Monday, July 13, 2015

mengagumimu dalam diam

setiap insan memang berhak jatuh cinta. berhak juga memutuskan kepada siapa hati ini akan diberikan. begitupun aku, aku berhak jatuh cinta dengan siapapun. sekalipun ia adalah sahabatku. memang tak berdosa mencintai sahabat sendiri. namun jika aku boleh memilih, aku tak ingin jatuh cinta dengan dia. sahabat sekaligus kekasihku dimasa lalu. tapi, aku tak bisa menghentikan perasaan ini. karena perasaan ini terus mengalir tanpa bisa aku hentikan. mungkin aku bisa menghentikannya, namun aku butuh waktu lama untuk bisa melakukan semua itu. dan entah kapan waktu akan berpihak kepadaku. 
mengagumimu dalam diam adalah kegiatanku sekarang. karena hanya dengan itu aku bisa mensyukuri anugerah terindah yang pernah aku miliki, hasil ciptaan dari Tuhan. sifatnya yang dewasa yang mampu menghadapi berbagai masalah dengan baik. serta kebijakannya yang mampu memilih dan memutuskan diantara beragam pilihan. meski tak jarang, pilihan yang ia ambil menyakiti orang lain. meski begitu, aku tau dia tak ada niatan untuk melakukan itu.
mengagumimu dalam diam adalah caraku untuk selalu mengenangmu. bukan sehari dua hari aku mengenalmu. bukan juga sebulan dua bulan aku bersahabat denganmu. aku sangat mengenal sosokmu. sangat dan sangat. aku bahagia, saat kita bisa duduk berdua membuat satu kisah yang saat ini masih bisa aku kenang. aku bahagia pernah menjadi salah satu wanita yang pernah mewarnai hidupmu. aku bahagia saat aku pernah menjadi bagian dari hidupmu. entahlah itu berharga atau tidak bagimu, namun aku tetap bahagia. tulus atau tidaknya perasaanmu saat itu yang penting aku bahagia. dan jika aku boleh meminta pada Tuhan. aku ingin kau dan aku dipersatukan disuatu tempat, dimana hanya ada kau dan aku. duduk bersama untuk mengenang masa yang pernah kita lewati bersama. sebelum pada akhirnya kita akan saling menjauh dan saling terlupakan.
mengagumimu dalam diam adalah caraku menyelesaikan masalah. karena hanya dengan cara ini persahabatan kita akan tetap utuh. tidak rusak hanya dengan perasaan ini. aku rela berkorban demi menjaga keutuhan persahabatan kita. meski aku harus mengorbankan perasaanku.
mengagumimu dalam diam adalah caraku memelukmu dalam doa. karena hanya dengan itu aku bisa merasa tenang dan dami jika melihatmu baik-baik saja. dalam doa yang tak pernah putus, aku selalu berdoa agar kau sehat selalu dan selalu bahagia. meski alasan kau bahagia bukan karena ku. hanya dengan melihatmu bahagia aku merasa senang. walaupun hati ini menangis, namun aku coba untuk tetap kuat dan bertahan dengan keadaan ini. sampai pada akhirnya, waktu yang akan merubah segalanya. merubah awan hitam menjadi pelangi yang sangat indah.

No comments:

Post a Comment

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...