Friday, February 7, 2014

rangkaian kata untuk sahabatku (I)

penyempurna kekuatan dalam hidupku adalah mereka yang biasa kupanggil sahabat. suka duka selalu dilewati bersama. berbagi cerita berbagi pengalaman adalah tugas kami sehari-hari. sebagai pelipur lara yang selalu mendorong dan mendukung satu samalain. yang selalu menjadi penyempurna dibalik setiap kekurangan. beda dengan pacar. jika pacar bisa dibilang "mantan pacar" tapi sahabat tak akan pernah bisa dipanggil "mantan sahabat"
aku punya beberapa orang sahabat. tidak bisa dibilang banyak, tidak bisa juga dibilang sedikit. aku bukan tipe orang yang dengan mudahnya menjadikan seseorang sebagai sahabatku. sama seperti pacar. tentunya bukan hal mudah untuk menyatukan insan yang berbeda. membuat satu jalan dimana terdapat kepala,pikiran,hati,sifat dan tingkah laku yang berbeda. tentu sulit untuk membuat rasa nyaman dan ketenangan saat didekat orang yang belum begitu fasih berada didalam hidup kita.
aku punya sahabat. bisa dibilang dia adalah sahabat pertamaku. kami sudah bersahabat sejak TK dan Alhamdulillah hingga kini persahabatan kami masih berjalan meskipun tidak sebaik dan selancar seperti saat kita masih kecil dulu tapi setidaknya ukhuwah islamiyah diantara kamiberdua tidak terputus begitu saja. bukan cuma aku dengan dia saja yang dekat namun keluarga kami juga ikut merasakan dampak dari hubungan persahabatan kami. dan bisa dibilang dia dan keluarganya sudah kami anggap seperti sodara sendiri. aku dan keluarga yang hidup jauh dari lingkup keluarga besar dan hanya sendiri di kota yang bisa disebut sebagai kota udang ini. sebut saja dia septi. yaa... aku dan septi sudah seperti sodara. walau kami beda tingkatan tapi sebenarnya umur aku dengannya sama tidak berbeda. banyak hal yang sering kami lewati bersama. dan tak bisa aku ceritakan satu persatu. bukan karena memori ingatanku yang bisa dibilang agak "pelupa" tapi karena memang aku tidak mungkin menceritakan semuanya dari awal sampai saat ini.
awal pertemuan aku dengan septi bermula dari kita satu TK bareng. bahkan satu kelas bareng. dan yang aku tak pernah sangka adalah ternyata aku dengannya bertetangga. walaupun tidak terlalu dekat jarak antara rumah ku dengannya tetapi kami masih satu RW walaupun beda RT. dari situlah awal mula kedekatanku dengannya. hingga kami melanjutkan kejenjang sekolah dasar. kami memang beda tingkatan, dia terlebih dahulu masuk sekolah dasar ketimbang aku. jadi dia satu tahun diatas tingkatanku. meski kami berbeda tingkatan tapi itu tidak menjadi masalah dalam hubungan persahabatan kami. aku kenal dia dari saat dia belum mengerti akan cinta hingga akhirnya dia mengerti dan mulai merasakan indahnya pacaran. aku sering menemani dia pacaran saat kita masih sama-sama duduk di sekolah dasar. aku dan dia juga pernah suka dengan kakak kelas kami yang bisa dibilang dengan bahasa jaman sekarang kalo orang yang kami suka adalah satu geng atau satu kelompok. tidak sulit untuk kami berdekatan dengan mereka. mereka menyambut kami sebagai teman mereka dengan penuh terbuka.
waktu berlalu dengan cepatnya. hingga tak terasa aku dan septi sudah beranjak dewasa. bukan gadis lugu lagi yang tidak mengerti apa-apa soal kehidupan. aku dengannya sempat suka dengan satu cowo yang sama. awalnya memang aku yang suka. dia bisa dibilang tetangga kami berdua. yap. rumah orang yang aku sukai berada didekat rumahku dengan rumah septi. meski kami tetanggaan kami jarang main bersama. jika main bersama hanya dibulan puasa saja. aku,septi dan orang yang berinisial tuan R itu satu sekolah di sekolah menengah pertama di kota udang ini. kami memang sering bertemu tapi kami tak banyak bercakap. tuan R ini anaknya baik,lucu,ganteng,tinggi dan putih walaupun jika dilihat dia kadang pendiem. itu mungkin alasan kenapa aku bisa suka dengan dia. aneh memang aneh... kita jarang bercakap tapi sudah menimbulkan perasaan yang aneh saja. akhirnya, aku coba bercerita kepada septi tentang perasaan yang sebelumnya tak pernah ada dihati. septi mengangga itu mansiawi. memang sih itu manusiawi dan perasaan suka itu bisa datang kepada siapa saja dimana saja dan kapanpun. seringnya aku bercerita tentang dia, dia berniat untuk membantuku untuk bisa lebih dekat dengannya. namun yang tak pernah terbayangkan dalam pikiranku bahwa semua yang aku ceritakan kepada septi tentang tuan R ini adalah bomerang untuk diriku sendiri. bagaimana tidak? usaha septi untuk mendekatiku dengan dia malah membuat septi menjadi milik tuan R. bisa dibayangkan betapa sakit hatinya aku saat itu. melihat orang yang sudah aku anggap sebagai sahabat ini ternyata menusukku dibelakang. jika waktu itu aku ditanya marah memang aku tidak marah dan tidak bisa untuk marah. tapi jika ditanya aku kecewa atau tidak itu sebuah pertanyaan yang tak pastinya sudah tau apa jawabannya. aku cuma bisa memaafkan dan mengikhlaskan semuanya. hal kecil memang dan tak perlu untuk diingat-ingat kembali.
persahabatan aku dengan septi di sekolah menengah pertama ini sudah diketahui oleh banyak orang. ada satu kejadian dimana kejadian itu membuatk tak habis pikir. bisa dibayangkan bagaimana rasanya dibenci dengan orang yang tidak kita kenal hanya karema sebuah alasan yang aku anggap adalah alasan klasik. "aku bersahabatan dengan septi." ya, itu alasan yang sangat-sangat diluar logika untuk bisa aku terima. memang banyakhal-hal negatif yang sering aku dengar dari orang-orang mengenai septi. tapi aku tak pernah peduli akan penilaian itu. sebab aku yang lebih dulu kenal dengan septi dan aku tidak mau hubungan aku dengannya berantakan hanya karena omongan yang tidak bermutu.
lepas dari sosok septi,orang yang sudah lama menjadi sahabatku. di kelas aku punya sahabat,dia orangnya baik,pengertian dan perhatian. bahkan dia adalah satu-satunya alasan dan sebab aku bisa dekat dengan tuan D. dia adalah sofi. aku bisa menganggap dia sahabat karena memang aku dengan dia sangat dekat dikelas. kami sering berbagi cerita bersama dan bergurau bersama. dan kerana dia karena usaha dia yang ingin membantuku untuk bisa menjadi lebih dekat dan akhirnya bisa menjadi seseorang yang pernah tuan D miliki.tentunya tidak sama seperti kejadian yang lalu. mungkin bisa dibilang dia adalah sahabat pertamaku dikelas. dan bisa juga dibilang sahabat keduaku setelah septi.
lambat laun. aku dikelas juga dekat dengan satu teman lagi. dia bernama kori. aku,sofi dan kori sangat dekat. seperti aku dengan sofi dulu. kita bertiga sering berbagi cerita satu sama lain. kami juga sering memberi support dan motivasi ketika salah satu dari kami mengalami keadaan yang membuat kami down. yang tidak bisa aku lupa adalah ketika hubungan ku dengan tuan D berakhir untuk kesekian kalinya dan ketika aku mengetahui tuan D  sudah memiliki kekasih yang baru. mereka berdualah yang selalu ada memberiku support dan semangat untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan dan memberiku motivasi untuk bisa mengikhlaskan dan meilhat kedepan kalo masa depan sedang menantiku. mereka juga sering menghiburku dan mengajakku bermain bersama.
waktu berlalu secepat angin berhembus. tidak terasa kedekatanku dan kembalinya hubungan aku dengan tuan D membuat aku,sofi,kori dan tuan D serta herman menjadi lima sekawan yang bisa dibilang begitu dekat dan sering menghabiskan waktu bersama. tetapi semua itu sempat aku hancurkan karena kebodohanku yang mungkin sampai detik ini belum bisa aku maafkan. aku mengakhiri hubunganku dengan tuan D. kali ini bukan dia yang memutuskan melainkan aku,lebih tepatnya karena kebodohan aku. aku merusak semua iru. merusak kehangatan sebuah persahabatan yang kami bangun dengan perlahan tapi pasti. akibat hubunganku dengan tuan D berakhir, hubunganku,sofi dan kori dengan herman dan tuan D sempat renggang. dan karena kejadian itulah awal mula penyesalan ini belum bisa dimaafkan.
dan untuk kali keduanya aku terjatuh kembali karena sebuah penyesalan yang aku buat sendiri.tapi aku bersyukur aku masih punya sofi dan kori yang tidak henti-hentinya memberikanku semangat untuk tidak terlalu memikirkan semua ini. meski terkadang aku merasa mereka punya rasa jenuh menghadapi sifatku yang keras kepala dan sulit untuk dirubah.
namun hubungan kami bertiga kembali normal setelah beberapa bulan kami tak saling berkomunikasi satu sama lain. entah hal apa yang waktu itu membuat kami dekat kembali. bukan aku tak ingin mengingatnya tapi karena ingatan itu sedikit terhapus dari memoriku.
hari berganti hari tahun berganti tahun. hubungan lima sekawan kami masih terjalin meski tidak sedekat dahulu. jujur saja, aku sangat merindukan kedekatan kami saat itu. saat kami belajar bersama,bergurau bersama,berbagi cerita bersama dan hampir setiap hari kami lalui hidup ini dengan kebersamaan antara aku,sofi,kori,tuan D dan herman. masih ingatkah kalian akan peristiwa dua tahu yang lalu? saat kita tak pernah lelah untuk tertawa bersama meski kadang sakit mendera namun semua itu tidak mengubah kebahagiaan yang kita buat. masih ingatkah wahai kalian lima sekawan? saat kita sering bergabung bersama membentuk sebuah kelompok belajar? hampir setiap diminta membentuk kelompok oleh guru kita menjadi satu team yang kompak. meski terkadang aku,sofi dan kori sering dibuat kesal oleh tingkah herman namun itu tak merubah ukhuwah kami sebagai sahabat. masih ingatkah kalian akan kebersamaan kita yang lainnya?
aku harap memori kalian masih cukup baik untuk menyimpan semua kenangan yang dulu pernah kita lewati bersama.


(bersambung)

No comments:

Post a Comment

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...