Sunday, June 22, 2014

hikmah dibalik rencana Tuhan

hidup di dunia ini mustahil jika kita tidak dihadapkan oleh suatu masalah atau suatu ujian. karena memang tujuan Tuhan menciptakan manusia selain untuk beribadah kepada-Nya adalah untuk menjadikan manusia sebagai manusia yang lebih baik lagi dari yang sebelumnya dan cara Tuhan yaitu dengan memberikan ujian pada setiap hamba-Nya. mendapatkan ujian memang perih tapi jika kita bisa menyikapinya dan mensyukurinya insya Allah apa yang Allah ujikan kepada kita,kita dapat menjalankannya dengan ringan dan hati yang ikhlas.
tak banyak orang yang mengeluh jika mendapat ujian tersebut. dan tak dapat aku pungkiri, aku sendri pernah mengeluh saat Allah memberikan ujian kepada ku.
baru aku melewati ujian yang Allah kasih, sekarang udah datang lagi dua ujian secara bersama. ujianku yang pertama adalah saat ingin menghadapi ujian kenaikan kelas badan ku bisa dibilang sedang tidak fit, maka dari itu aku agak sedikit kurang berkonsentrasi,baik saat belajar maupun saat mengerjakan soal ujian. tapi aku yakini dalam hati bahwa aku pasti bisa melaluinya. alhasil seminggu penuh aku masuk sekolah dan mengikuti ujian dengan badan yang kurang fit. dan Alhamdulillah aku bisa melaluinya. hasil ulangan yang aku peroleh pun Alhamdulillah memuaskan buatku dan juga buat kedua orang tuaku, terutama untuk papahku tercinta.
badanku kembali fit setelah aku terbebas dari ukk. beberapa hari aku masih bisa menghirup udara dengan lega tanpa ada rasa sakit yang mendera. aku juga masih bisa berkumpul bersama teman-temanku dan masih mampu untuk menyiapkan kado untuk salah satu sahabatku. tapi semua itu ngga berlangsung lama. ternyata Allah Maha Baik,Dia mengujii kembali kesabaranku dengan penyakit yang sama. bedanya hanya tingkat kesakitannya bisa dibilang lebih tinggi dari yang sebelumnya. tapi untungnya sekolah sudah membebaskan muridnya untuk masuk atau tidak. jadi aku memutuskan untuk tidak berangkat sekolah dan beristirahat seraya mengembalikan kepulihan tenaga ku. sehari,dua hari belum ada perkembangan. ketiga hari masih sama.
disaat keadaanku tak kunjung membaik, Allah memberikanku ujian lagi. ditengah keadaanku yang sedang tidak fit ini, keluargaku sedang ada masalah. hubungan kedua orang tua ku sedang tidak baik. bisa dibilang mereka bertengkar dan sama-sama ingin memutuskan untuk berpisah. mendengar itu, semua badanku tiba-tiba lemas seketika. aku seperti kehilangan sesuatu yang membuat aku tidak semangat lagi untuk melanjutkan hidup. tapi aku coba untuk bisa bangkit dan memulihkan keadaanku. Alhamdulillah keempat harinya keadaanku mulai menunjukan perubahan. tapi itu ngga berlangsung lama. malam harinya badanku mulai demam,kepala ku mulai pusing dan perutku kembali sakit. dan semua itu berlangsung sampai aku jatuh pinsan dan papahku langsung membawa aku ke rumah sakit.
yap hari itu juga aku dirawat. untuk test darah hasilnya semuanya bagus. aku tidak mengidao penyakit demam berdarah. tapi kata dokter aku harus tetap dirawat karena penyakit maag ku sudah parah.
sakit dalam keadaan keluarga yang tidak utuh itu rasanya ga bisa dijelaskan dengan kata-kata. jujur marah dengan diriku sendiri, karena kondisiku yang seperti ini hanya akan membuat beban pikiran kedua orang tua ku bertambah. aku benar-benar tidak ingin berada dikeadaan ini. tapi mau ga mau inilah yang harus aku jalani pemberian dari Allah.
didalam instalasi gawat darurat aku sempat mengeluh, aku bilang pada Allah "kenapa harus seperti ini ya Allah? kenapa kau beri aku cobaan secara bertubi? aku capek dengan semua ini". tapi sekarang aku sadar, dengan kejadian aku yang jatuh pinsan dan dilarikan ke rumah sakit itu membuat kondisiku menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya. dan membuatku bisa bersilaturahmi dengan orang-orang yang menemuiku, termasuk teman lama ku didalamnya. namun jujur aku kecewa, karena dengan aku yang dirawat ini tak merubah hubungan kedua orang tua ku menjadi baik kembali. mungkin memang permasalahannya terlalu sulit untuk dapat mereka maafkan satu sama lain. aku hanya dapat berdoa semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk kedua orang tuaku dan untuk keluargaku. aku yakin dan percaya bahwa dibalik setiap ujian yang Allah kasih itu tak pernah ada absen dari kata HIKMAH. karena dibalik rencana Tuhan selalu ada HIKMAHnya. tergantung dari bagaimana individu itu menyikapinya. karena tidak semua insan menyadari akan hikmah yang Allah kasih untuk mereka. sabar,tawakal,berusaha,berdoa itu kunci dalam menghadapi sebuah ujian.



-NR-

No comments:

Post a Comment

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...