sudah dua tahun setelah kejadian 19 april 2012 itu terjadi. kejadian yang dengan bodohnya aku melepasmu begitu saja tanpa mengingat janji yang telah ku ucap dan tanpa berfikir lebih masak lagi. sejak kejadian itu banyak yang hilang dari hidupku. entah apa yang bisa ku tuliskan didalam oretan tulisan ini. dua tahun sudah aku berpisah denganmu. meski hubungan kita tetap lancar namun tak seindah dan tak sebahagia ketika aku masih milikmu dan kamu masih milikku. banyak yang aku pelajari dari perpisahan ini. salah satunya adalah belajar mengendalikan emosiku yang selalu merugikan banyak orang. namun ada satu hal lagi yang membuatku betul-betul belajar dari kesalahan itu, hal itu adalah aku belajar menghargai seseorang yang dengan tulus menyayangiku.
banyak yang bilang cinta pertama itu adalah cinta yang pertama kali kita rasakan setelah bertemu dia. tapi setelah aku menyelidiki dan meminta pendapat ke orang-orang terdekatku, aku menemukan jawaban yang sangat berbeda dari jawaban kebanyakan orang yang selalu bilang cinta pertama itu cinta yang pertama kali kita rasakan. jawaban lain dari itu adalah cinta pertama itu adalah cinta yang sangat berkesan dan mengenang dihati yang sulit untuk dilupakan awal pertemuan hingga akhir perpisahan. aku merasakan jawaban itu. jawaban yang aku temukan dari hasil penyelidikanku dan pendapat orang-orang yang sudah pernah dan bisa membedakan apa itu cinta pertama.
yaa,, aku merasakan hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. perasaan yang sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata. dan sulit diekspresikan dengan bahasa tubuh. dua tahun sudah aku tanpamu. menjalani semuanya tanpa kamu disampingku. tanpa kamu yang tak pernah lelah memberikanku support untuk terus semangat menjalani kerasnya hidup ini. dan dua tahun sudah aku tak pernah lagi merasakan sosokmu yang begitu perhatian dan peduli kepadaku. aku hanya melihat itu dari kamu dua tahun yang lalu. tepatnya sebelum kejadian 19 april 2012 itu terjadi. lalu bagaimana mungkin aku bisa lupa akan semua itu hanya dalam mengedipkan mata sekejap? lantas apa mungkin aku bisa lupa begitu saja kepada orang yang sangat-sangat berarti dalam hidupku meski itu hanya sebuah masalalu? bagaimana mungkin aku bisa lupa akan sosokmu? sosok yang dulu pernah mengisi kehidupanku dengan penuh warna warni yang sebelumnya tak pernah ada dikehidupanku. aku pernah mengalami jatuh cinta sebelum bertemu denganmu. lebih tepatnya sebelum aku mempunyai perasaan lebih kepadamu.tapi perasaan aku tak sedalam dan tak sehebat ketika aku jatuh cinta dengaanmu. mungkin kau tak akan pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan. karena perasaanmu dan perasaanku sangat jelas berbeda.
masih ingatkah awal pertemuan kita? saat kau dan temanmu duduk dibelakangku. awal pertemuan didalam kelas dan sekolah yang baru. masih ingatkah kau? ketika beberapa hari sekolah aku,kau dan teman kita saling bercanda, saling jahil satu sama lainnya. mulai dari situ kecanggungan demi kecanggungan hilang begitu saja. yang ada hanyalah sebuah canda dan tawa yang ada diantara kau dan aku serta mereka. masih ingatkah kau? ketika kita dipisahkan oleh perpindahan tempat duduk yang harus kita terima dengan terbuka. saat itulah aku dan kamu mulai merenggang satu sama lain. memang masih ada canda antara kita namun semua itu tak seperti saat kita masih duduk sangat dekat. masih ingatkah kau? ketika awal pertama kamu mendekatiku? ketika kau mulai jahil lagi kepadaku tapi kejahilanmu kali ini sangat berbeda dengan biasanya. entah itu hanya perasaan belakaku saja atau semua itu memang benar adanya. masih ingatkah kau? waktu pertama kau menelponku? waktu aku mengangkat telpon darimu? masih ingat? ketika itu kau hanya bilang "bondol" tanpa berucap sepatah dua kata yang lain. masih ingatkah awal kedekatan kita? awal kedekatan hingga akhirnya aku dan kamu menjadi kita. masih ingatkah lagu saat kamu menyatakan perasaanmu kepadaku? dan masih ingatkah kau saat aku menjawab pertanyaan dari lagumu itu. aku harap ingatanmu akan itu tak pernah hilang meski kemungkinannya kecil.
waktu berlalu dengan cepat. tanpa memikirkan orang-orang yang sangat ingin waktu berlalu dengan sangat lambat. kejadian demi kejadian yang kita lewati seakan hanya meninggalkan bekas yang bisa kita kenang sampai kapanpun. tak mungkin bisa dilupakan begitu saja hanya dengan mengedipkan mata. aku tau aku memang bukan cinta pertamamu. aku tau aku juga bukan orang yang special yang sekarang berada dihatimu dan aku tau aku bukan orang yang pernah membuat kesan tersendiri dikehidupanmu. aku tau itu dan aku sadar. tapi setidaknya izinkan aku menuangkan sedikit hal yang masih ku ingat dalam memori ingatan yang ada di otakku. berbagi cerita sedikit tentang kisah aku dan kamu.
kita sudah lama tak saling bercerita dengan puasnya setelah kejadian itu merenggut kebahagiaan aku. aku belum bisa mastiin kalo kejadian itu juga merenggut kebahagiaan kamu. karena aku ya aku dan kamu ya kamu. kita sudah hidup didunia yang sudah tidak lagi sejalan satu sama lain. kita sudah lama tak berbincang dengan asyiknya. dengan ingatan yang tak ingin mengenal waktu. berbagi bersama,bergurau bersama,saling menjahili satu sama lain. aku tak pernah bisa melupakan senyum manismu itu. senyum manis yang selalu indah dipandang dan menimbulkan kesenangan sendiri dihati. dan aku tak pernah bisa melupakan saat kamu memperhatikan dan menjagaku dengan kasih sayangmu yang tulus. masih ingatkah ketika kamu selalu bertanya setiap pagi "sudah sarapan belum?". masih ingatkah ketika kamu kecewa atas jawabanku yang bilang "belum"? masih ingatkah ketika jam istirahat tiba kamu menyuruhku membeli makanan di kantin untuk pengganjal perut? masih ingatkah kamu ketika aku menolak apa yang kamu perintahkan kepadaku? ekspresi muka kecewa, ekspresi muka khawatirmu. ituu yang selalu aku rindukan dari sosokmu. yang selalu aku harapkan semua itu bisa hadir kembali suatu saat nanti. ya suatu saat yang akupun tak pernah tau akan terulang kembali atau tidak. lantas apakah dibenakmu terlintas pikiran "akupun merindukanmu?" apakah ada sedikit saja kerinduanmu tentangku? aku tau aku bukan wanita yang pantas untuk kamu rindukan kehadirannya. bukan juga wanita yang punya sifat selalu bikin orang merindu. aku bukan itu, bukan wanita itu...
lalu masih ingatkah kau? saat perpisahan sering terjadi antara kau dan aku. alasan demi alasan dari yang bisa aku terima kamu terima hingga sampai ketitik puncak dimana alasan itu tak bisa kamu terima. lantas masih ingatkah kau saat kita dihubungkan kembali dengan sesuatu yang membuat cerita kita hadir kembali? masih ingatkah? ketika itu kau dan aku dibantu dengan seseorang yang sangat ingin melihat kita bersatu kembali. bisa dibilang dia adalah mak comblang untuk kita berdua.
(bersambung)
No comments:
Post a Comment