Assalamu'alaikum hey tuan manis,
Tak terasa ini adalah hari terakhirku di kota kecil ini. Besok pagi pukul 02.45 WIB kereta ku akan berangkat. Membawaku kembali ketempat perantauanku. Dari kota kecil ini aku akan dibawa ke ibu kota provinsi jawa tengah. Entah mengapa berat rasanya meninggalkan kota ini, meski aku tau aku akan kembali lagi kesini, ke kota yg telah memberiku banyak kenangan bersamamu. Mungkin kota ini merupakan saksi bisu kisah kita berdua.
Hey tuan manis,
Aku sudah bercerita bukan bahwa kepulanganku ke kota kecil ini adalah tak lain dan tak bukan karenamu. Karena aku ingin berjumpa denganmu, dengan kekasih dimasalalu yg masih sangat aku sayangi. Sudah berapa kali aku mengajakmu untuk bertemu, namun sayang waktu tak pernah memihak pada kita. Selalu gagal, gagal dan gagal. Ah tidak ini bukan gagal namanya, hanya saja kita memang belum waktunya untuk bertemu. Ya mungkin saja. Namun tetap saja, rasanya kepulanganku ke kota kecil ini percuma saja, yg menjadi tujuan utamaku malah tak tercapai. Aku rindu akanmu. Aku rindu wahai masa laluku. Entah sudah berapa bulan mata ini tak melihat senyummu secara langsung. Yang aku ingat pertemuan terakhir kita adalah saat kita berbuka puasa bersama dengan teman semasa sekolah menengah pertama kita. Ya, hanya itu yg aku ingat. Oh tidak, aku pernah melihatmu di jalan, hanya saja aku tak berani untuk bertegur sapa denganmu.
Hey tuan manis,
Sejujurnya aku sangat kecewa padamu. Kau ingat, aku pernah mengirim pesan melalui whatsap, aku berbicara panjang kali lebar hanya untuk menasihatimu, memberi saran dan masukan. Tapi kau tidak merespon sedikitpun. Kau hanya membacanya tak lebih dari itu. Bahkan minta maaf padaku kau tak melakukannya. Kau tau? Sejujurnya aku sangat mengharapkan kau meminta maaf dan menjelaskan semuanya padaku, tapi lagi dan lagi aku hanya bisa menelan ludahku ketika melihat semua ini. Hm sebenarnya aku sudah menduganya, ini pasti akan terjadi. Namun bodohnya aku tak pernah mengikuti kata hatiku. Mungkin memang sudah begini jalannya. Ya, aku hanya bisa mengambil sisi positif dari semua ini.
Hey tuan manis,
Kamu mungkin tak akan bisa merasakan apa yg aku rasakan sekarang. Karena kamu tak mempunyai rasa yg sama denganku. Rasa kita berbeda. Dan mungkin tak akan lagi bisa sama.
Hey tuan manis,
Aku pamit. Tapi jangan khawatir, akhir bulan januari ini aku akan kembali pulang. Dan kali ini kita harus bertemu. Ah tidak, aku yg harus bertemu denganmu. Aku harus melihat lekungan kecil yg ada padamu, yg dari dulu hingga saat ini selalu membuatku semangat. Ya... aku akan pulang tuan manis. Aku harap saat aku kembali nanti waktu memihak kepada kita. Namun jika tidak, mungkin memang ini pertanda dari Tuhan bahwa aku harus melupakanmu. Ya mungkin saja.. kita lihat saja nanti. Jaga dirimu baik-baik tuan manis. Aku masih merindukanmu.
-NR-
No comments:
Post a Comment