ada yang aku sembunyikan dan belum sempat aku ceritakan langsung pada saat kejadian itu terjadi. aku sempat ingin bercerita namun aku disuruh untuk tidak bercerita waktu itu. sebenarnya memang aku tak ingin bercerita karena mungkin itu sudah lama terjadi dan sangat tidak pantas untuk aku ceritakan kembali. bukan karena aku tak berani bercerita langsung padamu tapi karena memang aku takut kau salah menafsirkan apa yang aku ceritakan.
aku sebenarnya tipe perempuan yang tidak ingin mengungkit kejadian yang membuat hatiku sakit. aku sebenarnya tipe perempuan yang selalu melihat kedepannya nanti akan seperti apa. bukan karena aku rempong tapi karena aku memang tidak ingin ada kesalah pahaman dan masalah baru timbul di kehidupanku. aku bukannya menghindari masalah. aku hanya tak ingin masalah yang tak seharusnya terjadi malah terjadi karena hal yang mungkin menurut aku sangat tidak penting untuk dipermasalahkan kembali.
waktu tak pernah berhenti berputar. selalu ada kehidupan di esok hari. jika memang Tuhan berkehendak. tiap hari pasti punya banyak cerita yang berbeda. tak sama dengan individu yang satu dengan individu yang lainnya. kejadian dua tahun silam sudah sempat aku lupakan. dan tak ingin aku bahas kembali. iyaa sebeneranya aku tak ingin membahas dan membukanya kembali. karena jujur itu kejadian yang sangat menyakiti dan mempermalukan aku sebagai wanita muslimah. tapi ada satu hal yang membuat aku ingin segera mengungkapkan kebenaran yang ada atas kejadian dua tahun silam. kejadian yang menyangkut antara aku, kau dan dia. aku selama ini sudah cukup lama berdiam menahan sakit atas perbuatan dia. orang yang tak pernah ku kenal sebelumnya. iya.. orang yang tak pernah ku kenal tapi sudah berani memasukan masalah kedalam kehidupanku. entah terbuat dari apa hatinya. dan terbentuk dari apa pikirannya. aku akui memang waktu itu aku yang salah. aku telah menuai kesalah pahaman itu sehingga dia berani memasukan masalah kedalam kehidupanku. jika diingat. itu amat sangat menyakitkan. bayangkan saja. orang yang tak pernah bertatap mata dengan kita,orang yang tak pernah berbicara dengan kita sepatah dua kata dan orang yang tak pernah kita kenal sebelumnya, dia tega dan tanpa punya hati nurani dia mengumbar aib yang seharusnya hanya diketahui oleh aku dengannya. aku tak pernah berpikir sejauh itu. kesalah pahaman ini malah menjadi boomerang untuk diriku sendiri. saat itu aku mencoba mengalah dengan mendiamkannya dan tak lagi membalas interaksi kasar yang dia lakukan. sehari dua hari tiga hari empat hari. sebulan dua bulan dan tak terasa sudah dua tahun kejadian itu berlalu. aku menyimpan semua kebenaran cerita itu darinya. biarlah dia yang menilai semua itu dengan sendirinya. meskipun penilaian itu buruk untuk ku.
aku sempat lega karena dia sudah tak lagi mengusik kehidupanku. namun ternyata aku salah. selama ini ternyata dia diam-diam menuaikan masalah yang aku baru menyadarinya setelah beberapa hari dia menuangkan masalah. satu kali aku masih bisa mentolerir. karena menurut aku apa yang dia tuangkan sangat tidak penting untuk aku permasalahkan. aku diam.
dan untuk kedua kalinya,mungkin jika dihitung dengan kejadian dua tahun silam ini sudah ketiga kalinya dia menuangkan masalah dikehidupanku. kali ini benar-benar sudah tidak bisa aku tolerir lagi. karena ini sangat keterlaluan. aku tipe orang yang paling tidak suka diadu domba dengan siapapun. tanpa terkecuali. apa lagi diadu domba dengan orang yang tak pernah ku kenal sebelumya. membuka aibku dimasalalu buatku tidak masalah. karena itu kesalahanku dan tidak ada kesalahan yang tidak bisa diperbaiki. namun untuk masalah mengadu domba,aku paling benci dan mungkin bisa dibilang aku marah jika ada orang yang berani mengadu dombaku. mungkin kedengarannya tidak masuk akal. aku diadu domba dengan orang yang tak pernah ku kenal sebelumnya dan aku dijadikan kambing hitam untuk membuat orang yang sama sekali tidak aku ketahui jati dirinya membenci ku. membenci aku, orang yang mungkin dia sendiripun tidak mengenal jelas tentangku. benar-benar ironis. haters ku adalah penggemarku nomer satu. iya, penggemar yang selalu menguji kesabaranku dan tak ingin melihat hidupku tenang dan bahagia.
kemuakanku sudah mencapai titik puncak. aku segera mengambil handphone ku dan memberi tau kepada tuan A kalau aku sangat ingin bercerita dengannya namun tidak bisa melalui sms ataupun telepon. akhirnya kami berdua memutuskan untuk bertemu disuatu tempat yang sudah kita janjikan sebelumnya.
hari itu tiba.. hari dimana menurutku inilah saatnya aku keluarkan uneg-uneg ku tentang apa yang aku rasakan saat dia orang yang pernah mengisi kehidupan tuan A menuaikan masalah untuk ku hadapi. cerita dari a pun aku mulai. hingga tak terasa aku sudah menceritakan semuanya dari a sampai z. selepas aku bercerita. aku mulai merasakan sesuatu yang sebelumnya tak pernah aku rasakan. "LEGA bercampur TENANG". iya mungkin bisa dibilang seperti itu. selepas aku bercerita aku merasakan lega dan tenang karena akhirnya aku bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi. namun belum beberapa lama aku mendapatkan ketenangan itu. aku mulai mendengar cerita yang membuatku terasa nyeri untuk mendengarnya. betapa tidak. orang yang sedang berhadapan denganku adalah orang yang aku sayangi. dan dia menceritakan sesosok perempuan yang sangat begitu menyayanginya. tuan A bercerita bahwa pengorbanan perempuan itu sangat banyak. dan tuan A sangat salut akannya. cerita pertama yang membuatku terasa sakit. bagaimana tidak? pengorbanan aku menunggu dia selama hampir dua tahun tak pernah dilirik sedikitpun dengan dia. sedangkan orang yang belum lama menunggu dia sangat dilirik sampai-sampai membuat tuan A sangat salut akannya. sakit memang,jika kita berkorban untuk orang yang kita sayang tetapi kita tidak pernah dilihat sedikitpun olehnya. terkesan seperti tidak dihargai.
jika saat kau bercerita saat itu aku sangat ingin sekali menangis. membiarkanmu melihat airmata ini keluar karena ulahmu yang membuat hati ini sakit. saat kau bercerita tentangnya,aku sangat ingin sekali seperti dia. dilirik dan dihargai olehmu. walaupun hanya sekejap tapi biarkanlah aku merasa senang akan hal itu.
saat kau bercerita... kau bilang "sekarang aku mah gini gamau terlalu meladeni orang yang sangat terobsesi denganku,aku lebih baik membiarkan dia capek dengan sendirinya." dan tanpa kau sadari, kau telah menolak aku secara tegas untuk bisa mengenalmu lebih dekat sekaligus memperbaiki kesalahan yang pernah aku perbuat padamu. jika engkau tau,saat kau bercerita aku tertawa karena aku ingin menutupi perasaanku yang sebenarnya. jika engkau dengar hati ini sangat ingin sekali menjerit sambil berkata "AKU SAKIT". dan jika engkau tau, saat kau bercerita aku sangat ingin bilang "TOLONG HENTIKAN". tidak ada yang salah memang dengan ceritamu. mungkin cerita itu lebih tepat engkau ceritakan pada saat perasaanku padamu hilang termakan waktu. tak tersisa sedikitpun.dan memang seharusnya tak boleh ada yang disisakan dengan perasaan ini :')
-NR-
No comments:
Post a Comment