Assalamu'alaikum wahai tuan
manis,
bagaimana dengan kabarmu?
aku selalu berdoa semoga engkau selalu diberi kesehatan dan selalu berada dalam
lindungan-Nya. Aku disini masih sama seperti kemarin.
hei tuan manis,
ada yang membuatku bingung.
disini aku sedang dekat dengan seorang lelaki yang sudah memiliki pacar. aku
memang tak berharap untuk bisa berpacaran dengannya, karena terpikirkan untuk
pacaran saja tak ada dalam pikiranku. hanya saja, aku takut karena kedekatan
ini menumbuhkan perasaan yang tak biasa dihati ini. karena jujur, sampai sejauh
ini aku sudah mulai merasakan nyaman berada didekatnya. dia sering kali
mengajak ku untuk jalan. dan aku tak pernah menolak itu. kau jangan salah
paham. aku tak pernah menolak karena aku hanya menganggap bahwa ajakan ini
adalah ajakan dari seorang teman. selain itu, tidak ada hal yang aku kerjakan
hingga aku selalu menerima ajakan dia.
hei tuan manis,
kau mau tau makhluk seperti
apa dia? hmmm... bisa dibilang dia lelaki tinggi manis berkulit putih. dia juga dewasa, baik,
perhatian, dan menyebalkan. ada saja tingkah dia yang membuat ku kesal bahagia.
dia selalu menjailiku dengan sejuta tingkahnya yang terkadang suka menganehkan.
terkadang dia juga suka mengolokku dan membully ku. menurut dia, ada kesenangan
tersendiri saat dia berhasil membuatku bete dengan olokan dan bullyannya. dan
aku, aku cuma bisa berdiam diri, karena saat aku membalasnya ada saja akalnya
untuk membalasku.
hei tuan manis,
pertama kali aku bertemu
dengan dia adalah saat aku dan dia ditempatkan didalam satu kelas yang sama.
yaa.. aku dan dia satu kelas dalam salah satu mata kuliah. saat aku pertama
kali bertemu dengannya, aku dan dia duduk bersebalahan dan mulai dari situ aku
terkagum padanya.
hei tuan manis,
aku tak pernah berpikir
untuk bisa dekat dengannya, apa lagi sampai jalan berdua dengannya. kedekatan
aku dengan dia berawal dari sikap dia yang mulai berbeda padaku. entah ada
angin apa yang membuat dia terus menerus membalas pesan singkatku melalui blackberry
messanger. dari situlah awal kedekatan kami. kami saling berbagi cerita satu
sama lain. benar-benar tak ada rasa bosan berbincang dengannya melalui pesan
singkat bbm ini. ada saja hal yang kami bicarakan. hingga akhirnya aku
mengetahui bahwa dia sudah mempunyai kekasih di jakarta. ya... mereka sedang
melakukan long distance relationship. saat mengetahui itu, entah mengapa
aku sempat kecewa dan perlahan mulai menjauh darinya. namun, seolah dia tidak
ingin aku tinggalkan. karena dia selalu berusaha menghubungiku bagaimanapun
caranya. sikap yang membuatku bingung dan serba salah bukan? kejadian ini sama
seperti aku ingin menjauhimu. kau selalu datang lagi, seperti tak ingin menjauh
dariku. namun, maaf jika apa yang aku rasakan ini salah. aku hanya menilai
menurut pandanganku saja,menurut naluri seorang wanita.
hei tuan manis,
kamu tau apa yang membuatku
lebih kagum padanya? dia pernah mewakilkan Indonesia mengikuti lomba di Brazil.
menakjubkan bukan? dan yang lebih menakjubkan lagi, dia berhasil menduduki
juara sepuluh besar, meski ia hanya diperingkat ke tujuh dari dua puluh lima
peserta. namun meski begitu, bagiku itu semua sudah lebih dari menakjubkan.
hei tuan manis,
aku selalu mencoba untuk
tidak membawa perasaanku ketika aku sedang bersama dia, atau aku sedang
berhubungan dengan dia. tapi aku tak bisa melakukan semua itu. aku selalu gagal
saat aku mencoba memalingkan perasaanku untuk tidak terbawa perasaan. bagaimana
tidak terbawa perasaan, dia selalu memberikan perhatian yang lebih untukku.
terlebih jika aku jatuh sakit. disitulah aku benar-benar merasakan perhatian
yang ia berikan untukku.
saat aku jalan dengannya pun
aku terbawa perasaan. pada saat itu dia benar-benar menjagaku, seolah-olah aku
ini kekasihnya. tapi entahlah ini hanya perasaanku saja atau memang benar ada
yang aneh darinya.
hei tuan manis,
sampai saat ini aku masih
dekat dengannya. dan sekarang aku mulai merasakan perasaan yang tidak biasa aku
rasakan. perasaan yang lima tahun sempat aku rasakan bersamamu. dan terakhir
kali aku merasakan ini lima tahun silam saat aku jatuh hati padamu. aku sendiri
tidak mengerti apa ini perasaan sama seperti lima tahun silam atau tidak? apa
aku ini benar-benar jatuh hati pada lelaki yang sudah mempunyai kekasih?
entahlah aku benar-benar tak mengerti dengan semua ini.
aku harus bagaimana
menurutmu? aku perlahan menjauh dan pergi meninggalkannya atau aku tetap
bertahan dengan keadaan ini hingga aku benar-benar menyadari bahwa aku jatuh
hati padanya? ini semua membingungkan untukku.
apa menurutmu perasaanku ini
salah? apa menurutmu sikapku ini salah? aku sudah mengetahui dia sudah
mempunyai kekasih namun aku tetap saja dekat dengannya? namun sungguh, tak ada
niatan sedikitpun untuk menghancurkan hubungan orang lain. aku hanya ingin
mencari teman dan sahabat sebanyak mungkin disini. aku benar-benar tidak
berniat untuk menghancurkan hubungan orang lain, apalagi merebut dia dari
kekasihnya. kau tau bukan kalau aku bukan orang sejahat itu? merusak
kebahagiaanmu saja aku tak berani apalagi merusak kebahagiaan orang lain.
saat ini aku masih percaya
pada karma. karena Tuhan tidak pernah tidur. dan Tuhan itu Maha Adil. dan itu
yang menjadi prinsipku untuk tidak merusak kebahagiaan orang lain. satu lagi,
aku masih punya hati.
mungkin sekian surat kecilku
ini. jangan pernah bosan mendengarkan kisahku melalui surat ini, karena hanya
dengan ini aku berani mencurahkan apa yang aku rasakan dan apa yang terjadi
dalam kehidupanku saat ini. aku selalu berharap kau bisa membalas surat kecilku
ini, entah bagaimana cara kau membalasnya. namun aku sadar, kau menyadari
suratku ini untukmu saja tidak bagaimana kau akan membalasnya? mungkin ini
konyol, tapi tak apa sekedar bercerita denganmu saja sudah membuat hati ini
senang meski tanpa balasan darimu.
selamat malam wahai tuan
manis. semoga hanya mimpi indah yang kau dapatkan. dan kau masih bisa melihat
dunia yang indah ini esok hari. doaku tak pernah terhenti sampai sini.
-NR-
No comments:
Post a Comment