Sudah dua ribu enam belas, itu tandanya sudah tiga tahun aku tanpa kamu, sudah hampir enam tahun perasaan ini bersemayam dihati. Dan selama enam tahun pula aku gagal move on dari kamu. Tiga tahun atau enam tahun bukan waktu yg sebentar. Bukan waktu yg singkat.
Enam tahun perasaan ini bersemayam berarti artinya sudah 72 bulan 288 minggu dan 2016 hari. Sekali lagi, itu bukan waktu yg singkat. Dan tidak mudah bagiku bertahan dalam waktu yg selama ini. Selama ini aku coba untuk bisa bangkit dan menghilangkan perasaan ini. Sejak awal pertama hubungan kita berakhir pada 20 juli 2010. Dan sampai saat ini aku masih belum berhasil untuk melakukan itu semua. Apa kamu tau betapa tersiksanya aku dengan keadaan ini? Apa kamu tau rasanya menyayangi terlalu dalam seperti ini? Apa kamu tau rasanya dibully oleh teman-temanmu karena kamu belum bisa move on dari masa lalumu? Apa kamu tau rasanya melihat kamu dengan yg lain? Apa kamu tau rasanya selalu gagal untuk melangkah itu seperti apa? Apa kamu tau rasanya ketika kamu ingin menghilang selamanya dari kehidupan orang yg kamu sayangi tetapi ada yg menghalanginya? Apa kamu tau rasanya itu semua? Apa kamu tau? Dan apa kamu tau juga rasanya ketika kamu sudah berniat ingin bangkit tetapi orang yg kamu sayangi datang kembali dengan membawa seribu harapan lalu dengan sekejap dia menghancurkannya dengan pergi dan berubah tanpa alasan? Apa kamu tau rasanya selalu gagal karena kesalahan yg sama, yaitu membiarkanmu masuk kembali dan membiarkanmu pergi sesuka hati? Apa kamu tau rasanya? Aku tak bisa menjelaskan dengan kata-kata. Tapi satu yg pasti dan perlu kamu ketahui bahwa, semua itu sungguh menyakitkan.
Kamu selalu menjadi alasanku untuk bangkit. Tapi kamu juga yg selalu menjadi alasanku untuk bertahan. Kamu selalu datang disaat aku sudah berniat dan bertekad untuk mencoba kembali melupakan kamu, seolah-olah kamu memberikan aku isyarat bahwa kamu tak ingin aku lupakan. Namun saat tekad ini mulai lemah, kamu pergi begitu saja seakan-akan kamu tak meninggalkan dosa sedikitpun. Apa kamu tau itu? Itu yg selalu aku rasakan setiap aku ingin bangkit dan melupakanmu. Dan karena hal itu lah untuk kesekian kalinya aku gagal melupakanmu. Aku selalu ingin pergi dari kehidupanmu, tak ingin kembali dan bertemu denganmu. Namun mereka, mereka selalu mencegahku, mereka selalu mengatakan bahwa tak baik aku memutuskan tali silaturahmi. Ya memang aku tahu, aku tahu soal itu. Tapi biarkanlah aku pergi sekejap saja hingga perasaan ini hilang. Karena terus bersamamu dengan alasan mereka adalah salah satu hal yg menyulitkan posisiku saat ini. Apa kamu tau itu. Apa sebenarnya ini yg kamu inginkan? Apa kamu bahagia diatas penderitaanku?
Berkali-kali aku coba, berkali-kali juga aku berhasil dan berkali-kali juga aku gagal. Kamu tau karena apa? Itu semua karena KAMU! Iyaa kamu! Orang manis yg masih ada didalam hati dan pikiranku.
Tak bisakah kau menyadari sedikit saja tentang semua ini? Minimal aku harap kau sadar dan tidak datang lagi dengan membawa segudang harapan. Oh tidak mungkin saat ini kamu berfikir kalau aku yg terlalu berharap. Tidak tidak! Aku bisa merasa seperti itu karena kamu yg memberikan sinyal yg kuat untukku. Oh tidak, mungkin kamu merasa kalau aku yg terlalu kegeeran. Tidak tidak! Aku cukup tau diri. Aku cukup membedakan mana yg tulus dan mana yg tidak. Dan jika kamu tau, dari setiap kata-kata yg kamu kirimkan padaku, semua itu sudah menjadi cukup bukti untuk perasaanku ini. Oh tidak, mungkin kamu beranggapan bahwa "bisa saja aku melakukannya ke semua cewe". Tidak tidak! Bukan sehari dua hari aku mengenali mu. Jadi aku tau betul siapa kamu ini, siapa masa lalu aku ini. Dulu saat kamu masih dibangku sekolah menengah pertama kamu mungkin bisa melakukan semua itu, tapi saat kamu tumbuh dewasa seperti sekarang ini, aku rasa tak akan mungkin kamu melakukan itu kembali. Karena apa? Karena aku percaya kamu telah cukup dewasa untuk serius menjalin hubungan.
Oh ayolah sadari semua ini wahai tuan manis! Aku selalu sulit tertidur ketika malam hari karenamu. Karena kamu selau mengganggu pikiranku. Aku lelah wahai tuan manis. Aku lelah dengan semua ini. Aku sangat merindukan bagaimana rasanya jatuh cinta kembali. Aku sangat merindukan sosok yg baru, yg seharusnya sudah bisa aku rasakan kalau kau tak menggangguku kembali.
Sadari itu aku mohon! Aku hanya ingin kamu menyadari kalau disini ada seorang gadis yg masih belum bisa keluar dari bayang-bayangmu.
Tolong sadari itu! Sadari kalau hati kecilku selalu berkata kau juga masih menyayangiku. Aku hanya ingin kau menyadarinya dan memberikanku penjelasan tentang semua ini. Tentang sikapmu yg selalu berubah dan tentang hati kecilku yg selalu merasa kau masih menyayangiku. Setidaknya kau bicara jangan bungkam dan membuat semua orang bimbang. Karena dengan cara kau bungkam membuat aku semakin bimbang. Aku hanya ingin mendengar penjelasan darimu, itu saja tak lebih. Apa aku salah? Iya? Jelaskan padaku dimana letak kesalahanku? Sekali lagi aku bertanya, bisa kah kau menjelaskan semuanya? Jika kau tak mampu menjelaskannya baiklah bukan masalah. Tapi aku mohon jangan datang lagi padaku sampai nanti aku sendiri yg akan datang kembali padamu. Dan disaat itulah aku sudah berhasil melupakanmu. Namun saat aku sudah berhasil nanti, aku mohon, kau jangan datang memberikanku harapan kembali. Karena jika itu terjadi maka aku akan gagal untuk kesekian kalinya. Dan aku tak mau itu terjadi kembali. Aku lelah, sungguh lelah.
-NR-