Tuesday, January 21, 2020

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...


Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa lain. Jika kau fikir itu untuk kebaikanku, kau salah. Nyatanya itu semakin membuat aku menyesal telah berani menciptakan suatu hal yang baru, yang tidak seharusnya ada. Aku sudah dapat hidup dengan baik. Kau tak perlu khawatir. Hatiku sudah ku tata dengan rapih seperti sedia kala. Tak ada lagi rasa. Tak ada lagi air mata. Apalagi melodi yang menghanyutkan. Waktuku untuk mencintaimu telah usai. Kenangan denganmu sudah ku simpan ditempat yang tak bisa dijangkau orang lain. Ku pastikan jika suatu saat nanti aku mengingatmu, aku takkan menangisi apa yang memang seharusnya terjadi. Tapi maaf, jika ingatan tentangmu belum sepenuhnya dapat ku hilangkan. Ku rasa itu wajar. Aku hanya manusia biasa yang punya segudang ingatan di otakku. Jadi setelah ku katakan ini, bolehkah aku meminta sesuatu padamu?
Permintaanku sederhana. Bersikaplah sewajarnya seperti dahulu kala. Kau tak perlu menciptakan jarak hingga membuat semua menjadi semakin asing. Layaknya dua insan yang tidak pernah bertemu di dunia fana ini. Tanpa semua itu, bukankah jarak diantara kita sudah tercipta? Jika jarak sengaja kau ciptakan untuk sosok yang kini tengah menggantikan ku, bicaralah. Jika memang keinginanmu adalah aku menghilang darimu,  baiklah akan ku penuhi permintaanmu. Karena aku tau, pada akhirnya aku akan kembali kecewa, mengingat kau bukan seseorang yang dengan sengaja memutuskan tali silaturahmi. Namun fakta berkata lain, kau tak punya pilihan lain. Bukankah yang bisa ku lakukan saat ini adalah menghargai keputusanmu? Kau tak perlu risau. Aku takkan marah. Karena bagiku, bahagiamu adalah bahagiaku. Terdengar klasik memang tapi itulah adanya. Jangan khawatir, meski begitu aku akan tetap mendoakan yang terbaik untukmu. Terimakasih telah hadir dan mewarnai hidupku. Membuatku tersenyum dan menangis diwaktu yang sama. Menjadikanku sosok yang kuat seperti saat ini. Memori ingatan tentangmu akan ku simpan dengan baik, sebagai kenangan terindah dalam hidupku.



-NR-

No comments:

Post a Comment

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...