Sahabat adalah orang kedua setelah
keluarga yang dapat menampung semua cerita kita, yang siap membantu saat kita
memerlukan bantuan dan tak pernah kehabisan kata-kata untuk memberi masukan
kepada kita. Sahabat adalah teman yang tak pernah lelah dan selalu setia
melewati hari bersama kita, baik dalam keadaan suka maupun duka. Dan sahabat
adalah orang yang selalu mengingatkan kita jika kita salah, selalu memberi
support jika kita sedang dalam keadaan down dan selalu memberi kritikan agar
kita mampu menjadi manusia yg lebih baik lagi dari yg sebelumnya.
Sahabat sangat berbeda dengan pacar.
Jika pacar hubungannya hanya sesaat tapi sahabat hubungannya akan terus
berlangsung meski terpisah jarak dan waktu. Ada yang namanya mantan pacar tapi
tidak ada yang namanya mantan sahabat.
Aku mampu memaknai apa arti dari
sahabat itu sendiri. Dan menurutku sahabat adalah teman yang tak selalu ada
disaat kita butuhkan tetapi selalu berusaha untuk ada disaat kita perlu dia.
Sahabat adalah orang kedua setelah kedua orang tuaku yang tak pernah bosan dan
lelah untuk menghadapi sikap dan sifatku
yang terkadang sering membuat mereka tak nyaman,untuk mengingatkanku jika aku
salah, untuk mengingatkanku bersabar saat kemarahanku meluap, dan untuk
mengingatkanku bahwa hidup ini indah jika kita mampu bersyukur. Dan sahabat juga lah yang selalu memberiku
motivasi serta semangat dikala aku berada didalam keadaan yang membuatku berat
untuk melaluinya sendiri.
Aku beruntung dari aku duduk di
bangku taman kanak-kanak aku sudah mempunyai satu orang sahabat, yang
Alhamdulillah sampai sekarang aku masih berhubungan baik dengannya. Aku juga
beruntung seiring berjalannya waktu aku ditemukan oleh beberapa orang sahabat
yang sampai sekarang masih setia menjadi sahabatku,pendengar dan pendamping
yang baik.
Aku bahagia mempunyai sahabat seperti
Septi,Sofie,Kori,Nia dan Firli. Ya mereka adalah kelima orang sahabatku yang
selama ini selalu ada memberiku support dan saran. Aku tak pernah menutupi apa
yang aku rasakan ke mereka. Aku selalu berbagi cerita sama mereka. Bahkan aku
selalu meminta pendapat mereka sebelum aku melakukan tindakan atau apapun yang
aku ragukan. Aku selalu terbuka sama
mereka. Hal atau kejadian apapun tak pernah aku sembunyikan dari mereka. Bahkan
aku mempercayai mereka menjaga kejadian yang ada didalam keluargaku.
Namun meski begitu, bukan berarti
kita tak pernah bertengkar atau memperebutkan sesuatu yang mungkin itu hal
sepele untuk kita ributkan. Tapi Alhamdulillah aku dan mereka bisa mengatasinya
dengan baik tanpa ada permusuhan berkepanjangan. Perbedaan pendapat dan
pemikiran diantara kita sudah biasa kita hadapi. Tapi meski demikian itu
bukanlah suatu penghalang untuk kita menjalin erat silaturahmi kita didalam
sebuah persahabatan.
Selama ini aku tak pernah menghadapi
suatu masalah bersama sahabatku yang sangat sulit dan berat untuk aku cari
jalan keluarnya. Tapi sekarang rencana Allah SWT lain. Aku mempunyai masalah
dengan salah satu sahabat laki-laki ku. Meski aku tak menganggap ini suatu
masalah yang tak penting untuk dipermasalahkan tapi karna hal ini hubunganku
dengan dia menjadi kurang harmonis. Awal masalah yang tak bisa aku pikir dengan
akal sehat. Karena sampai sekarangpun aku masih merasa kalau aku tak pernah
sedikitpun berniat untuk mencari masalah dengan dia. Bukannya aku belum peka
tapi karena memang aku sadar aku tak melakukan kesalahan sekecil apapun sama
dia.
Yang aku tau dia marah karena dia
merasa aku sudah menganggui hubungannya dengan kekasihnya. Entah alasan apa
yang membuat dia berpikir sepicik itu. Aku hanya bisa memakluminya dengan
alasan karena dia sedang dimabuk cinta. Aku mengerti dan aku tak bisa
menyalahkan dia sepenuhnya.
Sebagai manusia yang mempunyai hati,
walau dituding seperti aku juga bisa kecewa. Yang sangat disayangkan dan
membuat aku kecewa adalah ketika dia tidak pernah bertanya atau meminta
penjelasan kepadaku mengenai pendapat dan kebenaran yang ada. Bahkan dia tak
pernah memberiku celah sedikitpun untuk aku membela diriku.
Apa aku salah aku kecewa? Apa aku
salah aku meminta dia untuk mendengarkan penjelasanku? Dan apa aku salah aku
membela diriku untuk menuntut keadilan dan kebenaran?
Aku ini hanya seorang wanita biasa.
Aku punya hati. Aku bisa saja cuek tak peduli tapi aku juga bisa saja peduli.
Meskipun aku kuat tapi aku juga bisa rapuh karena keadaan. Sekarang melihat
masalah ini apa aku tak boleh menangisinya? Apa aku tak boleh memikirkannya?
Karena jujur sampai saat ini aku belum menemui titik terang untuk meluruskan
kembali hubunganku dengan dia.
Aku sedih melihat semua ini. Bukan
melihat aku yang dimarahinya tapi melihat sahabat-sahabatku yang terkena dampak
dari masalah ini. Ya.. karena masalah
ini lah sahabat-sahabatku sangat marah dan mereka sangat tidak terima aku
diperlakukan seperti ini dengan dia. Keadaan inilah yang membuatku tak kuasa
menahan air mataku untuk tidak tumpah.
Aku menangis bukan karena aku lemah.
Aku menangis bukan karena aku sakit hati. Aku menangis bukan karena aku
disakiti tapi aku menangis karena aku menyesali masalah ini berdampak juga ke
sahabat-sahabatku dan yang pasti berdampak kedalam hubungan persahabatan yang
sudah empat tahun ini kami jalin. Sekarang aku hanya bisa berdoa dan berharap
semoga hubungan persahabatanku yang diujung tanduk ini masih bisa terselamatkan
dan diperbaiki kembali seperti sedia kala.
No comments:
Post a Comment