Thursday, September 27, 2018

Untukmu, tangan tak bertuan...


Banyak yang ingin ku katakan padamu
Tentang pertemuan kita,
Tentang aku yang melihatmu untuk pertama kali,
Tentang aku yang diam-diam memperhatikanmu,
Tentang aku yang mulai mengenal dirimu
Dan tentang perasaanku yang tak bisa aku tebak

Hai tangan tak bertuan...
Melihatmu untuk pertama kalinya,
Kau seperti memiliki magnet tersendiri yang membuatku ingin terus melihatmu
Yang terus membuatku diam-diam selalu memperhatikanmu
Kau mungkin tak tau, bagaimana senangnya hatiku ketika dapat menatapmu lebih lama
Ketika berada didekatmu,
Dan ketika berbincang denganmu
Semua itu membuatku senang
Entahlah, bisa ku sebut apa perasaan ini

Hai tangan tak bertuan,
Kau tau betapa mudahnya kau goyahkan hati ini?
Ketika mereka mencoba mencairkan kerasnya hati ini, namun kau...
Kau begitu dengan mudah dapat meruntuhkannya
Hal yang membuatku bertanya-tanya hingga detik ini
Kau siapa? Kau datang darimana?

Ya,
Terhitung dari hari itu, aku mulai jatuh hati padamu
Pada sosok yang baru kenal, dan tak tau bagaimana pribadinya
Kau tau?
Ingin rasanya aku marah
Marah pada diriku sendiri
Mengapa dengan mudahnya aku jatuh hati padamu
Pada sosok asing yang aku sendiri tak tau bagaimana kehidupannya

Hai tangan tak bertuan...
Berkali-kali aku mencoba mengelak akan perasaan ini
Namun, saat itu juga aku gagal
Aku ingin menghentikannya, ingin sekali
Kau tau kenapa?
Karena aku takut kecewa
Aku takut terluka dengan perasaanku sendiri
Luka lamaku belum sembuh
Dan aku tak ingin ada luka baru

 Hai tangan tak bertuan...
Siapa yang tau pada siapa kita akan menjatuhkan hati
Aku tau, ini bukan salahku
Ini bukan karena aku yang tak bisa menjaga hati
Bukan karenamu pula aku jatuh hati padamu
Semua sudah diatur  oleh Tuhan bukan?
Pertemuan kita,
Perasaanku,
Bahkan perpisahan kita

Untukmu tangan tak bertuan...
Terimakasih telah hadir dalam hidupku, meski hanya sekejap
Terimakasih telah membuatku mengenal cinta kembali, meski tak terbalas
Terimakasih telah mempercayaiku mendengar keluh kesahmu, meski menyakitkan
Terimakasih untuk setiap obrolan yang selalu membuat aku tertawa kecil,
Terimakasih telah membuatku tersenyum ketika membaca isi pesan darimu,
Terimakasih telah membuatku kesal akan semua ejekkanmu
Dan terimakasih untuk semuanya

Hai tangan tak bertuan...
Tiga puluh hari yang berkesan
Tiga puluh hari yang tak bisa aku lupakan
Karena mu,
Hatiku kini tak lagi mati rasa
Meski pada akhirnya aku harus kembali belajar mengikhlaskan
Hal yang paling ku benci didunia ini,
Namun beginilah takdir membawaku
Sakit? Tentu
Di awal memang terasa berat dan tentunya tak mudah untuk aku lakukan
Namun ku yakin ini pasti akan berakhir
Siklus kehidupan akan selalu seperti ini bukan?
Kita akan terus dikecewakan oleh harapan yang kita buat sendiri
Hati ini akan selalu dipatahkan oleh orang yang salah
Sampai saatnya nanti kita akan bertemu dengan orang yang tepat
Tentunya di waktu yang tepat

Hai tangan tak bertuan...
Aku pamit
Izinkan aku menghilang dari peredaran untuk bisa memulihkan hatiku
Semoga kau dapat menjadi sosok yang lebih tegas
Yang dapat menentukan pilihan untuk hidup sendiri
Jaga dirimu, sebagaimana kau menjaga ibadahmu
Semoga dilain waktu, aku dapat melihatmu kembali
Tentunya dengan hati yang baru


-NR-

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...