Monday, July 13, 2015

aku menyayangimu atas izin-Nya

aku mengharapkanmu
namun aku sadar, aku tak pantas berharap padamu
aku menyayangimu
namun, aku hanya dapat menyebutmu dalam doa
mencintaimu... aku rasa tak mampu
karena cintaku hanya untuk-Nya

untukmu, makhluk ciptaan Tuhan yang aku kagumi...
izinkan aku mengagumimu dalam diamku
kau sangat menawan dan rupawan
namun bukan karena itu aku menyayangimu
sifatmu yang mampu membuatku jatuh hati kembali
akhlakmu yang mampu membuat hati ini tenang
bila aku didekatmu, tenang dan nyaman yang aku rasa
ingin rasanya berada didekatmu selama mungkin
namun aku sadar, mengharapkanmu saja aku tak pantas
apalagi jika aku lama berada didekatmu
rasanya aku berdosa

untukmu, wahai lelaki idaman...
kau hampir mendekati sempurna
meski aku tau tak ada manusia yang sempurna
akhlak yang kau bangun dalam dirimu
aku yakin banyak memikat hati perempuan
karena itu aku mundur
aku mundur bukan karena aku takut kalah
tapi karena aku sadar diri
jika dibandingkan dengan mereka yang mendekatimu,
aku kalah saing

teruntukmu lelaki penghuni hatiku...
entah sudah berapa tahun rasa ini bersemayam dihatiku
namun yang jelas aku sangat tak nyaman dengan keadaan ini
menyayangimu dalam diam
membuat hati ini gundah
mengagumimu dalam diam
membuat hati ini terlena
jika aku jujur, semua itu sangat mengganggu pikiranku
sakit? pasti
tapi aku mencoba bertahan sekuat mungkin
aku sadar, menyayangi seseorang memang mempunyai resiko
dan ini resiko yang harus aku tempuh
karena aku memilih dalam diam
meski begitu, aku tak apa
masih bisa melihat senyummu,
melihat tawa dan candamu,
dan berada didekatmu, itu sudah lebih dari cukup bagiku

kau bagaikan awan putih yang berada di langit tujuh
sedangkan aku...
aku bagaikan tanah yang berada dilapis ke tujuh
kita sangat berbeda
dan aku sadar kau tak pantas untukku
kau terlalu baik dan aku terlalu buruk untukmu
karena itu aku tak pantas berharap padamu
biarkanlah ini menjadi anganku semata
tapi aku mohon izin padamu
biarkan rasa ini tetap tumbuh sebagaimana mestinya
sampai ia akan benar-benar menghilang dengan sendirinya
dan sampai rasa ini tak akan datang kembali
tanpa perlu aku dan kau mengusirnya
entah kapan waktunya
namun aku yakin, masa indah itu akan datang

aku menyayangimu atas izin-Nya
dan aku percaya, aku dapat melupakanmu atas ridho-Nya

No comments:

Post a Comment

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...