Assalamu'alaikum wahai tuan
berwajah manis...
bagaimana kabarmu? aku
selalu berdoa semoga engkau baik-baik saja. bagaimana dengan kerjaanmu? aku
berharap selalu diberi kelancaran. engkau tak perlu khawatir, aku disini
baik-baik saja. hanya saja aku masih tak percaya bahwa kita sudah berbeda kota.
jarak antara kita semakin panjang. tapi kau tak perlu khawatir, aku disini akan
selalu belajar untuk semakin terbiasa hidup tanpa mengingatmu. hanya saja, aku
tak percaya itu akan berhasil.
maaf jika aku terlalu
percaya kau akan mengkhawatirkanku. aku hanya ingin menghibur hatiku dan
membuat sebuah khayalan bahwa kau mengkhawatirkanku. aku yakin kau sudah tau
kekonyolanku seperti apa jika aku berbicara tentangmu.
hei tuan manis,
aku dengar kau sedang dekat
dengan dia, masalalumu. aku bahagia mendengarnya. kau percaya atau tidak aku
tak pernah memaksa kau untuk percaya. karena kau pasti tau aku bukan tipe orang
pemaksa, karena aku tidak seegois itu. dan kau pasti tau aku tak butuh orang
untuk mempercayaiku. mungkin aku sering mengatakan, "bersama siapa kamu
nanti, aku selalu merasa bahagia saat kau telah menemukan kebahagiaanmu".
aku katakan sekali lagi bahwa 'terserah' kau akan mempercayaiku atau tidak.
karena aku yakin dari lubuk hatimu, kau sudah mengetahui bahwa aku baik-baik
saja, meski hati ini terluka.
hei tuan manis,
aku akan bahagia melihat kau
bahagia. meski penyebabnya bukan aku, tapi aku akan tetap bahagia. dan aku tak
akan pernah tega merusak kebahagiaan yang kau punya sekarang. aku tau kau pasti
sudah tau itu. jadi, aku minta tolong jangan pedulikan perasaanku. anggap aku
tak pernah ada. anggap rasaku untukmu tak pernah hadir. jika nanti akan ada
yang membuatmu bingung kembali kepada siapa kau akan percaya, dan akan
kebenaran yang ada. pejamkanlah matamu, rasakan dan renungkan kembali akan hal
yang membuatmu bingung. percayakan saja pada hatimu, karena hati tak akan
pernah salah menuntun. dan kemudian buka lebar matamu, pasang baik-baik
pendengaranmu. lihatlah kenyataan yang ada tanpa engkau membawa perasaan. aku
yakin kau tak akan pernah salah kembali. dan aku percaya kau tak akan mengulang
kesalahan yang sama. andaikan itu terjadi (kembali), tentunya aku akan kecewa.
namun... apa dayaku. aku tak bisa berbuat banyak bukan? karena semua itu
kembali lagi kepadamu. tapi jika aku boleh jujur. aku sudah lelah selalu
disalahkan dalam hubunganmu yang baru. taukah kau, aku tak ingin lagi terlibat
dengan masalah yang menurutku tak penting, hanya membuang waktuku dengan
percuma. aku ini memang masalalumu, tapi bukan berarti mereka menilai bahwa aku
masalalu yang masih sangat bergantung padamu. dan aku hanya hidup dimasalalu
mu, bukan dimasadepanmu atau sebagai perusak kebahagiaanmu.
hei tuan manis,
semenjak aku hidup di kota
orang ini, ketakutanku akan kehilanganmu menjadi semakin besar. entah mengapa
itu bisa terjadi. mungkin karena aku masih belum siap untuk benar-benar
kehilanganmu. ya.. mungkin saja. tapi satu yang aku ketahui sekarang, meski
kita sudah berbeda kota, jarak terlalu jauh memisahkan kita hingga semakin
sulit untuk kita bertatap muka, namun hati ini masih tetap untuk orang yang sama.
otak ini masih memikirkan orang yang sama. orang yang lima tahun silam sempat
aku miliki. orang yang lima tahun silam sangat aku sayangi dan sangat berharga
untukku. yaa.... orang itu adalah kamu, tuan berwajah manis. maaf jika aku
sampai saat ini belum bisa untuk berhenti menyayangi dan memikirkanmu. maaf
jika sampai saat ini aku masih merindukanmu. maaf jika sampai saat ini, aku
masih mengingat dengan baik ketika kita pernah bersama dahulu kala. sebelum
perpisahan itu terjadi. dan maaf jangan kau paksa aku untuk berhenti melakukan
kebiasaanku. karena hanya dengan ini aku bisa mengenangmu. dan jangan paksa aku
pula untuk berhenti mendoakanmu dalam diam. karena hanya dengan cara itulah aku
bisa memelukmu dalam doa.
hei tuan manis,
dulu aku sangat ingin sekali
pergi meninggalkan kota itu. kota yang penuh dengan kenangan bersamamu. aku
sangat ingin keluar dari kota itu, karena hidup terus didalamnya aku semakin
sulit untuk membuang jauh ingatan aku saat bersamamu. namun sekarang, aku sadar
bahwa itu semua hanyalah hasrat belaka. hasrat yang hanya menggebu-gebu pada
saat aku ingin berusaha melupakanmu. karena nyatanya pergi dari kota itu tidak
membuatku berhasil untuk berhenti menyayangi dan memikirkanmu. dan saat ini aku
merindukan semua itu. aku ingin kembali dengan sejuta kenangan yang ada. karena
sekarang aku paham, dimana pun kita berada yang namanya kenangan itu akan
selalu mengintai hidup kita. namun nasi sudah menjadi bubur. aku tak bisa
berbuat banyak. aku hanya bisa mengambil hikmahnya, bahwa ini semua adalah
untuk kebaikanku, untuk bisa membuat orang tuaku bangga kepadaku. yaa itu
hikmah yang bisa aku ambil. masalah melupakanmu aku yakin suatu saat nanti akan
ada masanya dimana semua perasaanku kepadamu akan menghilang dengan sendirinya.
beri aku waktu kembali karena hanya itu yang aku butuhkan saat ini. Tuhan
memang selalu pintar membolak-balikan hati seseorang, maka dari itu beri aku
waktu untuk benar-benar tidak goyah saat Tuhan membuat perasaan ini datang
kembali.
hei tuan manis,
jaga kesehatanmu. tetap
menjadi seseorang yang sangat disukai banyak orang. rubahlah sikapmu yang
membuat hati seseorang sakit. aku tau menyakiti seseorang bukan kehendakmu,
tapi setidaknya kau bisa menjaga sikapmu agar tidak ada yang sakit hati lagi
padamu. kau sudah dewasa bukan? tentunya kau akan tau apa yang terbaik dan apa
yang tidak boleh kau lakukan.
mungkin hanya ini yang dapat
aku tulis disurat kecil ini. aku akan kembali menulis surat kecil ini untukmu.
karena suratku masih untukmu. jangan pernah memaksa aku untuk berhenti menulis
surat, karena hanya dengan ini aku dapat meluapkan apa yang aku rasakan.
sampai berjumpa dikemudian
hari... aku akan selalu merindukanmu.
No comments:
Post a Comment