Tuesday, November 10, 2015

Suratku masih untukmu (2)

Assalamu'alaikum wahai tuan manis,
bagaimana dengan kabarmu? aku selalu berdoa semoga engkau selalu diberi kesehatan dan selalu berada dalam lindungan-Nya. Aku disini masih sama seperti kemarin.
hei tuan manis,
ada yang membuatku bingung. disini aku sedang dekat dengan seorang lelaki yang sudah memiliki pacar. aku memang tak berharap untuk bisa berpacaran dengannya, karena terpikirkan untuk pacaran saja tak ada dalam pikiranku. hanya saja, aku takut karena kedekatan ini menumbuhkan perasaan yang tak biasa dihati ini. karena jujur, sampai sejauh ini aku sudah mulai merasakan nyaman berada didekatnya. dia sering kali mengajak ku untuk jalan. dan aku tak pernah menolak itu. kau jangan salah paham. aku tak pernah menolak karena aku hanya menganggap bahwa ajakan ini adalah ajakan dari seorang teman. selain itu, tidak ada hal yang aku kerjakan hingga aku selalu menerima ajakan dia.
hei tuan manis,
kau mau tau makhluk seperti apa dia? hmmm... bisa dibilang dia lelaki tinggi  manis berkulit putih. dia juga dewasa, baik, perhatian, dan menyebalkan. ada saja tingkah dia yang membuat ku kesal bahagia. dia selalu menjailiku dengan sejuta tingkahnya yang terkadang suka menganehkan. terkadang dia juga suka mengolokku dan membully ku. menurut dia, ada kesenangan tersendiri saat dia berhasil membuatku bete dengan olokan dan bullyannya. dan aku, aku cuma bisa berdiam diri, karena saat aku membalasnya ada saja akalnya untuk membalasku.
hei tuan manis,
pertama kali aku bertemu dengan dia adalah saat aku dan dia ditempatkan didalam satu kelas yang sama. yaa.. aku dan dia satu kelas dalam salah satu mata kuliah. saat aku pertama kali bertemu dengannya, aku dan dia duduk bersebalahan dan mulai dari situ aku terkagum padanya.
hei tuan manis,
aku tak pernah berpikir untuk bisa dekat dengannya, apa lagi sampai jalan berdua dengannya. kedekatan aku dengan dia berawal dari sikap dia yang mulai berbeda padaku. entah ada angin apa yang membuat dia terus menerus membalas pesan singkatku melalui blackberry messanger. dari situlah awal kedekatan kami. kami saling berbagi cerita satu sama lain. benar-benar tak ada rasa bosan berbincang dengannya melalui pesan singkat bbm ini. ada saja hal yang kami bicarakan. hingga akhirnya aku mengetahui bahwa dia sudah mempunyai kekasih di jakarta. ya... mereka sedang melakukan long distance relationship. saat mengetahui itu, entah mengapa aku sempat kecewa dan perlahan mulai menjauh darinya. namun, seolah dia tidak ingin aku tinggalkan. karena dia selalu berusaha menghubungiku bagaimanapun caranya. sikap yang membuatku bingung dan serba salah bukan? kejadian ini sama seperti aku ingin menjauhimu. kau selalu datang lagi, seperti tak ingin menjauh dariku. namun, maaf jika apa yang aku rasakan ini salah. aku hanya menilai menurut pandanganku saja,menurut naluri seorang wanita.
hei tuan manis,
kamu tau apa yang membuatku lebih kagum padanya? dia pernah mewakilkan Indonesia mengikuti lomba di Brazil. menakjubkan bukan? dan yang lebih menakjubkan lagi, dia berhasil menduduki juara sepuluh besar, meski ia hanya diperingkat ke tujuh dari dua puluh lima peserta. namun meski begitu, bagiku itu semua sudah lebih dari menakjubkan.
hei tuan manis,
aku selalu mencoba untuk tidak membawa perasaanku ketika aku sedang bersama dia, atau aku sedang berhubungan dengan dia. tapi aku tak bisa melakukan semua itu. aku selalu gagal saat aku mencoba memalingkan perasaanku untuk tidak terbawa perasaan. bagaimana tidak terbawa perasaan, dia selalu memberikan perhatian yang lebih untukku. terlebih jika aku jatuh sakit. disitulah aku benar-benar merasakan perhatian yang ia berikan untukku.
saat aku jalan dengannya pun aku terbawa perasaan. pada saat itu dia benar-benar menjagaku, seolah-olah aku ini kekasihnya. tapi entahlah ini hanya perasaanku saja atau memang benar ada yang aneh darinya.
hei tuan manis,
sampai saat ini aku masih dekat dengannya. dan sekarang aku mulai merasakan perasaan yang tidak biasa aku rasakan. perasaan yang lima tahun sempat aku rasakan bersamamu. dan terakhir kali aku merasakan ini lima tahun silam saat aku jatuh hati padamu. aku sendiri tidak mengerti apa ini perasaan sama seperti lima tahun silam atau tidak? apa aku ini benar-benar jatuh hati pada lelaki yang sudah mempunyai kekasih? entahlah aku benar-benar tak mengerti dengan semua ini.
aku harus bagaimana menurutmu? aku perlahan menjauh dan pergi meninggalkannya atau aku tetap bertahan dengan keadaan ini hingga aku benar-benar menyadari bahwa aku jatuh hati padanya? ini semua membingungkan untukku.
apa menurutmu perasaanku ini salah? apa menurutmu sikapku ini salah? aku sudah mengetahui dia sudah mempunyai kekasih namun aku tetap saja dekat dengannya? namun sungguh, tak ada niatan sedikitpun untuk menghancurkan hubungan orang lain. aku hanya ingin mencari teman dan sahabat sebanyak mungkin disini. aku benar-benar tidak berniat untuk menghancurkan hubungan orang lain, apalagi merebut dia dari kekasihnya. kau tau bukan kalau aku bukan orang sejahat itu? merusak kebahagiaanmu saja aku tak berani apalagi merusak kebahagiaan orang lain.
saat ini aku masih percaya pada karma. karena Tuhan tidak pernah tidur. dan Tuhan itu Maha Adil. dan itu yang menjadi prinsipku untuk tidak merusak kebahagiaan orang lain. satu lagi, aku masih punya hati.
mungkin sekian surat kecilku ini. jangan pernah bosan mendengarkan kisahku melalui surat ini, karena hanya dengan ini aku berani mencurahkan apa yang aku rasakan dan apa yang terjadi dalam kehidupanku saat ini. aku selalu berharap kau bisa membalas surat kecilku ini, entah bagaimana cara kau membalasnya. namun aku sadar, kau menyadari suratku ini untukmu saja tidak bagaimana kau akan membalasnya? mungkin ini konyol, tapi tak apa sekedar bercerita denganmu saja sudah membuat hati ini senang meski tanpa balasan darimu.
selamat malam wahai tuan manis. semoga hanya mimpi indah yang kau dapatkan. dan kau masih bisa melihat dunia yang indah ini esok hari. doaku tak pernah terhenti sampai sini.



-NR-

No comments:

Post a Comment

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...