Saturday, May 10, 2014

andai dia mengerti

pagi yang indah. mentari masih memperlihatkan kecantikannyaa kepada bumi. kepada makhluk hidup yang berada di bumi. aku mensyukuri akan nikmat Tuhan yang tak terhingga ini. karena sampai saat ini aku masih diberi kesempatan untuk bisa lebih lama lagi tinggal di bumi yang luar biasa ini. dan masih diberi kesempatan untuk bisa melihat dan berada ditengah-tengah orang yang menyayangiku. ini benar-benar nikmat yang aku syukuri sekali. karena sejak kecil aku sudah mengidap penyakit yang ganas. dari umurku tujuh tahun penyakit itu sudah berada di tubuh ku. maka dari itu aku sangat mensyukuri nikmat yang masih Tuhan beri untuk ku. karena tak jarang orang yang berpenyakitan seperti aku bisa bertahan hidup sampai sejauh ini.
hari-hari ku masih sama seperti biasanya. tak ada seseorang yang menyapaku disaat aku terbangun dan mengantarkan ku disaat aku tertidur. hidup aku benar-benar masih sama seperti dulu. aku masih dibayang-bayangi oleh masa lalu ku saat aku duduk dibangku sekolah menengah pertama. aku masih terbayang-bayang oleh kekasih di masa lalu ku. aku belum bisa melupakannya. aku masih memikirkannya walaupun aku juga tak mau terus-terusan memikirkan orang yang belum tentu memikirkan aku, aku masih merindukannya, terlebih saat aku masih bersamanya. saat kita masih menjadi kita. dan saat kita melewati hari-hari yang indah ini dengan senyuman. meski terkadang ada air mata didalamnya. aku benar-benar sangat merindukannya. merindukan kasih sayang dia yang dulu pernah ia curahkan kepada ku. aku rindu saat dia menyapa ku saat pagi menjelang. mengantarkanku saat malam mulai larut. aku rindu saat dia menunggu ku hanya untuk bisa berangkat sekolah bersama. aku rindu saat dia memarahiku waktu ia tau aku belum sarapan. aku rindu saat dia menyuruhku untuk segera membeli makanan dikantin sekolah. aku rindu saat dia mengingatkanku agar aku tidak lupa makan dan tidak boleh kecapean. aku rindu saat dia bisa membuatku tertawa puas seperti orang yang tak punya beban. aku rindu saat dia mengkhawatirkan keadaanku jika aku sakit atau aku tidak memberi dia kabar. aku rindu saat dia marah karena cemburu padaku waktu aku berbincang dan bergabung dengan teman lelaki ku. aku rindu saat dia menginginkan aku dengannya sekolompok bersama jika ada pelajaran yang mengharuskan kami belajar berkelompok. aku rindu saat aku jalan berdua dengannya,bergandeng tangan, menghabiskan waktu dan hari hanya berdua tanpa ada orang ketiga. aku rindu saat dia melarangku agar aku tidak berteman dengan temanku yang sifatnya tidak ia sukai. aku rindu saat kami berbagi cerita bersama. aku rindu saat dia bisa menghiburku dan menemaniku saat aku sedang malas berada dirumah. aku rindu saat dia melakukan tingkah konyol yang sering membuat aku tertawa tanpa henti. aku rindu semua itu aku rindu.
hampir tiga tahun menjalin hubungan dengannya, meski hubungan itu sering kali putus nyambung. dan tiga tahun itu bukan waktu yang sebentar untuk ku.
sekarang tepat dua tahun aku putus dengannya. tapi aku masih tak kunjung bisa melupakannya. aku sebenarnya capek berada dikeadaan yang membuatku tak ada untungnya. aku capek tetap berada dikeadaan yang malah membunuhku sendiri. aku capek dengan perasaan ini. aku ingin sekali segera bisa melupakannya. aku juga sangat ingin sekali bisa menghilangkan dia dari pikiranku. aku tak mau terus-terusan memikirkan orang yang sama sekali tidak mempedulikan kehadiranku. aku tak mau terus-terusan menyayangi orang yang mengabaikan aku. aku ingin segera keluar dari keadaan ini. aku menunggu waktu yang indah itu terjadi. tapi kapan? kapan?! aku tak bisa terus-terusan membohongi perasaanku. aku tak bisa lagi berpura-pura bersikap dingin seolah-olah aku tak mempedulikannya lagi. aku tak bisa berpura-pura bilang kalo aku sudah tidak menyayanginya lagi, padahal dalam hati aku masih sangat menyayanginya dan merindukannya. aku lelah dengan semua ini! aku lelah!
andai dia mengerti tentang apa yang aku rasakan. andai dia tau tentang apa yang aku pikirkan. aku pasti akan sangat senang sekali. tapi aku tau semua itu mustahil bisa terjad :'(




-NR-

No comments:

Post a Comment

Untukmu yang Tak Bisa Ku Sentuh...

Ku tulis ini sebagai ungkapan dari keresahanmu saat ini. Aku tahu alasan dibalik sikap dinginmu. Menciptakan jarak, dan mengorbankan rasa...