Ku
tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik
sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa lain. Jika kau fikir
itu untuk kebaikanku, kau salah. Nyatanya itu semakin membuat aku menyesal
telah berani menciptakan suatu hal yang baru, yang tidak seharusnya ada. Aku
sudah dapat hidup dengan baik. Kau tak perlu khawatir. Hatiku sudah ku tata
dengan rapih seperti sedia kala. Tak ada lagi rasa. Tak ada lagi air mata.
Apalagi melodi yang menghanyutkan. Waktuku untuk mencintaimu telah usai.
Kenangan denganmu sudah ku simpan ditempat yang tak bisa dijangkau orang lain.
Ku pastikan jika suatu saat nanti aku mengingatmu, aku takkan menangisi apa
yang memang seharusnya terjadi. Tapi maaf, jika ingatan tentangmu belum sepenuhnya
dapat ku hilangkan. Ku rasa itu wajar. Aku hanya manusia biasa yang punya
segudang ingatan di otakku. Jadi setelah ku katakan ini, bolehkah aku meminta
sesuatu padamu?
Permintaanku
sederhana. Bersikaplah sewajarnya seperti dahulu kala. Kau tak perlu
menciptakan jarak hingga membuat semua menjadi semakin asing. Layaknya dua
insan yang tidak pernah bertemu di dunia fana ini. Tanpa semua itu, bukankah
jarak diantara kita sudah tercipta? Jika jarak sengaja kau ciptakan untuk sosok
yang kini tengah menggantikan ku, bicaralah. Jika memang keinginanmu adalah aku
menghilang darimu, baiklah akan ku
penuhi permintaanmu. Karena aku tau, pada akhirnya aku akan kembali kecewa,
mengingat kau bukan seseorang yang dengan sengaja memutuskan tali silaturahmi.
Namun fakta berkata lain, kau tak punya pilihan lain. Bukankah yang bisa ku
lakukan saat ini adalah menghargai keputusanmu? Kau tak perlu risau. Aku takkan
marah. Karena bagiku, bahagiamu adalah bahagiaku. Terdengar klasik memang tapi
itulah adanya. Jangan khawatir, meski begitu aku akan tetap mendoakan yang
terbaik untukmu. Terimakasih telah hadir dan mewarnai hidupku. Membuatku
tersenyum dan menangis diwaktu yang sama. Menjadikanku sosok yang kuat seperti
saat ini. Memori ingatan tentangmu akan ku simpan dengan baik, sebagai kenangan
terindah dalam hidupku.
-NR-