Thursday, February 18, 2016

tiga tahun tanpa kamu.

Sudah dua ribu enam belas, itu tandanya sudah tiga tahun aku tanpa kamu, sudah hampir enam tahun perasaan ini bersemayam dihati. Dan selama enam tahun pula aku gagal move on dari kamu. Tiga tahun atau enam tahun bukan waktu yg sebentar. Bukan waktu yg singkat.
Enam tahun perasaan ini bersemayam berarti artinya sudah 72 bulan 288 minggu dan 2016 hari. Sekali lagi, itu bukan waktu yg singkat. Dan tidak mudah bagiku bertahan dalam waktu yg selama ini. Selama ini aku coba untuk bisa bangkit dan menghilangkan perasaan ini. Sejak awal pertama hubungan kita berakhir pada 20 juli 2010. Dan sampai saat ini aku masih belum berhasil untuk melakukan itu semua. Apa kamu tau betapa tersiksanya aku dengan keadaan ini? Apa kamu tau rasanya menyayangi terlalu dalam seperti ini? Apa kamu tau rasanya dibully oleh teman-temanmu karena kamu belum bisa move on dari masa lalumu? Apa kamu tau rasanya melihat kamu dengan yg lain? Apa kamu tau rasanya selalu gagal untuk melangkah itu seperti apa? Apa kamu tau rasanya ketika kamu ingin menghilang selamanya dari kehidupan orang yg kamu sayangi tetapi ada yg menghalanginya? Apa kamu tau rasanya itu semua? Apa kamu tau? Dan apa kamu tau juga rasanya ketika kamu sudah berniat ingin bangkit tetapi orang yg kamu sayangi datang kembali dengan membawa seribu harapan lalu dengan sekejap dia menghancurkannya dengan pergi dan berubah tanpa alasan? Apa kamu tau rasanya selalu gagal karena kesalahan yg sama, yaitu membiarkanmu masuk kembali dan membiarkanmu pergi sesuka hati? Apa kamu tau rasanya? Aku tak bisa menjelaskan dengan kata-kata. Tapi satu yg pasti dan perlu kamu ketahui bahwa, semua itu sungguh menyakitkan.
Kamu selalu menjadi alasanku untuk bangkit. Tapi kamu juga yg selalu menjadi alasanku untuk bertahan. Kamu selalu datang disaat aku sudah berniat dan bertekad untuk mencoba kembali melupakan kamu, seolah-olah kamu memberikan aku isyarat bahwa kamu tak ingin aku lupakan. Namun saat tekad ini mulai lemah, kamu pergi begitu saja seakan-akan kamu tak meninggalkan dosa sedikitpun. Apa kamu tau itu? Itu yg selalu aku rasakan setiap aku ingin bangkit dan melupakanmu. Dan karena hal itu lah untuk kesekian kalinya aku gagal melupakanmu. Aku selalu ingin pergi dari kehidupanmu, tak ingin kembali dan bertemu denganmu. Namun mereka, mereka selalu mencegahku, mereka selalu mengatakan bahwa tak baik aku memutuskan tali silaturahmi. Ya memang aku tahu, aku tahu soal itu. Tapi biarkanlah aku pergi sekejap saja hingga perasaan ini hilang. Karena terus bersamamu dengan alasan mereka adalah salah satu hal yg menyulitkan posisiku saat ini. Apa kamu tau itu. Apa sebenarnya ini yg kamu inginkan? Apa kamu bahagia diatas penderitaanku?
Berkali-kali aku coba, berkali-kali juga aku berhasil dan berkali-kali juga aku gagal. Kamu tau karena apa? Itu semua karena KAMU! Iyaa kamu! Orang manis yg masih ada didalam hati dan pikiranku.
Tak bisakah kau menyadari sedikit saja tentang semua ini? Minimal aku harap kau sadar dan tidak datang lagi dengan membawa segudang harapan. Oh tidak mungkin saat ini kamu berfikir kalau aku yg terlalu berharap. Tidak tidak! Aku bisa merasa seperti itu karena kamu yg memberikan sinyal yg kuat untukku. Oh tidak, mungkin kamu merasa kalau aku yg terlalu kegeeran. Tidak tidak! Aku cukup tau diri. Aku cukup membedakan mana yg tulus dan mana yg tidak. Dan jika kamu tau, dari setiap kata-kata yg kamu kirimkan padaku, semua itu sudah menjadi cukup bukti untuk perasaanku ini. Oh tidak, mungkin kamu beranggapan bahwa "bisa saja aku melakukannya ke semua cewe". Tidak tidak! Bukan sehari dua hari aku mengenali mu. Jadi aku tau betul siapa kamu ini, siapa masa lalu aku ini. Dulu saat kamu masih dibangku sekolah menengah pertama kamu mungkin bisa melakukan semua itu, tapi saat kamu tumbuh dewasa seperti sekarang ini, aku rasa tak akan mungkin kamu melakukan itu kembali. Karena apa? Karena aku percaya kamu telah cukup dewasa untuk serius menjalin hubungan.
Oh ayolah sadari semua ini wahai tuan manis! Aku selalu sulit tertidur ketika malam hari karenamu. Karena kamu selau mengganggu pikiranku. Aku lelah wahai tuan manis. Aku lelah dengan semua ini. Aku sangat merindukan bagaimana rasanya jatuh cinta kembali. Aku sangat merindukan sosok yg baru, yg seharusnya sudah bisa aku rasakan kalau kau tak menggangguku kembali.
Sadari itu aku mohon! Aku hanya ingin kamu menyadari kalau disini ada seorang gadis yg masih belum bisa keluar dari bayang-bayangmu.
Tolong sadari itu! Sadari kalau hati kecilku selalu berkata kau juga masih menyayangiku. Aku hanya ingin kau menyadarinya dan memberikanku penjelasan tentang semua ini. Tentang sikapmu yg selalu berubah dan tentang hati kecilku yg selalu merasa kau masih menyayangiku. Setidaknya kau bicara jangan bungkam dan membuat semua orang bimbang. Karena dengan cara kau bungkam membuat aku semakin bimbang. Aku hanya ingin mendengar penjelasan darimu, itu saja tak lebih. Apa aku salah? Iya? Jelaskan padaku dimana letak kesalahanku? Sekali lagi aku bertanya, bisa kah kau menjelaskan semuanya? Jika kau tak mampu menjelaskannya baiklah bukan masalah. Tapi aku mohon jangan datang lagi padaku sampai nanti aku sendiri yg akan datang kembali padamu. Dan disaat itulah aku sudah berhasil melupakanmu. Namun saat aku sudah berhasil nanti, aku mohon, kau jangan datang memberikanku harapan kembali. Karena jika itu terjadi maka aku akan gagal untuk kesekian kalinya. Dan aku tak mau itu terjadi kembali. Aku lelah, sungguh lelah.

-NR-

Sakit dalam Diam

Apa yg aku rasakan sekarang ini?
Apakah ini yg namanya sayang?
Apakah ini yg namanya cinta sejati?
Bertahun-tahun dia bersemayam dihati
Tak ingin pergi meski ku usir
Apakah ini yg namanya cinta sepihak?
Menyakitkan dan hambar rasanya
Kamu bebas berkelana
Tak ada yg menahan ataupun menghambat
Sedang aku?
Ada hati yg menahan
Ada rasa yg menjadi penghambat
Aku tak tau apa ini namanya
Yang aku tau sekarang, aku sedang merasa aku mencintai dalam diam
Menahan semua rasa sendiri
Kau dan orang lain tak ada yg mengetahui
Ingin aku bercerita, berbagi rasa tentang apa yg aku rasa sekarang
Namun aku takut,
Aku takut diolok oleh mereka
Sebab mereka hanya ingin tau bukan karena peduli
Apa aku sanggup untuk diolok kembali?
Tidak,menahan rasa ini cukup apalagi jika ditambah dengan olokan.
Lantas aku harus apa?
Apa aku harus berdiam seperti ini selamanya?
Hingga semuanya akan menghilang dengan sendirinya
Apa aku harus menahan semuanya sendiri?
Hingga aku menyerah dengan keadaan
Ketahuilah ini sangat sulit untukku
Memikirkanmu,menyayangimu,merindukanmu
Semua hanya dalam diamku
Semua hanya aku yang merasa
Ingin sekali aku mendengar kejelasan atas perasaanmu
Apakah kita punya rasa yg sama atau tidak?
Hanya itu yg ingin aku dengar
Bukan sebuah keabstrakan
Bukan juga sebuah jawaban yg mengambang
Aku hanya butuh kejelasan karena aku wanita
Aku butuh kejelasan
Karena aku ingin hidup bebas sepertimu
Berkelana mencari cinta sejati
Bukan berdiam diri dengan bodoh menunggu ketidak pastian
Tolong! Tolong izinkan aku seperti mu!
Hidup bebas tanpa beban sedikitpun
Tanpa ada cinta yg menghambat semuanya
Aku hanya ingin hidup bebas
Aku hanya ingin itu
Tapi ketahuilah semua itu sulit,sangat sulit
Aku masih merasa kau akan kembali
Feeling ku begitu kuat sampai ia terus menahanku untuk jangan pergi
Aku masih merasa kau menyayangiku
Meski kenyataannya sikapmu teramat buruk padaku
Lantas untuk apa aku bertahan jika semuanya akan sia-sia?
Apa kamu senang aku seperti ini?
Apa ini yg kamu inginkan?
Kamu sungguh beruntung ada seseorang yg menyayangimu dgn tulus
Tanpa mengharap balasan
Tanpa berharap kau melihatnya
Rela bekorban untukmu
Demi melihat kau tersenyum meski hati terluka
Tapi aku?
Entah bisa dibilang bagaimana nasibku ini
Apa menyedihkan? Atau kurang beruntung karena menyayangi orang yang salah
Ketahuilah aku juga ingin menjadi alasan kau bahagia,meski itu mustahil.


-NR-

Ajarkan Aku Rahasiamu

Aku rindu aku yg dulu
Aku yg selalu kuat tak pernah lemah
Apa lagi tak pernah kenal air mata
Aku rindu aku yg dulu
Yg bisa tertawa lepas dari hati
Seakan tak ada beban yg harus aku pikul
Aku rindu aku yg dulu
Yg selalu bahagia tanpa mengenal kesedihan
Apa lagi air mata
Aku rindu aku yg dulu
Yg bisa melakukan apa pun sesuka hati
Tak ada yg melarang
Aku rindu aku yg dulu
Yg hidup bebas tanpa ada beban
Aku ingin menjadi aku yg dulu
Aku sangat ingin kembali menjadi aku yg dulu
Bukan yg sekarang,
Sebab aku yg saat ini sangat berbeda dengan aku yg dulu
Dan penyebabnya adalah kau
Ya kau...
Orang yg sampai saat ini masih bersemayam dihati
Mungkin akan abadi didalam hati ini,
Namun mungkin saja tidak,
Ya tidak.
Jika kau ingin mengajariku rahasiamu
Tolong ajarkan aku rahasiamu,
Agar aku bisa melepaskan dengan mudah
Tolong ajarkan aku rahasiamu,
Agar aku dapat mengikhlaskanmu
Tolong ajarkan aku rahasiamu,
Agar aku dapat melupakanmu
Seperti kau yg sudah melupakanku
Tolong ajarkan aku rahasiamu,
Agar aku dapat merasakan kebebasan kembali
Bukan lagi seperti burung dalam sangkar yg hanya berkutik didalamnya
Seperti kau, aku juga ingin bebas berkelana
Mencari mangsa kesana kemari untuk bisa menemukan yg terbaik
Bukan seperti aku,
Yg masih menganggapmu yg terbaik
Ajarkan aku rahasiamu,
Agar aku dapat tertawa lepas seperti tak ada beban yg harus aku pikul
Agar aku dapat sepertimu hanya bermuka satu, bukan sepertiku..
Yg selalu memasang fake smile didepan semua orang
Ya..
aku selalu memasang fake smile,
karena aku tak ingin ada yg mengetahui bahwa aku yg sesungguhnya adalah tak lebih dari wanita lemah
Ajarkan aku rahasiamu,
Agar aku dapat merasakan jatuh cinta kembali
Sama halnya sepertimu
Kau dapat menemukan yg baru setelah denganku
Ajarkan aku rahasiamu,
Agar setiap malam tiba aku tak lagi mengingatmu,
Mengingat semua kenangan kita
Ajarkan aku rahasiamu,
Agar aku menjadi kuat sepertimu
Yg tak selalu menangis saat malam tiba
Hanya karena mengingatmu, mengingat semuanya
Kamu selalu mengajari aku mengais-ngais masalalu
Membawa aku mengikuti arus kenangan
Yg sudah seharusnya aku lupakan
Kamu selalu menyeret aku dalam kesedihan
Membawa aku kedalam dunia gelap
Yg hanya ada bayang-bayangmu
Yg seharusnya sudah dari dulu aku keluar dari dunia tersebut
Siapa aku sebenarnya dimatamu?
Mengapa rasanya sulit kau membiarkanku hidup bebas?
Apakah penting aku dikehidupanmu?
Hingga kau tak izinkan aku untuk pergi meninggalkanmu
Sampai kapan aku menjadi layang-layangmu?
Karena aku sudah lelah kau tarik ulur sesuka hati
Tak bisa kah kau lihat ketulusan hati ini?
Apakah layang-layangmu ini tak berhak untuk bebas dan terbang bahagia?
Tolong hentikan semua ini!
Tolong ajarkan aku rahasiamu,
Agar aku bisa menjadi sepertimu.
Karena aku sudah lelah dengan semua ini.


-NR-

Suratku Masih Untukmu (6)

Assalamu'alaikum hey tuan manis,
Tak terasa ini adalah hari terakhirku di kota kecil ini. Besok pagi pukul 02.45 WIB kereta ku akan berangkat. Membawaku kembali ketempat perantauanku. Dari kota kecil ini aku akan dibawa ke ibu kota provinsi jawa tengah. Entah mengapa berat rasanya meninggalkan kota ini, meski aku tau aku akan kembali lagi kesini, ke kota yg telah memberiku banyak kenangan bersamamu. Mungkin kota ini merupakan saksi bisu kisah kita berdua.
Hey tuan manis,
Aku sudah bercerita bukan bahwa kepulanganku ke kota kecil ini adalah tak lain dan tak bukan karenamu. Karena aku ingin berjumpa denganmu, dengan kekasih dimasalalu yg masih sangat aku sayangi. Sudah berapa kali aku mengajakmu untuk bertemu, namun sayang waktu tak pernah memihak pada kita. Selalu gagal, gagal dan gagal. Ah tidak ini bukan gagal namanya, hanya saja kita memang belum waktunya untuk bertemu. Ya mungkin saja. Namun tetap saja, rasanya kepulanganku ke kota kecil ini percuma saja, yg menjadi tujuan utamaku malah tak tercapai. Aku rindu akanmu. Aku rindu wahai masa laluku. Entah sudah berapa bulan mata ini tak melihat senyummu secara langsung. Yang aku ingat pertemuan terakhir kita adalah saat kita berbuka puasa bersama dengan teman semasa sekolah menengah pertama kita. Ya, hanya itu yg aku ingat. Oh tidak, aku pernah melihatmu di jalan, hanya saja aku tak berani untuk bertegur sapa denganmu.
Hey tuan manis,
Sejujurnya aku sangat kecewa padamu. Kau ingat, aku pernah mengirim pesan melalui whatsap, aku berbicara panjang kali lebar hanya untuk menasihatimu, memberi saran dan masukan. Tapi kau tidak merespon sedikitpun. Kau hanya membacanya tak lebih dari itu. Bahkan minta maaf padaku kau tak melakukannya. Kau tau? Sejujurnya aku sangat mengharapkan kau meminta maaf dan menjelaskan semuanya padaku, tapi lagi dan lagi aku hanya bisa menelan ludahku ketika melihat semua ini. Hm sebenarnya aku sudah menduganya, ini pasti akan terjadi. Namun bodohnya aku tak pernah mengikuti kata hatiku. Mungkin memang sudah begini jalannya. Ya, aku hanya bisa mengambil sisi positif dari semua ini.
Hey tuan manis,
Kamu mungkin tak akan bisa merasakan apa yg aku rasakan sekarang. Karena kamu tak mempunyai rasa yg sama denganku. Rasa kita berbeda. Dan mungkin tak akan lagi bisa sama.
Hey tuan manis,
Aku pamit. Tapi jangan khawatir, akhir bulan januari ini aku akan kembali pulang. Dan kali ini kita harus bertemu. Ah tidak, aku yg harus bertemu denganmu. Aku harus melihat lekungan kecil yg ada padamu, yg dari dulu hingga saat ini selalu membuatku semangat. Ya... aku akan pulang tuan manis. Aku harap saat aku kembali nanti waktu memihak kepada kita. Namun jika tidak, mungkin memang ini pertanda dari Tuhan bahwa aku harus melupakanmu. Ya mungkin saja.. kita lihat saja nanti. Jaga dirimu baik-baik tuan manis. Aku masih merindukanmu.


-NR-

Suratku Masih Untukmu (5)

Assalamu'alaikum hey tuan manis, 
Bagaimana kabarmu saat ini? Maaf aku baru mengirim surat lagi untukmu. Belakangan ini aku terlalu sibuk dengan kuliah ku. Harapan aku tak akan pernah berhenti untuk selalu mendengar atau mungkin melihat kau baik-baik saja.
Hey tuan manis,
Sudah hampir dua pekan aku berada disini. Kembali ke kota kecil yg penuh dengan kenangan,yg dulu sempat terpikirkan untuk meninggalkan dan tak pernah kembali ke kota kecil ini. Namun nyatanya,meninggalkan kota ini sangat membuatku menyesal. Dan semua penyesalan itu karena kamu hey tuan manis. Aku menyesal dan aku bertanya mengapa semua ini terjadi? Dulu kamu yg pergi meninggalkan aku dan kota kecil ini,sekarang? Sekarang aku yg pergi meninggalkan kamu dan kota kecil ini, Dan setelah aku pergi, kamu datang kembali ke kota kecil ini. Aku sungguh menyesal karena akhirnya harapanku dulu sekarang menjadi kenyataan. Namun sekarang aku sadar, ini jalan terbaik yg Tuhan kasih untukku. Jalan yg akan membuat aku mencapai kesuksesan. Dan aku sekarang tersadar, Bahwa ini semua memang sudah diatur oleh Tuhan. Kita hanya berada di kota yg sama hanya sekitar sepuluh tahun. Sekarang akan lebih dari tujuh tahun kita tinggal di kota yg berbeda. Namun meski begitu percayalah, hati ini akan selalu merindukanmu. Entah sampai kapan, entah kapan waktunya ia akan berhenti merindukanmu.
Hey tuan manis, 
Kepulanganku ke kota kecil ini tak lain dan tak bukan karena aku sangat ingin bertemu denganmu. Aku merindukanmu. Hanya engkau satu-satunya alasan mengapa aku pulang kembali ke kota kecil ini. Kamu pasti merasa terkejut mengapa kamu yg menjadi alasan aku kembali pulang ke kota kecil ini. Mengapa bukan kedua orang tuaku? Mengapa bukan saudaraku? Mengapa bukan rumahku? Pasti itu yang sekarang terlintas dipikiranmu. Hm baiklah aku akan menjawab semua pertanyaan yg sedang terlintas dipikiranmu. Kamu adalah alasan satu-satunya mengapa aku kembali ke kota ini, bukan kedua orang tuaku, bukan juga karena saudaraku ataupun karena rumahku. Karena berada didalam satu rumah bersama dengan keluargaku seperti aku berada didalam neraka. Aku tak pernah bisa mendapat ketenangan, kedamaian, dan ketentraman. Yang selalu aku dapatkan hanyalah rasa tak nyaman, rasa kesal dan panas. Aku tak pernah betah berada dirumah, karena itulah mengapa saat kita dulu masih menjalin hubungan aku selalu mengajakmu untuk bertemu. Keadaan rumahku sangat berbeda dengan keadaan rumah yang lain atau mungkin keadaan rumahmu. Ya aku tau, aku tau, kamu pasti akan berpikir bahwa setiap keluarga pasti selalu berbeda dan tak akan pernah sama. Ya memang benar. Tapi apa aku salah, aku berharap keluargaku bisa seperti keluargamu? Bisa seperti keluarga yg harmonis,bahagia,damai dan tentram? Apa aku salah berharap seperti itu? Dan karena itulah aku sering berpikir untuk pergi meninggalkan rumah ini, pergi jauh dari mereka yang selalu membuat aku terbatin berada didalamnya. Bukan karena kamu, bukan karena aku masih belum bisa melupakanmu, dan bukan karena aku ingin segera melupakanmu. Karena sekarang aku sadar, dimanapun aku berada yg namanya kenangan akan selalu terkenang dihati dan tersimpan didalam memori otak kita. 
Hey tuan manis,
Aku ingin mengirim pesan singkat untukmu hanya untuk memberi tahumu bahwa aku sangat merindukanmu. Namun aku tau,hal itu tak boleh aku lakukan. Entah bagaimana caranya agar kita bisa saling bertemu. Yg bisa membuat kita bertemu adalah mereka. Sahabatku dan sahabatmu. Ya,karena semenjak kisah kasih kita berakhir, kita memang tak punya alasan untuk saling bertemu. Kecuali mereka. Mereka sahabat kita, yg terbentuk karena hubungan kita pula. 
Hey tuan manis,
Andai kamu tau, aku mencoba melawan rasa gengsi ku hanya untuk mengajakmu bertemu. Dan kamu tau? Aku kecewa saat ajakanku engkau tolak. Apa aku salah jika aku kecewa? Tapi aku tak kehabisan cara untuk bisa bertemu denganmu. Hari esoknya aku mencoba mengajakmu bertemu kembali, dengan alasan yg sama, mereka. Tapi lagi-lagi aku kecewa karena kau tak bisa lagi untuk bertemu denganku, ah tidak-tidak, lebih tepatnya bertemu dengan mereka. Aku masih terus mencoba untuk bisa bertemu dengan kamu. Sampai pada suatu hari kamu mengiyakan tawaranku untuk berkumpul. Aku senang. Senang bukan main. Karena akhirnya aku dapat segera bertemu dengan kamu. Segera aku bersiap-siap dan pergi ketempat yang telah kita janjikan. Aku beberapa kali mengirimkan pesan singkat kepadamu, namun kau tak kunjung membalasnya. Saat itu aku masih terus menunggu kabar darimu. Lima menit, sepuluh menit sampai hampir setengah jam kau tak kunjung membalas pesan dari ku. Aku cemas, aku takut untuk kesekian kalinya kita tidak jadi untuk bertemu. Benar saja, ketakutanku pun menjadi kenyataan. KITA TIDAK JADI BERTEMU! 
Hey tuan manis, 
Mengapa kau masih belum bisa berubah? Mengapa kau masih belum bisa menghargai orang lain? Mengapa kau masih bersikap sesuka hatimu tanpa memikirkan perasaan orang lain? Mengapa kau masih saja egois? Mengapa sikap kau selalu tak pernah sama dengan perkataanmu? Mengapa?! Mengapa?! Entah sudah berapa kali kamu mengecewakanku. Entah apakah ini menyakitkan atau tidak. Aku tak bisa merasakannya lagi, mungkin karena aku sudah mati rasa padamu. Namun satu yg aku tau, aku sangat kecewa padamu. Begitupun dengan dia, sahabatku yg juga sahabatmu. Dia sangat marah dan sangat kecewa.
Hey tuan manis,
Aku mengenal betul siapa sahabatku ini. Dia bukan tipe orang pembenci tapi jika dia sering dikecewakan dia akan menjadi malas dan muak. Apa kamu tau itu? Apa kamu tau kedepannya akan seperti apa? Dia tidak akan pernah mau untuk bertemu kembali denganmu. Bagi dia, bertemu kembali dengan orang yg selalu membuatnya kecewa adalah suatu hal yg bodoh yg pernah ia lakukan. Dan kamu tau akan berakibat terhadap siapa? Kepada kita! Kepada aku, kamu, dan mereka. Apa kamu pernah terfikirkan seperti itu?
Hey tuan manis,
Aku lebih baik kamu menyakitiku, membuatku kecewa beribu kali dari pada kamu membuat mereka kecewa. Aku rela dan aku ikhlas. Aku tak akan marah, karena sampai kapanpun aku akan selalu mengerti kamu. Bagaimanapun kondisi dan keadaan kamu. 
Hey tuan manis,
Apa kamu bertanya apa aku marah karena kau tak jadi datang hari itu? Jawabannya adalah tidak. Aku tidak marah, hanya saja aku kecewa padamu. Bisakah kau membalas pesan dariku? Setidaknya kau harus memberi kabar jika kau tidak bisa datang, bukan malah menghilang entah kemana. Kau tau? Kau itu seperti anak kecil yg tidak mengerti apa itu tanggung jawab, apa itu janji, apa itu hal utama, apa itu mengabari. Ya. Bagiku kau hanya sesosok laki-laki yg fisiknya dewasa namun tidak pada pemikiranmu. Entahlah aku sama sekali tak mengerti sama jalan pikiranmu. Kau terlalu sulit untuk dimengerti hey anak kecil. 
Hey tuan manis, 
Aku tau, aku paham pasti kamu punya alasan mengapa kamu melakukan ini. Ya aku tau. Tapi tak bisa kah kamu tak mengiyakannya sejak awal kalau pada akhirnya kamu lebih memilih hal lain yg baru datang dari pada hal lain yg sudah kamu janjikan? Tapi bisakah kamu membalas pesanku untuk mengabariku sesibuk apapun kamu? Dan tak bisakah kamu menjelaskan semuanya secara jelas hingga tak membuat aku dan dia berfikiran negatif tentangmu? Tak bisakah kau melakukan itu hey tuan manis? Bukankah selama ini kau merasa kau sudah dewasa? Namun mengapa, mengapa dimataku kau masih sama seperti tuan manisku lima tahun yg lalu? Saat kau masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Hey tuan manis, Aku tak ingin ada kebencian diantara mereka. Aku tak ingin kamu selalu mengulang kesalahan yg sama. Aku ingin kamu berubah. Aku tak ingin kamu selalu seperti ini. Jangan semakin banyak membuat orang lain tersakiti dan kecewa karenamu. Aku mohon jangan! Tolonglah berubah demi aku, ah tidak! Demi kamu, demi kebaikan kamu.
Hey tuan manis,
Mungkin cukup sekian surat dariku. Semoga kamu dapat merubah semuanya. Aku menunggumu berubah menjadi sosok dewasa yg akan semakin membuatku terkagum padamu. Jaga baik-baik dirimu. Semoga semua urusanmu lancar. Aku pergi. Aku akan kembali ke tempat perantauanku. 


 -NR-

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...