Tuesday, December 22, 2015

Suratku masih Untukmu (4)

Assalamu'alaikum hei tuan manis,

Aku masih berharap sama seperti kemarin, kau masih baik-baik saja. Karena aku selalu ingin melihatmu baik-baik saja.
Hei tuan manis,
Di kota yang sekarang sedang aku diami sedang dilanda hujan angin. Dan aku sendirian didalam kamar. Apa kamu masih ingat, aku sangat takut sekali jika hujan besar ditambah angin dan petir? Aku harap kau masih mengingatnya. Meski harapan itu sangat kecil. Karena aku disini masih mengingat semua itu dengan baik.
Aku masih ingat ketika hujan besar disertai angin dan petir turun, aku bilang padamu bahwa aku sangat takut sekali dengan hal itu. Jika sudah hujan besar seperti itu aku tak berani untuk keluar kamar. Namun kau selalu menenangkanku, dan meyakinkan ku bahwa aku tak perlu takut, karena hujan adalah berkah tak sepatutnya untuk kita menakutinya. Saat itu aku mencoba untuk memulai tidak takut jika hujan besar turun kembali. Meski ketakutan itu masih ada, namun aku coba untuk melawannya. Karena seperti katamu, "hujan adalah berkah tak sepatutnya untuk kita menakutinya." Aku selalu mengingat itu dengan baik saat hujan besar disertai petir dan angin turun. Aku selalu memintamu untuk menemaniku saat hujan besar turun, namun kau selalu berkata "carilah teman untuk berbincang, jangan selalu menyendiri karena saat kau menyendiri ketakutan itu akan terus ada." Dan aku selalu mencoba apa yang kau katakan untuk menghilangkan rasa takut ini. Aku berhasil! Ya, aku berhasil melakukannya dengan baik!
Saat hujan tiba, entah itu dirumah atau pun disekolah atau diluar aku selalu mengajak orang lain berbincang agar aku tak merasa ketakutan. Aku selalu melakukan itu disaat musim hujan tiba.
Apakah kau ingat, kita pernah hujan-hujanan berdua?Saat itu kau tak ingin berhenti untuk berteduh, karena kau ingin menerjang hujan ini denganku.
Dan apakah kau masih ingat, ketika kita terjebak hujan besar? Kau terlihat sangat gembira karena dengan begitu semakin lama kau berpisah denganku.
Dulu mungkin terlihat manis, namun sekarang terlihat lucu. Karena itu sama seperti ftv yang sering aku lihat. Mungkin masih ada didunia nyata, namun tidak lagi bagiku dan kau.
Hei tuan manis,
Kau tau tidak? Musim hujan selalu datang tiap tahun. Dia tak pernah berubah. Hujan akan turun bila tiba waktunya. Dia masih sama, tak ada yang berbeda. Kadang turun dengan derasnya, dan kadang turun dengan pelannya. Terkadang juga setelah dia turun selalu ada pelangi nan indah. Ya semuanya masih sama tak ada yang berbeda. Yang berbeda hanyalah hubungan kita. Setiap hujan turun, entah mengapa aku selalu merasa ada perbedaan dari waktu ke waktu. Saat aku masih bersamamu, saat aku berpisah denganmu, dan saat aku jauh darimu, semua itu aku rasakan dengan jelas setiap hujan turun. Mungkin kau akan tertawa ketika membaca ini. Namun itu yang selalu aku rasakan setiap hujan turun.
Saat ini, aku benci dengan hujan. Karena hujan selalu mengingatku padamu. Karena hujan aku merasakan perbedaan yang sangat jelas antara aku dan kau. Lucu memang membenci hujan karena mengingatkan kita pada seseorang. Namun itu yang aku rasakan sekarang. Aku sangat tak suka hujan meski aku tau hujan adalah berkah.
Hei tuan manis,
Ketika hujan turun, aku selalu memikirkanmu. Aku selalu mengenangmu. Mengenang semua tentang kita. Karena menurutku, hal yang paling terindah saat hujan adalah mengenangmu dan kenangan semua tentang kita. Itu yang dapat aku lakukan agar aku tak semakin membenci hujan.
Dan saat hujan turun, selalu ada air mata yang mengikutinya. Cengeng bukan? Ya memang. Tapi aku tak bisa mengendalikan itu semua. Kau tau aku bukan? Aku bukan wanita yang dapat mengendalikan perasaan dengan mudahnya.
Apa kau ingin bertanya mengapa aku tak melakukan hal yang lebih berharga dari pada meratapi masa lalu? Jawabanku adalah tidak ada. Karena buatku saat ini, mengenangmu dan semua tentang kita adalah obat untuk melawan rasa takutku akan hujan. Kamu tak bisa lagi menjadi alasan aku untuk berani saat hujan turun. Karena kau dan aku sudah tak lagi seperti dahulu. Dan aku bukan meratapi masa lalu namun aku hanya mengenangmu dan semua tentang kita. Mengenang semua yang indah bukan yang menyakitkan.
Apa kau masih menganggapku wanita bodoh yang selalu melakukan hal yang tak ada gunanya? Jika memang masih, aku akan sangat senang. Karena dengan begitu kau akan selalu memikirkanku dan mengingat hal-hal yang tak lazim untuk manusia melakukannya. Bodoh? Mungkin ya. Aku ini memang bodoh. Aku senang jika aku terlihat bodoh dimatamu, dengan begitu aku tak perlu menunjukan sesuatu yang ada pada diriku yang tak pernah kau ketahui. Meski aku tak suka jika aku terlihat bodoh didepanmu untuk hal-hal tertentu.
Hei tuan manis,
Rasanya ingin sekali aku memintamu untuk menemaniku saat ini. Untuk membantu membuatku melawan ketakutan karena hujan besar dan sendirian dikamar. Seperti yang pernah aku lakukan lima tahun silam. Saat kau masih menjadi milikku. Aku ingin sekali melakukan itu. Dan sempat aku urungkan karena aku tau itu tak akan mungkin terjadi. Jadi aku memutuskan untuk tidak melakukannya agar aku tidak merasa kecewa kembali.
Hei tuan manis,
Aku sangat rindu akan masa-masa itu. Namun aku tak boleh terlarut dalam kenangan bukan? Aku harus sepertimu bukan, yang dengan mudahnya melupakanku dan semua kenangan tentang kita? Aku akan sepertimu, aku janji. Beri aku sedikit waktu untuk bisa sepertimu. Karena untukku itu semua tak mudah.
Jaga kesehatanmu. Jangan sampai kau sakit karena kehujanan. Dan jangan sampai kau kedinginan. Jaga terus suhu badanmu agar kau tak merasa kedinginan. Doaku akan selalu menyertaimu dalam diam.
Aku merindukanmu hei tuan manis...




-NR-

Tuesday, November 17, 2015

Suratku Masih Untukmu (3)

Assalamu'alaikum hei tuan yang masih menjadi tujuan ku menulis surat kecil ini. aku harap kau tak akan pernah bosan membaca surat dariku ini. karena aku tak akan pernah berhenti menulis surat untukmu, sekali pun aku sudah berhasil menghilangkan perasaan ini. karena buatku kau adalah sahabat dalam dunia khayalku. aku merasa selalu dekat denganmu saat aku sedang menulis surat ini untukmu.
hei tuan manis,
aku merindukanmu. mungkin itu kata yang untuk kesekian kalinya aku keluarkan untukmu. dan entah sampai kapan aku akan mengucapkan kata itu, atau mungkin aku tak akan bisa berhenti mengucap kata itu untukmu.
hei tuan manis,
aku sering memimpikan mu dalam bunga tidurku. entah sudah berapa kali aku memimpikanmu, aku tak ingat. mungkin karena memang terlalu sering hingga aku tak pernah tau sudah berapa kali aku memimpikanmu.
hari itu aku bermimpi, aku berkunjung kerumahmu untuk menemuimu karena aku khawatir kau menghilang tanpa kabar seperti sedang menghindariku. aku tak tau didalam mimpi itu aku ini siapamu, karena setiap aku bermimpi tentangmu semua selalu samar, yang aku ingat hanyalah wajah manismu. ketika aku berkunjung kerumahmu, yang menyambut aku adalah ibumu. ibumu bilang kau sedang membersihkan balong dibelakang rumahmu dan aku disuruh menunggu oleh ibumu dengan ditemani ibu dan adikmu. kami berbincang dengan akrabnya seolah sudah lama kami saling mengenal. didalam mimpi itu, ibumu sangat baik dan sangat merespon kedatanganku, ekspresi ibumu terlihat sangat bahagia menyambut kedatanganku. saat itu ayahmu sedang bekerja dan sampai pulang pun aku tak sempat berjumpa dengan ayahmu. aku dan ibumu serta adikmu berbincang cukup lama, dari adikmu pulang sekolah hingga ia harus berangkat lagi untuk mengaji di masjid. namun aku merasa aneh, ketika adikmu ingin berangkat mengaji ke masjid, adikmu dikawal oleh banyak body guard. aku bertanya kepada ibumu dan jawaban ibumu simple, adikmu dikawal karena takut terjadi apa-apa. namun aku tak percaya begitu saja. setelah aku berhasil mendesak ibumu akhirnya beliau menceritakan semuanya kepadaku. keluargamu sedang mendapat teror dan nyawa keluargamu semuanya dalam bahaya, termasuk adikmu. dan karena dari itu, ayahmu tak berani pulang untuk menyelamatkan diri. itu yang ibumu ceritakan padaku. tak terasa waktu sudah senja namun kau tak juga menunjukan dirimu. dan aku memutuskan untuk segera pulang sebelum hari semakin larut. saat aku ingin pulang ibumu memanggilmu dan meminta kamu untuk mengantarkanku, namun aku menolaknya karena aku bisa jaga diriku sendiri. tapi ibumu tetep bersih keras untuk memintamu mengantarku pulang. dan dengan ekspresi yang sangat terpaksa kau akhirnya menuruti apa yang diperintahkan oleh ibumu.  saat itu aku melihat wajahmu sangat tak enak untuk dipandang. aku semakin bertanya-tanya, salah apa aku ini hingga kau menghukumku dengan cara seperti ini? aku tak tau dan mungkin aku tak menyadari akan kesalahanku, karena kau begitu saja bersikap dingin seperti ini. disepanjang jalan tak ada kata yang kita keluarkan, kita saling berdiam diri seolah-olah tak ada orang lain hanya ada kita seorang diri. aku merasa sangat tidak nyaman dalam keadaan ini, akhirnya aku mencoba untuk membuka suaraku mengawali perbincangan kita. aku meminta untuk kau mengantarku sampai sini saja dengan alasan aku tak apa jika aku pulang sendiri. namun kau menolak dan tetap ingin mengantarku hingga kedepan rumahku. katamu, kau tak ingin melihat seorang gadis pulang sendiri dimalam hari seperti ini. dari kata-katamu kau seperti orang yang sedang khawatir, namun dari ekspresimu yang sangat datar dan dingin tak ada yang menunjukan bahwa kau sedang mengkhawatirkanku.
saat kau berkata seperti itu aku tak bisa berbuat banyak selain mengalah. karena aku sangat hafal dengan sikapmu yang sangat keras kepala, dan sulit untuk merubah ucapanmu. akhirnya aku membiarkanmu untuk mengantarkanku pulang sampai kerumah. aku mencoba lagi untuk membuka pembicaraan dengan menanyakan sebenarnya apa yang sedang terjadi dalam keluargamu. namun kau hanya menjawab dengan ekspresi yang sangat datar "tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja." mendengar jawabanmu itu aku berusaha untuk mempercayai ucapanmu. dan juga aku menyadari bahwa aku tak ada hak untuk mencampuri urusan atau mengetahui masalah yang sedang terjadi pada keluargamu. tak terasa kita sudah sampai didepan rumahku. aku mengajakmu untuk bertamu sejenak dan bertemu dengan kedua orang tuaku, namun kau menolaknya dengan alasan khawatir pada ibumu. akhirnya aku hanya dapat mengucapkan terima kasih tanpa bisa membalas kebaikan darimu. dan saat itu aku terbangun dari mimpiku.
suatu hari aku juga bermimpi, kalau kita sedang berada disuatu tempat yang sama tanpa kita berdua rencanakan. saat itu aku bersama dengan temanku. dan kamu bersama dengan temanmu. didalam mimpi itu kita tak saling bertegur sapa. namun kau selalu memperhatikanku dari jauh.
aku juga pernah bermimpi, kau sedang menjalin hubungan dengan teman sekolah dasarmu. mengetahui hal itu hatiku terasa sangat sakit hingga aku tak menyadari air mata ini keluar dari tempatnya.
aku tau mimpi hanyalah bunga tidur. namun entah mengapa aku selalu berharap jika aku memimpikanmu dengan indah, aku tak ingin bangun dari mimpi indahku. karena jika aku terbangun dan melihat kenyataan yang ada saat ini, maka aku akan kecewa. buatku, lebih baik aku bermimpi selamanya dari pada harus terbangun dan melihat kenyataan yang menyakitkan. dan sampai saat ini aku tak mengetahui apa arti dari semua mimpiku tentangmu. karena aku bukan peramal mimpi yang dapat meramal sebuah mimpi.
hei tuan manis,
mungkin karena aku sangat merindukanmu itu sebabnya mengapa aku selalu memimpikanmu. dan itu sebabnya pula aku lupa akan mimpi itu, yang aku ingat hanya beberapa mimpi yang baru aku mimpikan baru-baru ini. jika nanti kau hadir kembali kedalam bunga tidurku, aku berharap semoga hanya ada kita berdua saja tanpa ada orang lain yang ikut kedalam bunga tidurku. dan aku tak ingin bangun lagi dari mimpi indah itu.

wassalam,



-NR-

Tuesday, November 10, 2015

Suratku masih untukmu (2)

Assalamu'alaikum wahai tuan manis,
bagaimana dengan kabarmu? aku selalu berdoa semoga engkau selalu diberi kesehatan dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aku disini masih sama seperti kemarin.
hei tuan manis,
ada yang membuatku bingung. disini aku sedang dekat dengan seorang lelaki yang sudah memiliki pacar. aku memang tak berharap untuk bisa berpacaran dengannya, karena terpikirkan untuk pacaran saja tak ada dalam pikiranku. hanya saja, aku takut karena kedekatan ini menumbuhkan perasaan yang tak biasa dihati ini. karena jujur, sampai sejauh ini aku sudah mulai merasakan nyaman berada didekatnya. dia sering kali mengajak ku untuk jalan. dan aku tak pernah menolak itu. kau jangan salah paham. aku tak pernah menolak karena aku hanya menganggap bahwa ajakan ini adalah ajakan dari seorang teman. selain itu, tidak ada hal yang aku kerjakan hingga aku selalu menerima ajakan dia.
hei tuan manis,
kau mau tau makhluk seperti apa dia? hmmm... bisa dibilang dia lelaki tinggi  manis berkulit putih. dia juga dewasa, baik, perhatian, dan menyebalkan. ada saja tingkah dia yang membuat ku kesal bahagia. dia selalu menjailiku dengan sejuta tingkahnya yang terkadang suka menganehkan. terkadang dia juga suka mengolokku dan membully ku. menurut dia, ada kesenangan tersendiri saat dia berhasil membuatku bete dengan olokan dan bullyannya. dan aku, aku cuma bisa berdiam diri, karena saat aku membalasnya ada saja akalnya untuk membalasku.
hei tuan manis,
pertama kali aku bertemu dengan dia adalah saat aku dan dia ditempatkan didalam satu kelas yang sama. yaa.. aku dan dia satu kelas dalam salah satu mata kuliah. saat aku pertama kali bertemu dengannya, aku dan dia duduk bersebalahan dan mulai dari situ aku terkagum padanya.
hei tuan manis,
aku tak pernah berpikir untuk bisa dekat dengannya, apa lagi sampai jalan berdua dengannya. kedekatan aku dengan dia berawal dari sikap dia yang mulai berbeda padaku. entah ada angin apa yang membuat dia terus menerus membalas pesan singkatku melalui blackberry messanger. dari situlah awal kedekatan kami. kami saling berbagi cerita satu sama lain. benar-benar tak ada rasa bosan berbincang dengannya melalui pesan singkat bbm ini. ada saja hal yang kami bicarakan. hingga akhirnya aku mengetahui bahwa dia sudah mempunyai kekasih di jakarta. ya... mereka sedang melakukan long distance relationship. saat mengetahui itu, entah mengapa aku sempat kecewa dan perlahan mulai menjauh darinya. namun, seolah dia tidak ingin aku tinggalkan. karena dia selalu berusaha menghubungiku bagaimanapun caranya. sikap yang membuatku bingung dan serba salah bukan? kejadian ini sama seperti aku ingin menjauhimu. kau selalu datang lagi, seperti tak ingin menjauh dariku. namun, maaf jika apa yang aku rasakan ini salah. aku hanya menilai menurut pandanganku saja,menurut naluri seorang wanita.
hei tuan manis,
kamu tau apa yang membuatku lebih kagum padanya? dia pernah mewakilkan Indonesia mengikuti lomba di Brazil. menakjubkan bukan? dan yang lebih menakjubkan lagi, dia berhasil menduduki juara sepuluh besar, meski ia hanya diperingkat ke tujuh dari dua puluh lima peserta. namun meski begitu, bagiku itu semua sudah lebih dari menakjubkan.
hei tuan manis,
aku selalu mencoba untuk tidak membawa perasaanku ketika aku sedang bersama dia, atau aku sedang berhubungan dengan dia. tapi aku tak bisa melakukan semua itu. aku selalu gagal saat aku mencoba memalingkan perasaanku untuk tidak terbawa perasaan. bagaimana tidak terbawa perasaan, dia selalu memberikan perhatian yang lebih untukku. terlebih jika aku jatuh sakit. disitulah aku benar-benar merasakan perhatian yang ia berikan untukku.
saat aku jalan dengannya pun aku terbawa perasaan. pada saat itu dia benar-benar menjagaku, seolah-olah aku ini kekasihnya. tapi entahlah ini hanya perasaanku saja atau memang benar ada yang aneh darinya.
hei tuan manis,
sampai saat ini aku masih dekat dengannya. dan sekarang aku mulai merasakan perasaan yang tidak biasa aku rasakan. perasaan yang lima tahun sempat aku rasakan bersamamu. dan terakhir kali aku merasakan ini lima tahun silam saat aku jatuh hati padamu. aku sendiri tidak mengerti apa ini perasaan sama seperti lima tahun silam atau tidak? apa aku ini benar-benar jatuh hati pada lelaki yang sudah mempunyai kekasih? entahlah aku benar-benar tak mengerti dengan semua ini.
aku harus bagaimana menurutmu? aku perlahan menjauh dan pergi meninggalkannya atau aku tetap bertahan dengan keadaan ini hingga aku benar-benar menyadari bahwa aku jatuh hati padanya? ini semua membingungkan untukku.
apa menurutmu perasaanku ini salah? apa menurutmu sikapku ini salah? aku sudah mengetahui dia sudah mempunyai kekasih namun aku tetap saja dekat dengannya? namun sungguh, tak ada niatan sedikitpun untuk menghancurkan hubungan orang lain. aku hanya ingin mencari teman dan sahabat sebanyak mungkin disini. aku benar-benar tidak berniat untuk menghancurkan hubungan orang lain, apalagi merebut dia dari kekasihnya. kau tau bukan kalau aku bukan orang sejahat itu? merusak kebahagiaanmu saja aku tak berani apalagi merusak kebahagiaan orang lain.
saat ini aku masih percaya pada karma. karena Tuhan tidak pernah tidur. dan Tuhan itu Maha Adil. dan itu yang menjadi prinsipku untuk tidak merusak kebahagiaan orang lain. satu lagi, aku masih punya hati.
mungkin sekian surat kecilku ini. jangan pernah bosan mendengarkan kisahku melalui surat ini, karena hanya dengan ini aku berani mencurahkan apa yang aku rasakan dan apa yang terjadi dalam kehidupanku saat ini. aku selalu berharap kau bisa membalas surat kecilku ini, entah bagaimana cara kau membalasnya. namun aku sadar, kau menyadari suratku ini untukmu saja tidak bagaimana kau akan membalasnya? mungkin ini konyol, tapi tak apa sekedar bercerita denganmu saja sudah membuat hati ini senang meski tanpa balasan darimu.
selamat malam wahai tuan manis. semoga hanya mimpi indah yang kau dapatkan. dan kau masih bisa melihat dunia yang indah ini esok hari. doaku tak pernah terhenti sampai sini.



-NR-

Wednesday, November 4, 2015

surat kecil untuk mama papa

Ma pa…
Anakmu kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa
Aku memang tak ingat bagaimana engkau membesarkan aku
Aku juga tak ingat bagaimana cara engkau menghukumku disaat kesalahan ini menghampiriku
Namun satu yang aku ingat,
Cara engkau mendidik ku adalah cara terbaik untuk menjadikan aku wanita yg baik dan tegar
Cara engkau mendidik ku adalah cara untuk menjadikan aku wanita yg bertanggung jawab
Ma pa…
Terlalu banyak pengorbanan yang engkau berikan untuk ku
Untuk anak-anakmu,
Engkau tak pernah melihat dirimu sendiri
Engkau tak pernah memikirkan dirimu sendiri
Meski terkadang yang engkau pilihkan untuk aku terkesan egois
Namun aku tau, apa yang engkau pilihkan adalah pilihan terbaik untuk ku
Ma pa…
Anakmu kini telah tumbuh besar
Aku sudah mengerti apa yang terbaik dan apa yang terburuk untuk aku
Meski begitu aku berharap, engkau jangan pernah berhenti
Berhenti untuk mengingatkanku disaat aku salah
Dan jangan pernah lelah untuk selalu membimbingku menjadi lebih baik lagi
Ma pa…
Maafkan diri ini saat lidah ini tak sengaja melukaimu
Maafkan diri ini saat suara ini tak sengaja membuatmu terkejut
Maafkan mata ini saat pandangan ini tak sengaja melihatmu dengan sinis
Aku tak sadar sudah berapa kesalahan yang aku lakukan kepada engkau
Aku tak sadar sudah seberapa sering aku melukai engkau
Satu yang aku sadari,
Aku sudah terlalu sering melukai hati engkau
Ma pa…
Hari demi hari telah berlalu
Waktu berjalan terasa begitu cepat
Hingga kini aku menyadari engkau semakin menua
Ma pa…
Rambutmu tak lagi hitam
Warna putih kini telah menghias dikepalamu
Kulitmu tak lagi kencang
Garis-garis kecil kini telah terlihat diwajahmu
Tenagamu tak lagi kuat
Sedikit demi sedikit mulai terkikis dimakan usia
Dan aku kini takut…
Takut engkau semakin menua dan meninggalkan dunia indah ini
Ma pa…
Aku bersyukur Tuhan masih memberimu umur panjang
Dan aku selalu berdoa agar Tuhan semakin memberimu umur panjang
Hingga saatnya nanti, akan aku balas semua jasa dan pengorbananmu untuku
Dan hingga saatnya nanti, aku akan membuatmu bangga dan bahagia
Ma pa…
Sehatlah selalu
Demi aku,
Dan demi anak-anakmu
Ma pa…
Tunggulah aku sukses
Tunggulah aku pulang dan berkumpul kembali bersamamu
Tunggulah aku dengan berita yang membuat kalian bahagia
Ma pa…
Tak terasa hari ini umurmu bertambah kembali
Bertambah satu angka lagi diusiamu
Selamat ulang tahun untuk engkau wahai kedua orang tuaku yang sangat aku cintai
Semoga Tuhan mengangkat semua penyakitmu,
Memanjangkan umurmu,
Melapangkan dadamu,
Dan semoga Tuhan menjadikanmu orang tua yang kuat, sabar dan tangguh
Barakallah fii umrik ma pa
Aku merindukanmu


-Dari anakmu tersayang yang jauh dimata-

suratku masih untukmu (1)

Assalamu'alaikum wahai tuan berwajah manis...
bagaimana kabarmu? aku selalu berdoa semoga engkau baik-baik saja. bagaimana dengan kerjaanmu? aku berharap selalu diberi kelancaran. engkau tak perlu khawatir, aku disini baik-baik saja. hanya saja aku masih tak percaya bahwa kita sudah berbeda kota. jarak antara kita semakin panjang. tapi kau tak perlu khawatir, aku disini akan selalu belajar untuk semakin terbiasa hidup tanpa mengingatmu. hanya saja, aku tak percaya itu akan berhasil.
maaf jika aku terlalu percaya kau akan mengkhawatirkanku. aku hanya ingin menghibur hatiku dan membuat sebuah khayalan bahwa kau mengkhawatirkanku. aku yakin kau sudah tau kekonyolanku seperti apa jika aku berbicara tentangmu.
hei tuan manis,
aku dengar kau sedang dekat dengan dia, masalalumu. aku bahagia mendengarnya. kau percaya atau tidak aku tak pernah memaksa kau untuk percaya. karena kau pasti tau aku bukan tipe orang pemaksa, karena aku tidak seegois itu. dan kau pasti tau aku tak butuh orang untuk mempercayaiku. mungkin aku sering mengatakan, "bersama siapa kamu nanti, aku selalu merasa bahagia saat kau telah menemukan kebahagiaanmu". aku katakan sekali lagi bahwa 'terserah' kau akan mempercayaiku atau tidak. karena aku yakin dari lubuk hatimu, kau sudah mengetahui bahwa aku baik-baik saja, meski hati ini terluka.
hei tuan manis,
aku akan bahagia melihat kau bahagia. meski penyebabnya bukan aku, tapi aku akan tetap bahagia. dan aku tak akan pernah tega merusak kebahagiaan yang kau punya sekarang. aku tau kau pasti sudah tau itu. jadi, aku minta tolong jangan pedulikan perasaanku. anggap aku tak pernah ada. anggap rasaku untukmu tak pernah hadir. jika nanti akan ada yang membuatmu bingung kembali kepada siapa kau akan percaya, dan akan kebenaran yang ada. pejamkanlah matamu, rasakan dan renungkan kembali akan hal yang membuatmu bingung. percayakan saja pada hatimu, karena hati tak akan pernah salah menuntun. dan kemudian buka lebar matamu, pasang baik-baik pendengaranmu. lihatlah kenyataan yang ada tanpa engkau membawa perasaan. aku yakin kau tak akan pernah salah kembali. dan aku percaya kau tak akan mengulang kesalahan yang sama. andaikan itu terjadi (kembali), tentunya aku akan kecewa. namun... apa dayaku. aku tak bisa berbuat banyak bukan? karena semua itu kembali lagi kepadamu. tapi jika aku boleh jujur. aku sudah lelah selalu disalahkan dalam hubunganmu yang baru. taukah kau, aku tak ingin lagi terlibat dengan masalah yang menurutku tak penting, hanya membuang waktuku dengan percuma. aku ini memang masalalumu, tapi bukan berarti mereka menilai bahwa aku masalalu yang masih sangat bergantung padamu. dan aku hanya hidup dimasalalu mu, bukan dimasadepanmu atau sebagai perusak kebahagiaanmu.
hei tuan manis,
semenjak aku hidup di kota orang ini, ketakutanku akan kehilanganmu menjadi semakin besar. entah mengapa itu bisa terjadi. mungkin karena aku masih belum siap untuk benar-benar kehilanganmu. ya.. mungkin saja. tapi satu yang aku ketahui sekarang, meski kita sudah berbeda kota, jarak terlalu jauh memisahkan kita hingga semakin sulit untuk kita bertatap muka, namun hati ini masih tetap untuk orang yang sama. otak ini masih memikirkan orang yang sama. orang yang lima tahun silam sempat aku miliki. orang yang lima tahun silam sangat aku sayangi dan sangat berharga untukku. yaa.... orang itu adalah kamu, tuan berwajah manis. maaf jika aku sampai saat ini belum bisa untuk berhenti menyayangi dan memikirkanmu. maaf jika sampai saat ini aku masih merindukanmu. maaf jika sampai saat ini, aku masih mengingat dengan baik ketika kita pernah bersama dahulu kala. sebelum perpisahan itu terjadi. dan maaf jangan kau paksa aku untuk berhenti melakukan kebiasaanku. karena hanya dengan ini aku bisa mengenangmu. dan jangan paksa aku pula untuk berhenti mendoakanmu dalam diam. karena hanya dengan cara itulah aku bisa memelukmu dalam doa.
hei tuan manis,
dulu aku sangat ingin sekali pergi meninggalkan kota itu. kota yang penuh dengan kenangan bersamamu. aku sangat ingin keluar dari kota itu, karena hidup terus didalamnya aku semakin sulit untuk membuang jauh ingatan aku saat bersamamu. namun sekarang, aku sadar bahwa itu semua hanyalah hasrat belaka. hasrat yang hanya menggebu-gebu pada saat aku ingin berusaha melupakanmu. karena nyatanya pergi dari kota itu tidak membuatku berhasil untuk berhenti menyayangi dan memikirkanmu. dan saat ini aku merindukan semua itu. aku ingin kembali dengan sejuta kenangan yang ada. karena sekarang aku paham, dimana pun kita berada yang namanya kenangan itu akan selalu mengintai hidup kita. namun nasi sudah menjadi bubur. aku tak bisa berbuat banyak. aku hanya bisa mengambil hikmahnya, bahwa ini semua adalah untuk kebaikanku, untuk bisa membuat orang tuaku bangga kepadaku. yaa itu hikmah yang bisa aku ambil. masalah melupakanmu aku yakin suatu saat nanti akan ada masanya dimana semua perasaanku kepadamu akan menghilang dengan sendirinya. beri aku waktu kembali karena hanya itu yang aku butuhkan saat ini. Tuhan memang selalu pintar membolak-balikan hati seseorang, maka dari itu beri aku waktu untuk benar-benar tidak goyah saat Tuhan membuat perasaan ini datang kembali.
hei tuan manis,
jaga kesehatanmu. tetap menjadi seseorang yang sangat disukai banyak orang. rubahlah sikapmu yang membuat hati seseorang sakit. aku tau menyakiti seseorang bukan kehendakmu, tapi setidaknya kau bisa menjaga sikapmu agar tidak ada yang sakit hati lagi padamu. kau sudah dewasa bukan? tentunya kau akan tau apa yang terbaik dan apa yang tidak boleh kau lakukan.
mungkin hanya ini yang dapat aku tulis disurat kecil ini. aku akan kembali menulis surat kecil ini untukmu. karena suratku masih untukmu. jangan pernah memaksa aku untuk berhenti menulis surat, karena hanya dengan ini aku dapat meluapkan apa yang aku rasakan.

sampai berjumpa dikemudian hari... aku akan selalu merindukanmu.

Monday, August 31, 2015

Ini Tak Adil Tuhan!

Ini aneh rasanya. Aku tak mengerti dengan apa yang sekarang aku rasakan. Semua sungguh membingungkan. Dulu aku berharap agar aku bisa jauh darinya. Pergi meninggalkannya dan berhijrah ke tempat yang lebih baik. Dulu aku berharap untuk tidak memikirkannya kembali. Membuang semua pikiran tentangnya yang ada di otak ini. Dulu aku berharap, aku ingin menjauh darinya dan tidak merindukannya. Namun sekarang… Saat aku sudah bisa untuk meninggalkannya dan berhijrah ketempat yang jauh darinya. Pikiran ini masih tertuju padanya. Bahkan diri ini, masih sangat merindukannya.
Aku tau ini yang aku mau dulu. Meninggalkan kota lama dan pergi berhijrah ke kota baru. Meninggalkan dia dan tidak mengabarinya. Namun entah mengapa,aku malah tersiksa dengan keadaan ini. Aku tau mungkin aku butuh waktu lebih lama lagi untuk bisa melakukan semua itu. Berhenti untuk tidak MERINDUKANNYA dan berhenti untuk tidak MEMIKIRKANNYA. Meski aku kadang bertanya pada diriku sendiri. Sampai kapan aku harus seperti? Berada dalam baying-bayang semu. Seolah aku berharap ada cahaya terang yang akan masuk dan memberikan perubahan didalam hidupku. Sampai kapan aku harus merindukan seseorang yang sudah seharusnya dari dulu aku lupakan. Apa kurang cukup tiga tahun sudah aku hidup sendiri dan berusaha untuk melupakannya. Apa kurang cukup tiga tahun sudah aku berusaha untuk melupakan perasaan ini. Apa kurang cukup waktu tiga tahun aku perlahan menghapus memori ingatan tentang kenanganku bersamanya. Aku tau memang kenangan ada bukan untuk dilupakan. Namun setidaknya, kenangan itu tidak menghantui dan mengganggu kehidupanku.
Tuhan… Mengapa harus seperti ini? Jika dekat dengannya aku tersiksa. Mengapa saat jauh dengannya aku lebih tersiksa? Mengapa semuanya begitu sama? Mengapa semuanya tak ada yang berbeda? Yang aku ingin, ada perbedaan diantara kedua itu. Yang aku ingin, saat aku jauh dengannya sekarang aku bisa sedikit mengurangi perasaanku dan tidak merindukannya. Tapi mengapa seperti ini jadinya?
Dia yang memulai. Aku yang mengakhiri. Namun mengapa dia yang begitu mudahnya meninggalkan semua ini dan melupakannya? Mengapa hanya aku yang selalu tersiksa dengan keadaan ini. Mengapa semua ini tak adil Tuhan mengapa?
Aku benci saat aku harus mengakui aku masih menyayanginya. Tapi aku juga benci saat aku harus mengelak bahwa aku masih menyayanginya. Aku benci Tuhan! Aku benci!
Aku hanya ingin bahagia. Tertawa dengan lepas bersama temanku seperti sebelum aku mengenalnya. Aku ingin merasakan jatuh cinta kembali tanpa harus ada kebohongan dan pelarian agar aku dapat melupakannya. Aku ingin itu Tuhan! Aku ingin itu!


Wednesday, August 5, 2015

ya kini aku tau...

dulu hati ini selalu gundah,
resah memikirkan apa yg tak seharusnya aku pikirkan.
galau merana,mungkin itu kata yg cocok untuk menggambarkan suasana hatiku saat itu.
bahasa kini yg sering dipakai oleh remaja.
masa yg selalu membuatku tak ingin melakukan hal apapun.
semenjak aku kehilangannya...
ya semenjak saat itu aku merasa jika hariku sudah gelap.
tak ada matahari yg menyinari disaat pagi.
dan tak ada bintang yg menerangi dikala malam.
semangat jiwa yg menggebu untuk beraktifitas.
telah hilang entah kemana.
yg aku tau hanya satu,aku kehilangannya.
waktu yg terus berlalu perlahan mengajarkan aku.
aku harus ikhlas. karena yg datang pasti akan pergi.
aku harus kuat.
saat kepergian menghampiriku.
aku harus melupakan. karena memang itu yg terbaik.
dan aku harus melangkah.
karena hidup akan terus berjalan, ada atau tanpa dia.
waktu juga yg mengajarkan aku.
mengajarkan aku arti dr ketulusan.
saat hati ini tak berharap terbalaskan.
mengajarkan dr arti kesabaran.
saat rasa rindu ini hanya bisa aku pendam.
ya, semua karena waktu.
waktu yg telah membuatku menyayanginya,
yg mampu membuatku menghilangkan rasa ini,
yg mampu membuatku tak memikirkannya lagi,
dan yg mampu membuatku menyayanginya kembali.
bukan hanya sekali saja waktu membuatku mengulangi semuanya.
mengulang untuk menghilangkan,tak memikirkannya bahkan menyayanginya kembali.
entah sudah berapa kali aku berada di fase ini.
yg aku tau kini aku kembali menyayanginya.
cinta yg entah memang masih tertinggal untuknya.
atau cinta ini memang datang kembali.
aku pernah berbicara namun pd akhirnya aku hanya dapat menelan kekecewaan.
aku tak tau sudah berapa kali aku kecewa,
mungkin sudah terlalu banyak menumpuk dihati hingga aku tak mampu menghitungnya.
tak dihargai atau memang dihargai aku tak bisa merasakaanya.
karena mata hatiku sudah ditutupi dengan rasa kecewa.
kini aku merasakannya kembali.
rasa yg hadir untuk dia.
namun aku tak ingin bicara.
mengingat pengalaman yg menyakitkan, aku memilih diam.
aku sering bertanya, sampai kapan aku harus menghilangkan lalu mengingatnya kembali?
sampai kapan cinta ini datang dan pergi sesuka hati?
dan sampai kapan aku harus berhenti bertanya dengan semua pertanyaan yg mengganggu pikiranku?
aku bersandar dalam sujudku.
mengadu pada sang pemilik hati ini.
bertanya apa yg sebenarnya terjadi. mengapa hati ini tak menentu, kadang hilang kadang hadir.
dan kini aku tau jawabnya... jawaban sederhana yg membuatku cukup akurat.
"hanya sang pemilik hati yg sesungguhnyalah yg maha pintar memutar balikan hati manusia"
sederhana bukan? yaa ini sangat sederhana dari apa yg aku pikirkan.
kini aku tau.
Dia lah yg selama ini membuat rasaku datang dan pergi.
bak angin yg selalu bisa datang dan pergi
tak pernah kita tau kapan kedatanganya dan kapan kepergiannya.
Dia lah yg selalu memutar balikan hatiku.
Dia pemilik hatiku sungguh hebat. meski memang aku tak pernah tau apa tujuannya.
ada hikmah apa dibalik semua ini.
namun aku percaya
Dia selalu memberikan yg terbaik untukku.
yg aku butuhkan, bukan aku inginkan.
dan aku percaya kepada pemilik hatiku.
jodoh tidak akan kemana.
dan tulang rusukku tidak akan salah tempat.
kini aku tau apa yg harus aku lakukan.
saat mulut ini berbicara dan membuat hati ini sakit.
aku tak ingin mengulanginya kembali.
sekarang aku memilih dalam diamku.
biarkan semua indah pada waktunya,
seperti yg sudah pemilik hatiku janjikan.
dan biarkan diamku ini menyakiti hatiku,
karena ini jauh lebih baik ketimbang aku berbicara.
jika memang rasa yg aku sembunyikan ini berbuah manis
seperti kisah cinta sayyidina ali dan fatimah ra, aku bersyukur berarti dia adalah jodohku.
namun jika tidak, aku pun bersyukur...
karena Dia telah membuatku sadar bahwa ia bukan yg terbaik untukku. "ya kini aku tau...."

Wednesday, July 15, 2015

Dibalik Nama Terindah Mu

Ya Allah...
Diri ini terlalu banyak dilumpuri oleh dosa
Kesalahan demi kesalahan
Masih aku perbuat
Segala bentuk kekhilafan
Masih aku kerjakan

Ya Ghaffaar...
Pada Mu aku bersandar
Memohon ampunan Mu
Atas segala dosa
Dan segala kekhilafan
Yang masih aku lakukan

Ya Rahim...
Bantulah diri ini menjadi manusia yang lebih baik lagi
Ajarkan aku untuk melakukan taubatan nasuha
Biarkan aku berhijrah
Jagalah komitmenku
Dan bantulah aku untuk tetap istiqomah
Atas izin-Mu
Aku yakin Engkau Yang Maha Penyayang

Ya Salim...
Dalam sujudku bersimpuh
Dalam doaku terhanyut
Tak ada tempat sandaran yang terbaik
Selain sajadah-Mu
Tak ada tempat mengadu yang terbaik
Selain pada-Mu
Aku tak ingin menjadi manusia sombong
Karena tak pernah meminta pada-Mu
Namun aku tak pantas untuk menuntut dari-Mu
Meminta segala kebaikan
Sementara diri ini masih jauh dari kata baik
Aku hanya berharap
Dan harapan terbaikku aku serahkan pada-Mu
Karena aku percaya Engkau tak akan mengecewakanku
Engkau adalah dzat yang Maha Mendengar
Dan sebaik-baiknya pendengar adalah diri-Mu
Aku tak berharap banyak pada-Mu
Aku hanya ingin
Teruslah mendengar keluh kesahku
Jangan Engkau murka padaku
Atas diri ini yang masih jauh dari kata baik
Masalah kau kabulkan permintaanku atau tidak
Itu terserah pada-Mu
Engkau masih ingin mendengarkan keluh kesahku
Sudah lebih dari cukup bagiku

Ya Rabb...
Izinkan aku bangkit
Dari segala hal yang membuat diri ini jatuh
Izinkan aku meninggalkan
Dari apa yang sudah seharusnya aku tinggalkan
Izinkan aku untuk belajar
Belajar memahami dari apa yang belum aku pahami
Belajar sabar dari apa yang sudah terjadi
Belajar menerima dari hal yang bertolak belakang dengan hatiku
Dan belajar dari masalalu agar aku menjadi lebih baik
Jangan izinkan aku untuk meratapinya
Untuk menangisinya
Dan untuk menyesalinya
Karena aku tau
Bukan itu sebenarnya tujuan dari masalalu

Ya Allah....
Lindungilah diri ini dari marabahaya
Agar diri ini tetap selalu mengingatmu
Lindungilah diri ini dari bisikan-bisikan syetan
Agar diri ini tetap berada di jalan-Mu
Jagalah aku dalam istiqomahku
Biarkan aku berhijrah
Bantulah aku untuk melangkah
Jangan biarkan aku mundur
Berbalik arah kedunia kelam
Dan jangan biarkan aku mundur
Untuk menyerah karena keadaan

Dalam doaku terhanyut
Semoga Engkau mengabulkannya
Terimakasih atas segala nikmat-Mu
Karena tanpa nikmat yang Engkau beri aku takan seperti ini


-NR-

biarkan aku pergi

aku sudah cukup lama berdiam diri disini. seolah ada yg aku tunggu dengan pasti. hingga akhirnya aku tersadar dalam mimpi panjangku. bahwa ini adalah duniaku,ini adalah kenyataan yang ada. aku hanya menyayangimu tanpa berharap lebih padamu. aku hanya menyayangimu tanpa harus aku tau perasaanmu sebenarnya. maafkan jika hati ini masih mengira kau menyayangiku. namun sungguh, aku tak pernah berharap lebih lagi padamu. aku lelah dengan semua ini. aku seperti manusia bodoh yang sedang menunggu air laut menjadi manis. ketidakpastian ini yang membuatku nampak seperti orang bodoh. bodoh dan bodoh. semua tidak jelas. dan harusnya aku sadari itu sejak awal. tak perlu susah payah memikirkan jalan apa yang harus aku tempuh. menyayangimu sangat menyakitkan. bertahan dengan rasa yang bertahun-tahun bersemayam dihati,bukan perkara yang mudah. terlebih melihat sikapmu yang penuh dengan tanda tanya. hal itu yang membuat aku semakin sakit untuk menyayangimu. aku tak pernah merasakan sesakit ini menyayangi seseorang. hanya denganmu aku bisa merasakan ini. dari awal aku tak pernah berharap lebih padamu. karena aku tau, berharap padamu hanya menambah sakit ini.

jika kamu bertanya "mengapa kau menyayangiku?" 
aku akan menjawab dengan mudah "karena cinta tak butuh alasan" 
jika kamu bertanya "mengapa aku masih bertahan menyayangimu?" 
maka aku akan menjawab "karena hati ini masih ingin bertahan, kecuali jika ia meminta pergi maka aku akan pergi" 
jika kamu bertanya "mengapa kau memilihku?" 
aku akan menjawab "karena cinta tak mengenal orang" 
jika kau bertanya "apa lebihnya aku sampai kau sangat menyayangiku?" 
maka aku akan menjawab "jika kamu tak mempunyai kelebihan maka aku tak akan mungkin bisa menyayangimu. dan aku menyayangimu bukan karena kelebihanmu, namun juga karena kekuranganmu" 
jika kau bertanya "mengapa tak kau coba untuk move on?" 
aku akan menjawab "aku sudah beberapa kali berhasil move on darimu, namun saat aku berhasil kau datang kembali membuat rasa ini hadir kembali. dan pada akhirnya hati ini memilihmu kembali." 
jika kau bertanya "apa aku tak sakit dan tak ingin meninggalkan keadaan ini?" 
aku akan menjawab "sakit! aku sakit! namun aku selalu coba untuk bertahan, karena hati ini masih belum lelah untuk bertahan dikeadaan seperti ini  jika dari awal aku bisa bangkit dari keadaan ini,maka sudah aku lakukan" 
jika kamu bertanya "apa yang aku harapkan darimu?" 
sederhana saja "aku tidak pernah berharap lebih padamu. karena aku tak pantas untuk menaruh harapku padamu." 

kini.. aku lelah dan tak ingin lagi melanjutkan kekonyolan ini. 

biarkan aku pergi, tak perlu khawatir denganku. karena aku akan baik-baik saja tanpamu. 
biarkan aku pergi, jangan kau menahanku untuk tetap bersahabat denganmu. 
biarkan aku pergi, jangan lagi kau datang kembali kedalam hidupku. karena aku tak ingin membuat hati ini sakit kembali. 
biarkan aku pergi, biarkan aku menemukan kehidupan baruku tanpa bayang-bayang darimu. 
biarkan aku pergi, karena aku ingin merasakan bahagia. 
biarkan aku pergi, karena sudah terlalu lama aku bertahan dengan keadaan ini. 
biarkan aku pergi, karena hati ini sudah terlalu lelah. 
biarkan aku pergi, jika saatnya nanti aku kembali lagi maka cinta akan tau kemana dia pulang.

Monday, July 13, 2015

mengagumimu dalam diam

setiap insan memang berhak jatuh cinta. berhak juga memutuskan kepada siapa hati ini akan diberikan. begitupun aku, aku berhak jatuh cinta dengan siapapun. sekalipun ia adalah sahabatku. memang tak berdosa mencintai sahabat sendiri. namun jika aku boleh memilih, aku tak ingin jatuh cinta dengan dia. sahabat sekaligus kekasihku dimasa lalu. tapi, aku tak bisa menghentikan perasaan ini. karena perasaan ini terus mengalir tanpa bisa aku hentikan. mungkin aku bisa menghentikannya, namun aku butuh waktu lama untuk bisa melakukan semua itu. dan entah kapan waktu akan berpihak kepadaku. 
mengagumimu dalam diam adalah kegiatanku sekarang. karena hanya dengan itu aku bisa mensyukuri anugerah terindah yang pernah aku miliki, hasil ciptaan dari Tuhan. sifatnya yang dewasa yang mampu menghadapi berbagai masalah dengan baik. serta kebijakannya yang mampu memilih dan memutuskan diantara beragam pilihan. meski tak jarang, pilihan yang ia ambil menyakiti orang lain. meski begitu, aku tau dia tak ada niatan untuk melakukan itu.
mengagumimu dalam diam adalah caraku untuk selalu mengenangmu. bukan sehari dua hari aku mengenalmu. bukan juga sebulan dua bulan aku bersahabat denganmu. aku sangat mengenal sosokmu. sangat dan sangat. aku bahagia, saat kita bisa duduk berdua membuat satu kisah yang saat ini masih bisa aku kenang. aku bahagia pernah menjadi salah satu wanita yang pernah mewarnai hidupmu. aku bahagia saat aku pernah menjadi bagian dari hidupmu. entahlah itu berharga atau tidak bagimu, namun aku tetap bahagia. tulus atau tidaknya perasaanmu saat itu yang penting aku bahagia. dan jika aku boleh meminta pada Tuhan. aku ingin kau dan aku dipersatukan disuatu tempat, dimana hanya ada kau dan aku. duduk bersama untuk mengenang masa yang pernah kita lewati bersama. sebelum pada akhirnya kita akan saling menjauh dan saling terlupakan.
mengagumimu dalam diam adalah caraku menyelesaikan masalah. karena hanya dengan cara ini persahabatan kita akan tetap utuh. tidak rusak hanya dengan perasaan ini. aku rela berkorban demi menjaga keutuhan persahabatan kita. meski aku harus mengorbankan perasaanku.
mengagumimu dalam diam adalah caraku memelukmu dalam doa. karena hanya dengan itu aku bisa merasa tenang dan dami jika melihatmu baik-baik saja. dalam doa yang tak pernah putus, aku selalu berdoa agar kau sehat selalu dan selalu bahagia. meski alasan kau bahagia bukan karena ku. hanya dengan melihatmu bahagia aku merasa senang. walaupun hati ini menangis, namun aku coba untuk tetap kuat dan bertahan dengan keadaan ini. sampai pada akhirnya, waktu yang akan merubah segalanya. merubah awan hitam menjadi pelangi yang sangat indah.

aku menyayangimu atas izin-Nya

aku mengharapkanmu
namun aku sadar, aku tak pantas berharap padamu
aku menyayangimu
namun, aku hanya dapat menyebutmu dalam doa
mencintaimu... aku rasa tak mampu
karena cintaku hanya untuk-Nya

untukmu, makhluk ciptaan Tuhan yang aku kagumi...
izinkan aku mengagumimu dalam diamku
kau sangat menawan dan rupawan
namun bukan karena itu aku menyayangimu
sifatmu yang mampu membuatku jatuh hati kembali
akhlakmu yang mampu membuat hati ini tenang
bila aku didekatmu, tenang dan nyaman yang aku rasa
ingin rasanya berada didekatmu selama mungkin
namun aku sadar, mengharapkanmu saja aku tak pantas
apalagi jika aku lama berada didekatmu
rasanya aku berdosa

untukmu, wahai lelaki idaman...
kau hampir mendekati sempurna
meski aku tau tak ada manusia yang sempurna
akhlak yang kau bangun dalam dirimu
aku yakin banyak memikat hati perempuan
karena itu aku mundur
aku mundur bukan karena aku takut kalah
tapi karena aku sadar diri
jika dibandingkan dengan mereka yang mendekatimu,
aku kalah saing

teruntukmu lelaki penghuni hatiku...
entah sudah berapa tahun rasa ini bersemayam dihatiku
namun yang jelas aku sangat tak nyaman dengan keadaan ini
menyayangimu dalam diam
membuat hati ini gundah
mengagumimu dalam diam
membuat hati ini terlena
jika aku jujur, semua itu sangat mengganggu pikiranku
sakit? pasti
tapi aku mencoba bertahan sekuat mungkin
aku sadar, menyayangi seseorang memang mempunyai resiko
dan ini resiko yang harus aku tempuh
karena aku memilih dalam diam
meski begitu, aku tak apa
masih bisa melihat senyummu,
melihat tawa dan candamu,
dan berada didekatmu, itu sudah lebih dari cukup bagiku

kau bagaikan awan putih yang berada di langit tujuh
sedangkan aku...
aku bagaikan tanah yang berada dilapis ke tujuh
kita sangat berbeda
dan aku sadar kau tak pantas untukku
kau terlalu baik dan aku terlalu buruk untukmu
karena itu aku tak pantas berharap padamu
biarkanlah ini menjadi anganku semata
tapi aku mohon izin padamu
biarkan rasa ini tetap tumbuh sebagaimana mestinya
sampai ia akan benar-benar menghilang dengan sendirinya
dan sampai rasa ini tak akan datang kembali
tanpa perlu aku dan kau mengusirnya
entah kapan waktunya
namun aku yakin, masa indah itu akan datang

aku menyayangimu atas izin-Nya
dan aku percaya, aku dapat melupakanmu atas ridho-Nya

Tuesday, May 12, 2015

ini baru awal

kesuksesan seorang manusia masih sangat panjang. sukses didunia mungkin adalah harapan dari setiap insan, namun semua itu tak penting jika kita tidak mengimbanginya dengan bekerja keras untuk mencapai kesuksesan di akhirat. karena kesuksesan sesungguhnya adalah kesuksesan di akhirat.
aku ini hanya seorang wanita yang masih belum mengerti tentang kehidupan. aku masih belajar memahami kehidupan yang sesungguhnya dari orang-orang yang menyayangiku dan selalu memberiku support. aku ini seorang wanita yang cuek dan terkadang suka tidak peduli dengan lingkungan bahkan omongan orang sekalipun. dulu sebelum aku beranjak dewasa, aku selalu melihat semua ini dengan penuh kemudahan. aku tidak pernah membuat diriku mengalami kesulitan karena suatu hal. karena aku selalu beranggapan "jalani hidup apa adanya, kalau dikasihnya seperti ini ya bersyukur yang penting aku masih bisa tetap hidup". saat itu aku tak punya pikiran untuk membuat hidupku menjadi berarti yang akan berdampak membuat orang lain bangga padaku. mungkin karena pada saat itu aku terlalu cuek makanya aku tak mempunyai sesuatu yang bisa untuk aku banggakan dan membuat orang lain bangga padaku.
dalam hal pendidikan, bisa dibilang aku murid yang biasa saja. tak mempunyai otak cerdas, tapi bukan berarti otakku tak cerdas. saat aku duduk dibangku sekolah dasar, aku sempat beberapa kali masuk ke-10 besar. saat aku duduk dibangku sekolah menengah pertama, aku sempat mendapatkan peringkat ke-4 secara berturut-turut waktu aku kelas delapan. ya meskipun hanya dua kali tapi itu sudah termasuk sebuah keberuntungan tersendiri untukku. nilai hasil ujian nasional tinggkat sd dan smp pun tak begitu bagus, ya bisa dibilang itu standar. entah apa yang ada dipikiranku. saat aku memasuki sekolah menengah atas aku mulai merubah pandangan dan prinsip hidupku. aku tidak mau lagi menjadi orang cuek yang tidak mempunyai sesuatu yang bisa aku banggakan. semenjak aku sekolah di sekolah menengah atas yang cukup terpandang di salah satu kota kecil banyak cerita ini,aku mulai menonjolkan siapa diriku. aku ingin lebih banyak dikenal di sekolah, aku ingin semua teman baik yang seangkatan, kakak kelas maupun adik kelas mengenalku, bahkan aku juga ingin dikenal oleh guru-guru disekolah. dikenal sebagai anak berprestasi, bukan sebagai anak nakal yang sering membikin onar disekolah. 
langkah demi langkah sudah aku lewati hingga akhirnya aku bisa mewujudkan apa yang aku inginkan, yaitu dikenal oleh orang banyak. aku senang dan aku bangga aku bisa melakukan semua itu. semenjak aku naik ke kelas sebelas program ips aku lebih gencar lagi membuat diriku hidup dikelas dan membuat guru-guruku mengenalku karena prestasiku. sengaja aku mengambil program ips karena memang aku lebih ahli dalam bidang ilmu pengetahuan sosial tersebut. meskipun mamah tak suka dengan keputusanku mengambil program ips ini, namun aku berhasil meluluhkan hati mamahku dengan prestasi yang aku raih di kelas sebelas ini. yaa, aku mendapatkan peringkat satu selama dua semester berturut-turut. aku juga berhasil menjuarai lomba agama hingga mewakilkan sekolahku untuk mengikuti lomba tingkat Jawa Barat di Kota Bandung. walaupun aku tidak berhasil mendapatkan juara tapi setidaknya aku bangga aku bisa menjadi perwakilan sekolah untuk mengikutin lomba se tingkat Jawa Barat. itu aku dapatkan dikelas sebelas. dikelas duabelas aku mendapatkan sesuatu yang lebih fantastic lagi. aku lagi lagi mendapatkan peringkat pertama dikelas, dan juga aku berhasil menduduki peringkat ketiga rank paralel dari semua kelas duabelas ips yang ada di sekolah. alhasil aku mendapatkan penghargaan saat pelepasan siswa-siswi dilaksanakan. aku senang dan aku bersyukur atas semua yang Allah berikan padaku. jujur sampai saat ini aku masih tidak percaya, berawal dari ucapan untuk merubah pandangan dan prinsip, kini menjadi sebuah kenyataan yang bisa membuat orang tuaku bangga padaku. tak pernah terbayangkan sebelumnya, bermimpi seperti inipun aku tak pernah.
dan sekarang saat pengumuman SNMPTN itu keluar, kebahagiaanku tak terbendung lagi. aku LOLOS SNMPTN tahun ini. dan aku keterima disalah satu universitas negeri yang sudah punya nama. lagi lagi dan lagi aku membuat orang tuaku bangga. termasuk papahku. dari awal aku adalah anak harapan satu-satunya papah yang bisa papah andalkan. melihat kakakku gagal memasuki perguruan tinggi negeri harapan satu-satunya papah adalah aku. dan papah ingin aku kuliah di perguruan tinggi negeri dan mengambil jurusan pendidikan agar kedepannya aku bisa menjadi seorang guru dan bergelar pegawai negeri. sekarang semua harapan dan cita-cita papah menjadi kenyataan. doa papah terkabulkan. puji syukur sekali lagi aku ucapkan kepada Allah SWT. aku janji, aku ga akan mengecewakan kedua orang tuaku termasuk papah. aku akan membuat papah lebih bangga lagi dari ini.
ini baru awal. kedepannya pasti bakal banyak badai dan ombak yang akan menerjang untuk ujian mencapai sebuah kesuksesan. semoga suatu saat nanti aku dan kalian yang membaca postingan ini bisa menggapai kesuksesan didunia dan diakhirat. Amin Allahuma Amin Ya Robbal'alamin :)

Saturday, April 25, 2015

aku mengulanginya kembali

Masalalu begitu keras hingga mengajarkan aku banyak pembelajaran. Salah satunya adalah belajar untuk memilih pria yg tepat. Masalu membuatku trauma. Dan itu yg membuatku sulit untuk menerima lelaki yg ingin mengenalku lebih dalam. Entah apa yg sedang merasuki aku saat ini,tapi yg pasti alasan aku melakukan itu adalah karna aku tak ingin masalalu ku terulang kembali.
Satu persatu lelaki yg mendekatiku tak pernah ada ujung yang jelas dariku. Karena aku selalu mengabaikan mereka meski aku welcome dengan mereka. Hingga akhirnya ada seseorang yg membuatku betah bertahan lama berdekatan dengannya. Aku membiarkan dia mengenaliku lebih jauh dan aku membiarkan dia mengetahui siapa aku. Entah apa yang terbesit dalam pikiranku hingga akhirnya aku luluh dengannya. Sosok sederhana ini telah mampu membuatku bangkit dari bayang-bayang rasa yg dulu pernah ada. Sosok sederhana yg hanya bermodalkan senyuman ini mampu bertahan dengan sifat jutekku. Entah apa yang ada dipikiran dan apa yg membuat dia bisa sabar menghadapi sifat jutekku. Aku memang seperti ini dan aku tak bisa merubahnyaa karena ini memang karakterku.
Hingga suatu saat aku mampu dibuat luluh olehnya. Dan dia mampu mematahkan pandanganku bahwa semua pria sama saja. Aku bisa menerima dia sebagai kekasihku. Itu hal yang dulu sulit aku lakukan. Menerima pria lain selain rasa yang dulu pernah ada. Namun tetap saja aku tak bisa menyembunyikan rasa khawatir dan gelisahku. Aku khawatir suatu saat nanti dia berubah yg ujungnya akan menyakiti hatiku. Dan aku gelisah aku takut kejadian dimasalalu ku terulang kembali. Banyak yang bilang aku tak adil karena telah menyamakan semua lelaki. Banyak yg bilang aku terlalu jahat karena tak memikirkan perasaan orang lain hanya karena takut kejadian dimasalalu terulang kembali.
Aku akui memang aku salah. Aku terlalu trauma dan takut untuk hal itu. Aku akui memang aku terlalu jahat. Aku tak mementingkan perasaan dia hanya karena aku takut untuk disakiti kembali. Namun rasa bersalah itu hanya bisa aku rasakan seorang diri. Karena lagi-lagi aku membiarkan seseorang yg aku sayangi pergi begitu saja hanya karena sifatku,tanpa bisa aku pertahankan. Aku memang menyesal. Namun bukan menyesal karena hubunganku dengan dia harus berakhir. Tapi aku menyesal karena untuk kedua kalinya aku membiarkan orang yg aku sayangi pergi begitu saja tanpa bisa aku bs perbaiki kesalahan dan mempertahankannya kembali.
Aku mengulanginya kembali. Kejadian tiga tahun silam kini terulang kembali😞

Friday, March 13, 2015

semua ini untukmu yah

mungkin untuk kebanyakan orang. yang paling terpenting dan berarti adalah sosok seorang ibu. menurut islam pun ibu lah yang paling utama dan terutama. namun bagiku tidak. aku memang menyayangi ibuku. dan aku tak pernah lupa bahwa beliaulah yang melahirkanku.jasa selama mengandung,melahirkan dan merawatku tidak mungkin bisa hilang gitu saja. namun bagiku, ayah adalah sosok yang paling aku segani,teramat aku sayangi dan aku hormati. entah bagiku ayahlah sosok yang paling berarti dan berharga didalam hidupku. bukan ibu.
sejak aku kecil,aku sudah terbiasa dirawat dan dijaga dengan ayah. meski ayah juga harus mencari nafkah, namun ayah sangat ikhlas dan sangat senang merawatku. pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh ibu diambil alih oleh ayah. sampai sekarang pun,saat aku duduk dibangku sekolah menengah atas ayah lah yang sering merawat,menjaga dan tak lupa mengingatkanku agar aku menjadi anak yang berguna dan bisa menjadi kebanggaan buat kedua orang tuaku.
dua kepala berbeda pemikiran. dua kepala berbeda sifat. itulah yang terjadi pada kehidupan rumah tangga. aku lebih menghormati ayahku karena aku punya alasan. aku lebih menyayangi ayahku karena aku pun punya alasan. mungkin orang yang membaca tulisanku ini akan berfikir bahwa aku adalah orang yang aneh. mungkin juga akan ada yang berfikir kalau aku ini anak durhaka, yang lebih mengutamakan ayah dibandingkan ibu. tapi aku sama sekali tak peduli dengan apa yang orang katakan. karena mereka tidak merasakan dan tidak mengalami apa yang aku rasa. aku tak mungkin menjelaskan satu persatu alasanku, karena sama saja aku membuka aib keluargaku sendiri.
dari aku kecil, ayah yang memandikanku. ayah yang menyuapkan ku. ayah yang mengajarkan ku berjalan. ayah mengajarkanku membaca dan menulis. ayah yang selalu mengantarkanku sekolah dihari pertama sekolah. ayah yang selalu menjemput atau mengantarkanku kemanapun aku mau. ayah yang selalu ikut campur saat aku sedang ada masalah. ayah yang selalu menolongku saat aku susah. ayah yang yang selalu mengantarkanku ke dokter saat aku sakit. ayah yang selalu menemaniku bermalam dirumah sakit. ayah yang selalu sabar saat aku marah. ayah yang selalu diam saat aku mengeluarkan ucapan yang menyakiti hatinya. ayah yang mencariku saat aku pergi dari rumah. ayah yang selalu menelpon ku saat aku belum pulang. dan ayahlah yang  selalu memberiku motivasi agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik darinya.
ituulah alasan mengapa aku lebih menyayangi ayahku dari pada ibuku. namun bukan berarti aku tak menyayangi ibuku. aku menyayanginya amat menyayanginya namun rasa sayang itu tak sebesar rasa sayangku pada ayah.
karena ayah telah mengajarkanku banyak hal. karena ayah aku menjadi anak yang kuat. karena ayah aku bisa menjadi wanita yang tegar. karena ayah selalu berkata "jadi wanita tidak boleh lemah,jadi wanita harus kuat. jangan pedulikan apa yang orang katakan. jangan mengambil keburukan dari orang lain termasuk keburukan ibu kamu sendiri. kamu harus bisa lebih dari apa yang ayah dapatkan sekarang. kamu harus punya sifat yang baik. kamu harus bisa menjadi wanita yang lebih dari ibu kamu, baik dari sifat maupun sikap. kamu harus bisa tunjukan kepada dunia kalau kamu mampu menaklukan dunia. tidak ada yang susah selagi kamu mencoba. kalau kamu gagal kamu harus mencobanya lagi sampai kamu temukan kata berhasil."
dan karena kata-kata yang sering ayah ucapkan padaku yang membuat aku bersemangat untuk mencapai apa yang aku inginkan. untuk dapat menaklukan dunia dan untuk menjadi apa yang ayah harapkan. semua yang aku lakukan adalah untukmu yah. aku akan melakukan yang terbaik dan yang aku bisa untukmu yah. semuanya untukmu. karena ayahlah yang menjadi inspirasi kehidupanku. love you yah

Saturday, March 7, 2015

ku temukan yang baru

entah tak terhitung waktu berapa lama aku harus melawan ingatanku dimasa lalu. berapa langkah yang sudah aku tempuh untuk pergi dan lari dari masa lalu. dan berapa orang yang sudah aku libatkan untuk membantuku bangkit dari lobang yang sama.
aku tau semuanya memang harus berakhir, kecuali memang Tuhan yang berkenan. meski aku sadar tapi hati ini masih miliknya. aku juga tau ini bersifat sementara, karena akan ada masa dimana kita harus melanjutkan kehidupan yang lebih baik lagi. aku sadar, dan aku sangat sadar akan hal itu. tapi sekali lagi, hati ini belum mampu menghapus semua rasa dan otak ini belum mau digantikan dengan ingatan yang baru.
beribu kali dia mengecewakan. beribu kali dia menyakiti. atau beribu kali dia melakukan kesalahan yang sama. beribu kali juga aku tak mampu untuk melupakannya. jangankan untuk itu, untuk membencinya pun aku tak mampu.
aku tak ingat berapa ribu kata yang aku tulis didalam catatanku ini tentang dia. bahkan aku lupa cerita apa saja yang aku tulis tentang dia. mungkin karena begitu seringnya aku memikirkan dia, dan begitu banyaknya cerita tentang dia hingga membuatku lupa akan apa yang sudah aku tulis.
dia sudah bahagia. dan aku memang seharusnya berbahagia melihat dia bahagia. muna memang, tapi hanya itu yang bisa kita lakukan untuk sahabat kita. meski menyakitkan diawal tapi aku yakin akan menyenangkan dikemudian hari. yaaa itulah resiko dari sahabat menjadi cinta. dan aku telah merasakannya sekarang.
yaa seiring berjalannya waktu. serta dibantunya lost contact aku dengan dia perlahan perasaan ini memudar dengan sendirinya. ingatan inipun tak ingin kembali mengingat masa-masa itu. meski indah namun tak ingin menginjak kembali masa yang seharusnya sudah dari dulu aku tinggalkan.
bersyukur. karena inilah jawaban atas semua teka-teki dan doaku. aku menemukan yang baru. dan sekarang aku nyaman dengan apa yang ku temukan. aku tak berharap banyak, karena yang terpenting untuk ku sekarang aku sudah tidak lagi merasakan mati rasa karena cinta. karena aku sudah berhasil membuktikan bahwa aku dapat jatuh cinta(kembali) :)

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...