Tuesday, August 26, 2014

harapan seorang sahabat

Sahabat adalah orang kedua setelah keluarga yang dapat menampung semua cerita kita, yang siap membantu saat kita memerlukan bantuan dan tak pernah kehabisan kata-kata untuk memberi masukan kepada kita. Sahabat adalah teman yang tak pernah lelah dan selalu setia melewati hari bersama kita, baik dalam keadaan suka maupun duka. Dan sahabat adalah orang yang selalu mengingatkan kita jika kita salah, selalu memberi support jika kita sedang dalam keadaan down dan selalu memberi kritikan agar kita mampu menjadi manusia yg lebih baik lagi dari yg sebelumnya.
Sahabat sangat berbeda dengan pacar. Jika pacar hubungannya hanya sesaat tapi sahabat hubungannya akan terus berlangsung meski terpisah jarak dan waktu. Ada yang namanya mantan pacar tapi tidak ada yang namanya mantan sahabat.
Aku mampu memaknai apa arti dari sahabat itu sendiri. Dan menurutku sahabat adalah teman yang tak selalu ada disaat kita butuhkan tetapi selalu berusaha untuk ada disaat kita perlu dia. Sahabat adalah orang kedua setelah kedua orang tuaku yang tak pernah bosan dan lelah untuk menghadapi sikap  dan sifatku yang terkadang sering membuat mereka tak nyaman,untuk mengingatkanku jika aku salah, untuk mengingatkanku bersabar saat kemarahanku meluap, dan untuk mengingatkanku bahwa hidup ini indah jika kita mampu bersyukur.  Dan sahabat juga lah yang selalu memberiku motivasi serta semangat dikala aku berada didalam keadaan yang membuatku berat untuk melaluinya sendiri.
Aku beruntung dari aku duduk di bangku taman kanak-kanak aku sudah mempunyai satu orang sahabat, yang Alhamdulillah sampai sekarang aku masih berhubungan baik dengannya. Aku juga beruntung seiring berjalannya waktu aku ditemukan oleh beberapa orang sahabat yang sampai sekarang masih setia menjadi sahabatku,pendengar dan pendamping yang baik.
Aku bahagia mempunyai sahabat seperti Septi,Sofie,Kori,Nia dan Firli. Ya mereka adalah kelima orang sahabatku yang selama ini selalu ada memberiku support dan saran. Aku tak pernah menutupi apa yang aku rasakan ke mereka. Aku selalu berbagi cerita sama mereka. Bahkan aku selalu meminta pendapat mereka sebelum aku melakukan tindakan atau apapun yang aku ragukan.  Aku selalu terbuka sama mereka. Hal atau kejadian apapun tak pernah aku sembunyikan dari mereka. Bahkan aku mempercayai mereka menjaga kejadian yang ada didalam keluargaku.
Namun meski begitu, bukan berarti kita tak pernah bertengkar atau memperebutkan sesuatu yang mungkin itu hal sepele untuk kita ributkan. Tapi Alhamdulillah aku dan mereka bisa mengatasinya dengan baik tanpa ada permusuhan berkepanjangan. Perbedaan pendapat dan pemikiran diantara kita sudah biasa kita hadapi. Tapi meski demikian itu bukanlah suatu penghalang untuk kita menjalin erat silaturahmi kita didalam sebuah persahabatan.
Selama ini aku tak pernah menghadapi suatu masalah bersama sahabatku yang sangat sulit dan berat untuk aku cari jalan keluarnya. Tapi sekarang rencana Allah SWT lain. Aku mempunyai masalah dengan salah satu sahabat laki-laki ku. Meski aku tak menganggap ini suatu masalah yang tak penting untuk dipermasalahkan tapi karna hal ini hubunganku dengan dia menjadi kurang harmonis. Awal masalah yang tak bisa aku pikir dengan akal sehat. Karena sampai sekarangpun aku masih merasa kalau aku tak pernah sedikitpun berniat untuk mencari masalah dengan dia. Bukannya aku belum peka tapi karena memang aku sadar aku tak melakukan kesalahan sekecil apapun sama dia.
Yang aku tau dia marah karena dia merasa aku sudah menganggui hubungannya dengan kekasihnya. Entah alasan apa yang membuat dia berpikir sepicik itu. Aku hanya bisa memakluminya dengan alasan karena dia sedang dimabuk cinta. Aku mengerti dan aku tak bisa menyalahkan dia sepenuhnya.
Sebagai manusia yang mempunyai hati, walau dituding seperti aku juga bisa kecewa. Yang sangat disayangkan dan membuat aku kecewa adalah ketika dia tidak pernah bertanya atau meminta penjelasan kepadaku mengenai pendapat dan kebenaran yang ada. Bahkan dia tak pernah memberiku celah sedikitpun untuk aku membela diriku.
Apa aku salah aku kecewa? Apa aku salah aku meminta dia untuk mendengarkan penjelasanku? Dan apa aku salah aku membela diriku untuk menuntut keadilan dan kebenaran?
Aku ini hanya seorang wanita biasa. Aku punya hati. Aku bisa saja cuek tak peduli tapi aku juga bisa saja peduli. Meskipun aku kuat tapi aku juga bisa rapuh karena keadaan. Sekarang melihat masalah ini apa aku tak boleh menangisinya? Apa aku tak boleh memikirkannya? Karena jujur sampai saat ini aku belum menemui titik terang untuk meluruskan kembali hubunganku dengan dia.
Aku sedih melihat semua ini. Bukan melihat aku yang dimarahinya tapi melihat sahabat-sahabatku yang terkena dampak dari masalah ini.  Ya.. karena masalah ini lah sahabat-sahabatku sangat marah dan mereka sangat tidak terima aku diperlakukan seperti ini dengan dia. Keadaan inilah yang membuatku tak kuasa menahan air mataku untuk tidak tumpah.

Aku menangis bukan karena aku lemah. Aku menangis bukan karena aku sakit hati. Aku menangis bukan karena aku disakiti tapi aku menangis karena aku menyesali masalah ini berdampak juga ke sahabat-sahabatku dan yang pasti berdampak kedalam hubungan persahabatan yang sudah empat tahun ini kami jalin. Sekarang aku hanya bisa berdoa dan berharap semoga hubungan persahabatanku yang diujung tanduk ini masih bisa terselamatkan dan diperbaiki kembali seperti sedia kala.

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...