?" 
aku akan menjawab "karena cinta tak mengenal orang" 
jika kau bertanya "apa lebihnya aku sampai kau sangat menyayangiku?" 
maka aku akan menjawab "jika kamu tak mempunyai kelebihan maka aku tak akan mungkin bisa menyayangimu. dan aku menyayangimu bukan karena kelebihanmu, namun juga karena kekuranganmu" 
jika kau bertanya "mengapa tak kau coba untuk move on?" 
aku akan menjawab "aku sudah beberapa kali berhasil move on darimu, namun saat aku berhasil kau datang kembali membuat rasa ini hadir kembali. dan pada akhirnya hati ini memilihmu kembali." 
jika kau bertanya "apa aku tak sakit dan tak ingin meninggalkan keadaan ini?" 
aku akan menjawab "sakit! aku sakit! namun aku selalu coba untuk bertahan, karena hati ini masih belum lelah untuk bertahan dikeadaan seperti ini  jika dari awal aku bisa bangkit dari keadaan ini,maka sudah aku lakukan" 
jika kamu bertanya "apa yang aku harapkan darimu?" 
sederhana saja "aku tidak pernah berharap lebih padamu. karena aku tak pantas untuk menaruh harapku padamu." 

kini.. aku lelah dan tak ingin lagi melanjutkan kekonyolan ini. 

biarkan aku pergi, tak perlu khawatir denganku. karena aku akan baik-baik saja tanpamu. 
biarkan aku pergi, jangan kau menahanku untuk tetap bersahabat denganmu. 
biarkan aku pergi, jangan lagi kau datang kembali kedalam hidupku. karena aku tak ingin membuat hati ini sakit kembali. 
biarkan aku pergi, biarkan aku menemukan kehidupan baruku tanpa bayang-bayang darimu. 
biarkan aku pergi, karena aku ingin merasakan bahagia. 
biarkan aku pergi, karena sudah terlalu lama aku bertahan dengan keadaan ini. 
biarkan aku pergi, karena hati ini sudah terlalu lelah. 
biarkan aku pergi, jika saatnya nanti aku kembali lagi maka cinta akan tau kemana dia pulang.

Monday, July 13, 2015

mengagumimu dalam diam

setiap insan memang berhak jatuh cinta. berhak juga memutuskan kepada siapa hati ini akan diberikan. begitupun aku, aku berhak jatuh cinta dengan siapapun. sekalipun ia adalah sahabatku. memang tak berdosa mencintai sahabat sendiri. namun jika aku boleh memilih, aku tak ingin jatuh cinta dengan dia. sahabat sekaligus kekasihku dimasa lalu. tapi, aku tak bisa menghentikan perasaan ini. karena perasaan ini terus mengalir tanpa bisa aku hentikan. mungkin aku bisa menghentikannya, namun aku butuh waktu lama untuk bisa melakukan semua itu. dan entah kapan waktu akan berpihak kepadaku. 
mengagumimu dalam diam adalah kegiatanku sekarang. karena hanya dengan itu aku bisa mensyukuri anugerah terindah yang pernah aku miliki, hasil ciptaan dari Tuhan. sifatnya yang dewasa yang mampu menghadapi berbagai masalah dengan baik. serta kebijakannya yang mampu memilih dan memutuskan diantara beragam pilihan. meski tak jarang, pilihan yang ia ambil menyakiti orang lain. meski begitu, aku tau dia tak ada niatan untuk melakukan itu.
mengagumimu dalam diam adalah caraku untuk selalu mengenangmu. bukan sehari dua hari aku mengenalmu. bukan juga sebulan dua bulan aku bersahabat denganmu. aku sangat mengenal sosokmu. sangat dan sangat. aku bahagia, saat kita bisa duduk berdua membuat satu kisah yang saat ini masih bisa aku kenang. aku bahagia pernah menjadi salah satu wanita yang pernah mewarnai hidupmu. aku bahagia saat aku pernah menjadi bagian dari hidupmu. entahlah itu berharga atau tidak bagimu, namun aku tetap bahagia. tulus atau tidaknya perasaanmu saat itu yang penting aku bahagia. dan jika aku boleh meminta pada Tuhan. aku ingin kau dan aku dipersatukan disuatu tempat, dimana hanya ada kau dan aku. duduk bersama untuk mengenang masa yang pernah kita lewati bersama. sebelum pada akhirnya kita akan saling menjauh dan saling terlupakan.
mengagumimu dalam diam adalah caraku menyelesaikan masalah. karena hanya dengan cara ini persahabatan kita akan tetap utuh. tidak rusak hanya dengan perasaan ini. aku rela berkorban demi menjaga keutuhan persahabatan kita. meski aku harus mengorbankan perasaanku.
mengagumimu dalam diam adalah caraku memelukmu dalam doa. karena hanya dengan itu aku bisa merasa tenang dan dami jika melihatmu baik-baik saja. dalam doa yang tak pernah putus, aku selalu berdoa agar kau sehat selalu dan selalu bahagia. meski alasan kau bahagia bukan karena ku. hanya dengan melihatmu bahagia aku merasa senang. walaupun hati ini menangis, namun aku coba untuk tetap kuat dan bertahan dengan keadaan ini. sampai pada akhirnya, waktu yang akan merubah segalanya. merubah awan hitam menjadi pelangi yang sangat indah.

aku menyayangimu atas izin-Nya

aku mengharapkanmu
namun aku sadar, aku tak pantas berharap padamu
aku menyayangimu
namun, aku hanya dapat menyebutmu dalam doa
mencintaimu... aku rasa tak mampu
karena cintaku hanya untuk-Nya

untukmu, makhluk ciptaan Tuhan yang aku kagumi...
izinkan aku mengagumimu dalam diamku
kau sangat menawan dan rupawan
namun bukan karena itu aku menyayangimu
sifatmu yang mampu membuatku jatuh hati kembali
akhlakmu yang mampu membuat hati ini tenang
bila aku didekatmu, tenang dan nyaman yang aku rasa
ingin rasanya berada didekatmu selama mungkin
namun aku sadar, mengharapkanmu saja aku tak pantas
apalagi jika aku lama berada didekatmu
rasanya aku berdosa

untukmu, wahai lelaki idaman...
kau hampir mendekati sempurna
meski aku tau tak ada manusia yang sempurna
akhlak yang kau bangun dalam dirimu
aku yakin banyak memikat hati perempuan
karena itu aku mundur
aku mundur bukan karena aku takut kalah
tapi karena aku sadar diri
jika dibandingkan dengan mereka yang mendekatimu,
aku kalah saing

teruntukmu lelaki penghuni hatiku...
entah sudah berapa tahun rasa ini bersemayam dihatiku
namun yang jelas aku sangat tak nyaman dengan keadaan ini
menyayangimu dalam diam
membuat hati ini gundah
mengagumimu dalam diam
membuat hati ini terlena
jika aku jujur, semua itu sangat mengganggu pikiranku
sakit? pasti
tapi aku mencoba bertahan sekuat mungkin
aku sadar, menyayangi seseorang memang mempunyai resiko
dan ini resiko yang harus aku tempuh
karena aku memilih dalam diam
meski begitu, aku tak apa
masih bisa melihat senyummu,
melihat tawa dan candamu,
dan berada didekatmu, itu sudah lebih dari cukup bagiku

kau bagaikan awan putih yang berada di langit tujuh
sedangkan aku...
aku bagaikan tanah yang berada dilapis ke tujuh
kita sangat berbeda
dan aku sadar kau tak pantas untukku
kau terlalu baik dan aku terlalu buruk untukmu
karena itu aku tak pantas berharap padamu
biarkanlah ini menjadi anganku semata
tapi aku mohon izin padamu
biarkan rasa ini tetap tumbuh sebagaimana mestinya
sampai ia akan benar-benar menghilang dengan sendirinya
dan sampai rasa ini tak akan datang kembali
tanpa perlu aku dan kau mengusirnya
entah kapan waktunya
namun aku yakin, masa indah itu akan datang

aku menyayangimu atas izin-Nya
dan aku percaya, aku dapat melupakanmu atas ridho-Nya

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...