Friday, March 13, 2015

semua ini untukmu yah

mungkin untuk kebanyakan orang. yang paling terpenting dan berarti adalah sosok seorang ibu. menurut islam pun ibu lah yang paling utama dan terutama. namun bagiku tidak. aku memang menyayangi ibuku. dan aku tak pernah lupa bahwa beliaulah yang melahirkanku.jasa selama mengandung,melahirkan dan merawatku tidak mungkin bisa hilang gitu saja. namun bagiku, ayah adalah sosok yang paling aku segani,teramat aku sayangi dan aku hormati. entah bagiku ayahlah sosok yang paling berarti dan berharga didalam hidupku. bukan ibu.
sejak aku kecil,aku sudah terbiasa dirawat dan dijaga dengan ayah. meski ayah juga harus mencari nafkah, namun ayah sangat ikhlas dan sangat senang merawatku. pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh ibu diambil alih oleh ayah. sampai sekarang pun,saat aku duduk dibangku sekolah menengah atas ayah lah yang sering merawat,menjaga dan tak lupa mengingatkanku agar aku menjadi anak yang berguna dan bisa menjadi kebanggaan buat kedua orang tuaku.
dua kepala berbeda pemikiran. dua kepala berbeda sifat. itulah yang terjadi pada kehidupan rumah tangga. aku lebih menghormati ayahku karena aku punya alasan. aku lebih menyayangi ayahku karena aku pun punya alasan. mungkin orang yang membaca tulisanku ini akan berfikir bahwa aku adalah orang yang aneh. mungkin juga akan ada yang berfikir kalau aku ini anak durhaka, yang lebih mengutamakan ayah dibandingkan ibu. tapi aku sama sekali tak peduli dengan apa yang orang katakan. karena mereka tidak merasakan dan tidak mengalami apa yang aku rasa. aku tak mungkin menjelaskan satu persatu alasanku, karena sama saja aku membuka aib keluargaku sendiri.
dari aku kecil, ayah yang memandikanku. ayah yang menyuapkan ku. ayah yang mengajarkan ku berjalan. ayah mengajarkanku membaca dan menulis. ayah yang selalu mengantarkanku sekolah dihari pertama sekolah. ayah yang selalu menjemput atau mengantarkanku kemanapun aku mau. ayah yang selalu ikut campur saat aku sedang ada masalah. ayah yang selalu menolongku saat aku susah. ayah yang yang selalu mengantarkanku ke dokter saat aku sakit. ayah yang selalu menemaniku bermalam dirumah sakit. ayah yang selalu sabar saat aku marah. ayah yang selalu diam saat aku mengeluarkan ucapan yang menyakiti hatinya. ayah yang mencariku saat aku pergi dari rumah. ayah yang selalu menelpon ku saat aku belum pulang. dan ayahlah yang  selalu memberiku motivasi agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik darinya.
ituulah alasan mengapa aku lebih menyayangi ayahku dari pada ibuku. namun bukan berarti aku tak menyayangi ibuku. aku menyayanginya amat menyayanginya namun rasa sayang itu tak sebesar rasa sayangku pada ayah.
karena ayah telah mengajarkanku banyak hal. karena ayah aku menjadi anak yang kuat. karena ayah aku bisa menjadi wanita yang tegar. karena ayah selalu berkata "jadi wanita tidak boleh lemah,jadi wanita harus kuat. jangan pedulikan apa yang orang katakan. jangan mengambil keburukan dari orang lain termasuk keburukan ibu kamu sendiri. kamu harus bisa lebih dari apa yang ayah dapatkan sekarang. kamu harus punya sifat yang baik. kamu harus bisa menjadi wanita yang lebih dari ibu kamu, baik dari sifat maupun sikap. kamu harus bisa tunjukan kepada dunia kalau kamu mampu menaklukan dunia. tidak ada yang susah selagi kamu mencoba. kalau kamu gagal kamu harus mencobanya lagi sampai kamu temukan kata berhasil."
dan karena kata-kata yang sering ayah ucapkan padaku yang membuat aku bersemangat untuk mencapai apa yang aku inginkan. untuk dapat menaklukan dunia dan untuk menjadi apa yang ayah harapkan. semua yang aku lakukan adalah untukmu yah. aku akan melakukan yang terbaik dan yang aku bisa untukmu yah. semuanya untukmu. karena ayahlah yang menjadi inspirasi kehidupanku. love you yah

No comments:

Post a Comment

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...